Minggu, Oktober 25, 2020

Mengapa Visi-Misi-Program Kandidat Harus Disusun Secara Partisipatif

Menakar Pasca Normalisasi Hubungan Diplomatik UEA-Israel

Kali pertama dalam sejarah konstelasi politik Timur Tengah, salah satu negara kawasan Timur Tengah melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Uni Emirat Arab (UEA)...

PSBB Momentum Evaluasi Internet yang Lemot

Pandemi Covid-19 menjadi momentum penting bagi pemerintah. Selain bidang kesehatan yang harus melakukan percepatan pengembangan sumber daya manusia dan teknologi kesehatanya. Bidang teknologi informasi dan...

Embargo AS Pemicu Kemandirian Medis Iran

Selama 4 dekade, negeri Paman Sam Amerika Serikat (AS) terus berupaya untuk mencegah kemajuan Republik Islam Iran dalam berbagai bidang terutama nuklir dengan cara...

Carolyn yang Menggemparkan Jerman

Carolyn, wanita aristokrat Jerman keturunan Raja Prusia, masuk Islam, tahun 1907. Masuk Islamnya Carolyn, menggemparkan orang Jerman saat itu. Maklumlah, awal abad ke-20, wajah...
Avatar
Cakra Wikara Indonesia
Perkumpulan peneliti yang menekuni kajian sosial politik dengan perspektif gender.

Kebijakan pemerintah yang tidak nyambung dengan masalah yang dihadapi warga sudah menjadi cerita klasik yang terus terulang di berbagai tempat. Masalah kemacetan dan ketiadaan transportasi publik di Kota Depok direspon Pemerintah Kota dengan menulis lagu dan berencana memutarnya di lampu merah (Kompas.com 2019). 

Catatan Cakra Wikara Indonesia (CWI) menemukan contoh kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga ini tidak hanya terjadi di Kota Depok. Pada 2007, Bupati Pangkajene dan Kepulauan mengeluarkan Keputusan Bupati Nomor 48 Tahun 2007 yang menetapkan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci dan Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabbiring sebagai Desa Bernuansa Islami.

Akibat keputusan tersebut, pemerintah desa terdorong untuk menerbitkan aturan bagi warga desa untuk berbusana sesuai syariat Islam. Aturan ini dikeluhkan oleh perempuan-perempuan nelayan di Desa Mattiro Bombang yang sehari-hari bekerja di atas perahu. Di Kabupaten Kupang, warga Desa Noelbaki mengeluh atas kebijakan pemerintah desa yang dianggap tidak menjadi solusi. Di tengah langkanya air bersih di desa, pemerintah justru melakukan pengerasan jalan. “Kami minta air, yang datang batu”, demikian ungkapan mereka.

Ketidaksesuaian kebijakan pemerintah dengan kebutuhan warga menunjukkan lemahnya kontrol warga terhadap pembuatan kebijakan pemerintah. Hal ini disebabkan oleh visi-misi-program kandidat kepala daerah dikunci sebagai dokumen mati yang tidak dapat disusun secara partisipatif bersama warga. Padahal visi-misi-program kandidat terpilih akan menjadi visi-misi-program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang akan menentukan arah kebijakan pembangunan Daerah selama masa jabatan kepala daerah terpilih.

Mengapa Visi-Misi-Program Penting?

Visi-misi kandidat memiliki posisi penting dalam pengalokasian sumber daya karena Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengatur bahwa visi-misi kandidat terpilih akan menjadi basis rujukan penyusunan rencana pembangunan daerah dan alokasi anggarannya (RPJMD, RKPD dan APBD). 

Meskipun visi-misi-program kandidat berperan strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, regulasi kepemiluan menjadikan visi-misi-program sebatas dokumen syarat pencalonan kepala daerah. Dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah Pasal 45 Ayat 2 Huruf N, kandidat kepala daerah harus mengirimkan naskah visi misi sebagai salah satu dokumen persyaratan pencalonan kepala daerah kepada Komisi Pemilihan Umum di daerah (KPUD). Lebih lanjut  Peraturan KPU (PKPU) tentang Pencalonan dan PKPU tentang Kampanye Pemilihan mengatur bahwa visi, misi dan program menjadi dokumen persyaratan pencalonan yang tidak bisa diubah lagi. 

Tertutupnya ruang partisipasi warga untuk terlibat menyusun visi-misi-program kandidat kepala daerah membuat mereka tidak bisa bernegosiasi dengan kandidat agar kebutuhan kolektif warga bisa masuk dalam visi-misi-program tersebut.  Padahal penting bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan dan masalah di daerah dan komunitasnya. Selama ini visi-misi-program disusun secara sepihak oleh kandidat tanpe melibatkan warga. Akibatnya kebijakan pemerintah daerah sering tidak sesuai dengan kebutuhan sejati warga.

