Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Pentingkah Jasa Orang-Orang Tionghoa di Indonesia?

Kejujuran Prabowo Subianto Harus Kita Apresiasi

Alangkah bijaksana bila mulai saat ini seluruh rakyat Indonesia berhenti memplesetkan nama Prabowo menjadi Prabohong. Prabowo bukan tipe orang yang suka bohong. Ia justru...

Krisis Demokrasi dan Jawaban dari Gejayan

Sulit untuk menyembunyikan kenyataan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam krisis. Tidak sekedar krisis. Ini adalah krisis yang sangat serius. Di akhir periode pertama masa...

Akrobat Berebut Kursi: Megawati-Prabowo dan Anies-Paloh

Inilah politik. Semua serba cair. Ada wajah politik yang tampil di permukaan, ada juga yang ada di belakang panggung. Mungkin di antara keduanya bisa...

Hanung Bramantyo dan Politik Keaktoran dalam Film

Kemunculan cuplikan film Bumi Manusia baru-baru ini telah mendapatkan sambutan positif dan negatif dari para netizen. Bagaimana tidak, setelah menanti bertahun-tahun lamanya, akhirnya mahakarya...
Azmi Abubakar
Azmi Abubakar
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa

Informasi tentang peran dan jasa orang-orang Tionghoa di Indonesia sangat penting, bahkan darurat! Karena merekalah yang mengalami nasib paling buruk sepanjang kemerdekaan bangsa ini, mereka selalu direndahkan, tidak dimanusiakan, apalagi dianggap sebangsa. Segala sumpah serapah menemani hari-hari mereka sejak kecil hingga dewasa. Bahkan berpuluh-puluh tahun. Begitulah kenyataannya.

Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, memberikan informasi penting yang selama ini terkubur dalam-dalam. Informasi fakta sejarah perjuangan luar biasa orang-orang Tionghoa di bumi pertiwi ini, yang membentang dari Aceh sampai Papua. Mereka hadir dan memiliki jejak hebat di mana pun berada.

Seandainya kehebatan orang-orang Tionghoa diketahui secara luas oleh rakyat Indonesia, pasti bangsa ini akan memiliki cara pandang baru dalam menatap dan mengenali dirinya sendiri sebagai bangsa.

Saatnya bangsa ini bangkit menuju kejayaannya, kita telah hampir memiliki semua syaratnya.

Yang kita belum punyai adalah perasaan kita yang sebangsa dan setara! Jika hal tersebut kita miliki kembali, maka kekuatan dahsyat yang dulu mampu membebaskan diri dari belenggu penjajahan Belanda akan segera hadir kembali, apakah itu: Rasa persaudaraan yang Kuat! Senasib sepenanggungan!

Belanda mau menandatangani penyerahan kedaulatan kita sebagai bangsa pada tahun 1949. Bukan karena mereka takut akan kekuatan persenjataan kita kala itu, tetapi mereka takut karena kuatnya rasa persatuan dan persaudaraan yang kita miliki.

Sekuat apapun benteng pertahanan Belanda, pasti tetap akan hancur luluh lantak oleh bangsa Indonesia. Mereka menyaksikan keinginan merdeka yang menggelora, dan tak akan ada kekuatan yang mampu membendungnya.

Ketika rasa persaudaraan menjadi di atas segalanya, pada titik inilah Indonesia akan kembali menjejak kokoh, lalu mampu berdiri sejajar dengan bangsa maju lainnya di dunia.

Inilah pentingnya jika informasi mengenai peran dan jasa etnis Tionghoa tersampaikan dengan baik.

Azmi Abubakar
Azmi Abubakar
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.