Jumat, Januari 22, 2021

Salafi Pemegang Otoritas Sertifikasi Sunah dan Bid’ah, Antum Siapa?

Guru, Sang Pahlawan yang Toleran

Ada dua momen penting di bulan November ini, yaitu Hari Pahlawan (10 November) dan Hari Guru (25 November). Kedua hari ini mempunyai kaitan satu...

Pluralis Fundamentalis: Belajar dari Rosa Parks

1 Desember 1955, Amerika yang sedang bersiap menyambut Natal tiba-tiba dihebohkan oleh sebuah peristiwa kecil. Bukan, bukan kampanye haram mengucapkan selamat Natal atau surat...

Generasi Baru Muslim Progresif Amerika

Partai Demokrat di Amerika punya wajah baru. Tidak saja partai ini dipenuhi oleh politisi-politisi perempuan, namun juga yang muda dan lebih radikal dari pada...

Nadiem Memble?

Cara pandang saya terhadap Nadiem harus saya geser sedikit. Rupanya man behind Gojek itu menyimpan beberapa kejutan. Pertama soal unggah-ungguh. Baru saja beredar foto...
Avatar
Nurbani Yusuf
Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting Gunungsari Kota Batu

Bermula dari sabda baginda Nabi Muhammad saw: “Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” HR. An Nasa’i atau yang semisal.

Lantas siapa berhak atas otoritas yang punya kewenangan untuk menilai dan mevalidasi? Siapa berhak menentukan bahwa ini perkara baru yang diadakan atau perkara lama yang dilembagakan? Bagaimana jika kemudian ada semacam kelompok ‘korektor’— dengan fungsi menilai semua amalan umat Islam sebagai institusi yang otoritatif?

Salah satu sisi negatif dari jargon kembali kepada al-Quran dan as-Sunah adalah seseorang akan merasa paling benar sendiri, paling “nyunah” sendiri — kemudian mudah menyalahkan siapa pun yang tidak sepandangan.

Kelompok ini juga merasa paling berkewenangan mengeluarkan ‘sertifikat’ sunah dan bid’ah, dengan skema indikator yang mereka buat sendiri. Jadi ibadah apapun yang bakal dikerjakan harus mendapat sertifikasi sunah dulu kalau tak ingin dinyatakan bid’ah karena dikategorikan perkara baru yang tertolak. Lantas apa umat Islam perlu membentuk lembaga macam ini?

Meski dengan nada guyon pernah saya katakan: memang antum pernah meninggalkan al-Quran dan as-Sunah sehingga harus kembali? Saya tak akan melacak sejak kapan jargon ini mulai digemakan, untuk apa dan kenapa harus ada?

Pendek kata jargon ini telah menjadi prototype sekelompok tertentu yang menganggap semua umat Islam jauh menyimpang dari al Quran dan menyelisihi Nabi saw sebagai pembawa risalah.

Kemudian lahir sikap merasa benar sendiri. Sehingga harus diluruskan karena menyimpang, harus dibenarkan karena terbenam subhat dan di murnikan karena tercampur ajaran sesat. Sikap sedemikian inilah yang kemudian banyak melahirkan konflik, selisih bahkan pertengkaran sepanjang abad tiada henti.

Etno-Religion adalah sikap merasa benar sendiri yang kemudian direcah dalam firqah-firqah yang terus mengecil tapi fanatik. Sebab ada kecenderungan eksklusif tidak menerima keberadaan orang lain yang bukan segolongan dan meniadakan kebenaran yang bukan dari kelompok atau manhajnya.

Kelompok ini telah memborong semua kebenaran agamanya dan tidak menyisakan sedikit pun buat yang lain kecuali mengikutinya. Seakan hanya kelompoknya yang memegang ororitas kebenaran dan berhak memberi ‘sertifikat’ sunah dan bid’ah atas amalan yang dikerjakan umat Islam. Memang antum siapa?

Kenapa kita tidak bergotong-royong saja dan masuk surga secara kolektif, bukan malah menggiring opini teman seiman masuk neraka dengan stigma yang dibuat prematur.

Avatar
Nurbani Yusuf
Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting Gunungsari Kota Batu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.