Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Orang Wamena Tidak Anti Pendatang

Ironi Deklarator KAMI di Tengah Pandemi

Terik mentari Jakarta menggigit kulit. Tapi sejumlah tokoh "oposisi" berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, mendeklarasikan pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Selasa (18/8/2020) --...

Tebang Pilih Toleransi Terhadap Penghina Agama

Setiap saat selalu agamawan penyebar kebencian terhadap agama minoritas dan aliran kecil di hadapan publik mayoritas yang terus menerus diasupi dengan teks-teks perintah agresi...

Pak Gubernur Edy, Seberapa Penting Halalisasi Danau Toba?

Wacana menjadikan Danau Toba sebagai objek wisata halal kembali mencuat dan makin menghangat hari-hari ini. Hal ini termaktub dalam pernyataan Gubernur Sumatera Utara Edy...

Mahasiswa dan Zaman Bergerak

Semalam saya menulis tentang krisis. Untuk saya, apa yang terjadi selama beberapa minggu terakhir ini sudah memperlihatkan situasi yang kritis. Banyak orang mungkin tidak...
Avatar
Dedi Mahardi
Penulis, Inspirator dan motivator

Beberapa hari yang lalu telah terjadi peristiwa yang melukai rasa persatuan dan kesatuan bangsa di Wamena.

Seperti biasa, setiap peristiwa selalu saja ada yang ingin memanfaatkannya untuk kepentingan kelompok atau pribadi. Baik untuk sekedar lebih terkenal atau untuk agenda kepentingan kelompoknya, dengan membuat narasi sedemikian rupa sesuai keinginan mereka.

Tanpa peduli fakta yang sebenarnya, apalagi mencoba mencari tahu apa penyebab yang sebenarnya karena memang mereka tidak punya niat untuk membantu mencari tahu sebabnya, apalagi mencari tahu bagaimana mengatasinya.

Nah, saya diminta untuk menulis siaran pers ini oleh Buya Ahmad Syafii Maarif, setelah Buya baru saja diberi tahu oleh pejabat tinggi negara ini yang sedang berada di sana, dan tidak ingin namanya dipublikasikan. Kejadian yang sebenarnya terjadi di Wamena adalah:

Pertama, pelaku pembakaran dan pembantaian di Wamena sebetulnya bukanlah penduduk atau masyarakat Wamena. Tetapi sekelompok orang yang turun dari gunung yang disinyalir atas suruhan kelompok atau organisasi yang sedang memperjuangkan referendum atau berjuang pelepaskan diri dari NKRI.

Di luar negeri kelompok ini sedang memperjuangkan keinginan mereka melalui PBB dan lembaga hak asasi manusia atau semacamnya.

Kedua, tidak benar masyarakat Wamena tidak suka atau benci dengan masyarakat pendatang, karena bagi mereka masyarakat pendatang adalah bagian masyarakat yang mendorong kemajuan dan kelancaran perekonomian mereka.

Ketiga, khususnya masyarakat Minangkabau yang ada di Wamena sesungguhnya beredar pada lapisan ketiga setelah masyarakat Bugis dan masyarakat dari Indonesia timur lainnya.

Demikian penjelasan saya, agar informasi yang simpang siur selama ini tidak semakin liar tidak terkendali yang bisa saja memperburuk keadaan.

Jakarta, 29 September 2019

Avatar
Dedi Mahardi
Penulis, Inspirator dan motivator
Berita sebelumnyaHitung Mundur Otsus Papua
Berita berikutnyaDemokrasi Mati?
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Beberapa Khazanah dan Pemikir Islam

Abad ke-14 dunia Islam mengalami kelesuan, akan tetapi dari Tunisia lahirlah seorang pemikir besar yaitu Ibn Khaldun (Abdurrahman ibn Khaldun, w. 808 H/1406 M)...

Seharusnya Perempuan Merdeka Sejak Usia Dini

Gender memberikan dampak yang berarti sepanjang jalan kehidupan seorang manusia. Tetapi karena diskriminasi atas dasar jenis kelamin dalam awal kehidupan, konsep kesetaraan bahkan pengetahuannya...

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.