Minggu, April 11, 2021

Lockdown dan Celah Eks WNI-ISIS

Pelan-Pelan Saja, AHY!

Tentu saya harus menghargai Ardi Wirdamulia yang menghentikan ocehannya di linimasa Twitter dan memilih untuk menulis artikel untuk menanggapi tulisan saya yang berjudul “Polemik...

Ahok: PSI Partai Kecil Omong Gede?

Ahok adalah "manusia kontroversial abadi". Kapan dan di mana pun dia berada, pikiran dan mulutnya tak berjarak. Bahkan, untuk sedikit menimbang manfaat dan mudaratnya,...

Politisi Rongsokan: Dari Partai, oleh Partai, dan untuk Partai

Saya percaya kebanyakan orang masuk ke panggung politik untuk alasan yang belum tentu benar. Itu karena sistem politik dan ketentuan partai politik yang kita...

Nasib Fatwa dan Kemungkinan Herd Immunity

Fatwa PP Muhammadiyah ditimbang. Transportasi dan jalan umum mulai dibuka, pun dengan pasar-pasar, sekolah dan ke rumunan lainnya termasuk saran MUI kepada pemerintah untuk...
Hascaryo Pramudibyanto
Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi pada FHISIP Universitas Terbuka

Di saat kita sedang panik, tegang, dan waspada terhadap virus corona, sepertinya ada yang melupakan virus teroris semacam ISIS. Sudah banyak negara yang lockdown dan penghuninya mulai cabut dari negara itu supaya lebih nyaman.

Tak terkecuali yaitu para WNI eks ISIS, yang sebetulnya sudah bukan WNI lagi. Penolakan pemerintah terhadap keberadaan mereka sudah beberapa disinggung dalam berbagai kesempatan diskusi. Hasilnya tetap sama: merela bukan lagi WNI.

Akan tetapi, peluang mereka untuk kembali lagi ke Indonesia sambil membonceng isu corona, tetap perlu diwaspadai. Seperti kebiasaan mereka ketika awal meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS, pun dengan cara membonceng kepentingan atau isu tertentu.

Kecemasan saya sebagai individu yang tetap khawatir terhadap pelaku dan roh ISIS agak memang beralasan. Sepengetahuan saya,  agenda kerja ISIS tidak terjadwal pasti. Kapan ada celah menyerang, mereka akan bergerak cepat. Di mana mereka harus berulah, itu sesuka mereka asalkan bisa dapat korban banyak.

Negara terdekat kita yang sudah melockdownkan diri adalah Malaysia. Dan sudah banyal WNI yang pulang gara-gara kebijakan negara itu. Para eks ISIS juga berpikir untuk memanfaatkan celah mudik ini agar bisa eksis lagi. Meskipun mereka sudah mengaku insyaf, namun kita pun tetap harus mewaspadai dendam dan sakit hati mereka.

Negeri masih berjibaku dengan corona. Aparat, pemerintah, dan rakyat masih khawatir dengan virus itu, dan berharap tidak diakumulasi dengan urusan eks ISIS.

Biarlah eks WNI-ISIS di sana sekitar 660-an orang tetap terlelap di negara pilihannya dan tak perlu lagi menambah beban pikiran rakyat di sini.

 

Hascaryo Pramudibyanto
Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi pada FHISIP Universitas Terbuka
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.