Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Skenario Tahun Ajaran Baru

Bodoh Tidak Apa-apa

Forrest Gump adalah karakter film yang digambarkan sebagai orang bodoh. Ia tidak mempermasalahkan bila disebut bodoh. “Stupid is as stupid does,” katanya kalau ada...

Terima Kasih, Pak JK “Sang Juru Damai”

Pak Jusuf Kalla (JK) tidak lagi menduduki jabatan wakil presiden di negeri ini. Dalam sambutannya saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) di ICE BSD,...

Apa yang Film Bumi Manusia Suguhkan untuk Generasi Milenial?

Adaptasi novel menjadi film menuntut sineas untuk memilah, mereduksi, menghapus, menambah, dan memfokuskan plot, karakter, maupun tema yang penting bagi sineas untuk ditampilkan ke...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...
Avatar
Andreas Hugo Pareira
Anggota Komisi X DPR RI/F-PDIP/Dapil NTT-1

Situasi Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak agenda besar Nasional terpaksa ditunda, digeser, atau dijadwalkan ulang. Salah satunya adalah agenda tahun ajaran sekolah.

Sampai saat ini, pemerintah, dalam hal ini Gugus Tugas Nasional Covid-19 belum secara resmi mengumumkan akhir dari situasi wabah, dan kembali ke kehidupan normal. Maka Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud), sebagai penanggung jawab utama Pendidikan Nasional, perlu menyiapkan skenario-skenario agenda tahun ajaran baru.

Skenario optimis, artinya wabah ini akan mereda di bulan Mei, sehingga kalau bulan Juni berakhir, maka Juli 2020 bisa dimulai tahun ajaran baru 2020-2021.

Skenario pesimis, wabah ini akan mereda sekitar September-Oktober 2020, dan berakhir Desember, sehingga tahun ajaran baru dimulai Januari 2021. Artinya, ini kembali seperti sebelum tahun 1979, di mana tahun ajaran dimulai pada setiap bulan Januari.

Dua skenario itu, tingkat kemungkinan pelaksanaannya tergantung pada tingkat kepatuhan dan disiplin warga bangsa Indonesia dalam mematuhin protokol Covid-19.

Dalam Raker Komisi X dengan Kemdikbud, masalah tahun ajaran baru ini saya pertanyakan kepada Mendikbud. Secara tegas Mendikbud pun meberikan jawaban bahwa Kemdikbud juga sedang membicarakan dan mendiskusikan dengan para ahli dan konsultasi dengan Gugus Tugas Nasional Covid-19, namun smpai saat ini belum diputuskan, masih menunggu perkembangan dalam beberapa waktu ke depan.

Pertimbangan tahun ajaran baru dalam situasi pandemi ini memang tidak hanya menyangkut variabel pendidikan, tetapi terutama juga harus memperhatikan variabel kesehatan. Sehingga keputusan Kemdikbud harus mendengar dan mempertimbangkan masukan dari Gugus Tugas Nasional Covid-19.

Avatar
Andreas Hugo Pareira
Anggota Komisi X DPR RI/F-PDIP/Dapil NTT-1
Berita sebelumnyaMaaf Masjid Tutup
Berita berikutnyaCorona: Fatwa dan Puasa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.