Sabtu, Januari 16, 2021

Rupa Pendidikan di Tengah Wabah

Ujian Nasional, Diselenggarakan untuk Siapa?

Kemendikbud baru saja menyelenggarakan ujian serentak yang biasa di sebut Ujian Nasional (UN), untuk para siswa sekolah dasar dan menengah. Banyak berita yang menginformasikan...

Antara Polisi, Marinir, dan Mahasiswa

"Ini pemandangan langka. Izin saya foto ya?" Seorang Marinir yang menjawab. "Oke, Bang". "Kalau saat Reformasi '98 Marinir menjaga mahasiswa karena ada pengaruh Ali Sadikin...

Apa Yang Terjadi Selama 7 Hari Internet Papua Digelapkan?

Sejak setahun ini, SAFEnet memiliki Sub Divisi Papua di bawah Divisi Akses Informasi. Tugasnya merintis Papua Damai lewat gerakan nir-kekerasan (non-violence movement) memanfaatkan teknologi...

Salafi Pemegang Otoritas Sertifikasi Sunah dan Bid’ah, Antum Siapa?

Bermula dari sabda baginda Nabi Muhammad saw: "Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah...
Aziz Setya Nurrohman
Mahasiswa jurusan komunikasi penyiaran islam

Wabah Covid-19 telah banyak mengubah sistem pendidikan di Indonesia. Kini kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan tanpa harus tatap muka. Namun regulasinya telihat seperti solusi bersifat sementara dan spontan menghadapi wabah.

Indonesia memang belum siap untuk sistem pendidikan daring. Ketika diterpa wabah maka kegagapan pemerintah terlihat ketika ingin melanjutkan sistem pendidikan. Memang telah ada regulasi seperti Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ, tetapi efektivitas sangat dipertanyakan.

Permasalahan utama PJJ ialah banyak guru yang hanya memberikan tugas semata. Siswa hanya disuruh mengerjakan soal dan membaca buku tanpa ada penjelasan dari guru sendiri. Penjelasan sangat diperlukan ketika siswa sulit memahami bahasa dari buku.

Kendala lainya ialah akses dan fasilitas sangat terbatas bagi para siswa. Bila tinggal di sekitar perkotaan maka akan mudah melaksanakan PJJ, namun bagi mereka yang jauh bahkan di pegunungan akan sulit mendapatkan akses internet.

Guru bisa saja mengunjungi ke rumah siswa, tetapi apakah itu efektif? Jawabannya tidak. Guru hanya bisa mengunjungi yang terdekat dan bagi rumahnya jauh tidak mungkin akan dikunjungi. Semua itu kembali ke masalah biaya dan dampak dari Covid-19.

Jika pemerintah terlalu memfokuskan pada masalah itu maka sistem PJJ tidak akan menjadi solusi, tetapi hal itu juga tidak boleh diabaikan. Apalagi saat ini akan segera menghadapi Tahun Ajaran Baru.

Kemendikbud sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Tidak cukup hanya menyusun materi untuk Tahun Ajaran Baru. Penyampaian materi juga harus dipikir lebih matang lagi. Bekerja sama dengan kementerian lain bisa menjadi solusi untuk pemerataan akses dan fasilitas pembelajaran.

Selain itu, Tahun Ajaran Baru pihak sekolah akan menerima siswa baru. Mereka belum tahu guru-guru yang akan mengajarnya nanti. Penyampaian materi nanti juga harus memberikan kesan agar bisa mengenal guru mereka. Bila ingin mempertemukan langsung antara guru dan siswa maka harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19.

Semua bisa dijalani bila terus melakukan evaluasi. Tidak ada sistem pendidikan yang sempurna, apalagi mengingat Indonesia sangatlah beragam. Sistem PJJ harus menciptakan kondisi belajar mengajar yang kondusif supaya hasilnya sama-sama berkualitas seperti sistem tatap muka.

Aziz Setya Nurrohman
Mahasiswa jurusan komunikasi penyiaran islam
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.