Masa kampanye pemilu juga menjadi sekadar kegiatan sosialisasi visi-misi-program para calon kepala daerah untuk meyakinkan pemilih dan bukan untuk mendiskusikan apa kebutuhan dan kepentingan warga untuk dimasukkan dalam visi-misi dan programnya. Dampaknya kebijakan pemerintah daerah sering tidak nyambung dengan kebutuhan sejati warga.

Berbagai kebijakan nyeleneh di Depok dan kota-kota lain menunjukkan masalah ini merupakan masalah kronis yang berpangkal dari tertutupnya ruang partisipasi warga untuk ikut menyusun visi-misi-program kandidat kepala daerah. Desain pemilu seperti ini menjadikan warga sebagai pemilih pasif yang memilih “orang baik” untuk menjadi kepala daerah. Padahal untuk menjadi orang baik, para kandidat perlu didorong untuk berkomitmen pada tuntutan kebutuhan warga.

Tawaran Perubahan untuk Dilakukan

Masa Pilkada merupakan momen paling strategis bagi warga untuk menyepakati arah rencana pembangunan dengan para kandidat kepala daerah agar bisa sesuai dengan kepentingan kolektif mereka. Ini karena kandidat membutuhkan dukungan warga agar terpilih menjadi kepala daerah. 

Oleh karena itu visi-misi-program kandidat penting untuk dijadikan ‘dokumen hidup’ yang bisa didiskusikan, serta disusun secara partisipatif antara warga dan kandidat kepala daerah selama proses pemilu.  Penyusunan visi-misi-program yang partisipatif selama proses pemilu membuat warga memiliki peluang mendorong kepentingan kolektif mereka diakomodir dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah bisa sesuai dengan kebutuhan sejati warga.

Pelibatan warga dalam penyusunan visi-misi-program kandidat sejak masa pemilu membuat warga memiliki daya tawar yang lebih kuat pada masa setelah pemilu, ketika kepala daerah terpilih bekerja. Posisi warga lebih kuat dalam mengawasi kinerja pemerintah daerah agar kebijakannya sesuai dengan visi-misi-program yang telah disepakati bersama pada masa pemilu. Pilkada tidak lagi sekedar mekanisme memilih sosok baik dan bermoral, tetapi juga memastikan kepentingan dan permasalahan warga dipenuhi dan diatasi oleh kepala daerah lewat kebijakan publik.

Dengan demikian partisipasi warga menjadi partisipasi aktif yang terus berlanjut melampaui masa pemilu untuk ikut mempengaruhi proses alokasi dan distribusi sumber daya anggaran daerah. Membuka visi-misi-program kandidat untuk bisa disusun secara partisipatif akan mengembalikan politik ke esensi sejatinya yaitu proses alokasi dan distribusi sumber daya publik demi kepentingan dan kebaikan bersama. 

Selama ini visi-misi-program masih dijadikan dokumen mati untuk syarat pencalonan dalam PKPU tentang Pencalonan dan PKPU tentang Kampanye.  KPU perlu didesak untuk memfasilitasi upaya deliberasi visi misi dan program kandidat yang terbuka dan partisipatif melalui kedua PKPU ini dalam persiapan Pilkada serentak mendatang.

Saat ini proses penyusunan draft PKPU yang akan mengatur Pilkada tahun 2020 sedang berlangsung. Selanjutnya KPU akan menyelenggarakan uji publik untuk membuka kesempatan kepada masyarakat luas memberikan masukan bagi Rancangan PKPU. Gagasan visi-misi program yang terbuka dan disusun secara partisipatif menjadi kebutuhan mendesak yang harus dijamin dalam kedua PKPU tersebut.

Avatar
Cakra Wikara Indonesia
Perkumpulan peneliti yang menekuni kajian sosial politik dengan perspektif gender.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

Lelaki Dilarang Pakai Skin Care, Kata Siapa?

Kamu tahu penyakit lelaki: mau menunjukkan kegagahan! (Ayu Utami, Maya) Sering kali, drama dari negeri ginseng menampilkan para aktor maskulin dengan wajah glowing (bersinar) yang menggunakan skin care (perawatan kulit...

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Bisnis di Indonesia

Sejak COVID-19 memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020, pemerintah mencanangkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alih-alih menerapkan lockdown. PSBB itu sendiri berlangsung selama...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.