OUR NETWORK

Laut Menyatukan Nusantara

Sikap nasionalisme Djuanda tidak meledak-ledak. Seorang yang pada usia mudanya memilih mengabdi pada Muhammadiyah

Hari ini 62 tahun yang lalu, 13 Desember 1957, Indonesia pernah menggetarkan dunia. Ya, Deklarasi Djuanda, sebuah peneguhan atas politik kewilayahan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Sebuah lompatan pendekatan baru dalam hukum laut internasional. Sikap kebudayaan yang menegaskan identitas yang unik wilayah nusantara dengan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya dan kedaulatan yang paripurna atas klaim teritorial yang sama sekali berbeda dari sistem hukum warisan kolonial.

Deklarasi Djuanda merupakan pernyataan kepada dunia bahwa laut Indonesia mempersatukan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan besar terjadi pada wilayah Indonesia. Luas wilayah yang semula kurang lebih 3.166.163 kilometer persegi berubah menjadi 5.193.250 meter persegi.

Misi diplomatik yang panjang dalam meyakinkan dunia berhasil memperoleh keabsahan internasional atas Deklarasi Djuanda. Setelah melalui perjuangan panjang, deklarasi ini akhirnya diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB ke-3 pada 1982 (United Nations Convention on the Law Of the Sea, UNCLOS 1982).

Kemudian dipertegas melalui UU Nomor 17 tahun 1985 tentang ratifikasi UNCLOS 1982. Era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara yang dipertegas oleh Presiden Megawati dalam Keputusan Presiden RI nomor 126 tahun 2001 tentang Hari Nusantara.

Ir. H. Raden Djuanda Kertawidjaja bukanlah sosok politisi, bahkan cenderung tidak berminat dengan kegiatan atau organisasi politik yang dinilainya gandeng pisan (kelewat berisik). Ia lebih suka membuktikan kecintaan kepada bangsanya dengan tindakan, bukan kata-kata.

Sikap nasionalisme Djuanda tidak meledak-ledak. Seorang yang pada usia mudanya memilih mengabdi pada Muhammadiyah, sebuah organisasi non politik yang dipilihnya, memenuhi panggilan hati sebagai guru dan direktur SMA Muhammadiyah di Jakarta ketimbang menerima tawaran menjadi dosen Technische Hogeshool te Bandoeng (ITB saat ini) dengan gaji besar. Kepribadian dan sikap teguh Djuanda dilandaskan pada kecintaannya yang besar kepada tanah airnya, Indonesia.

Warisan para pejuang dan perintis kemerdekaan berada di pundak kita. Potensi kekayaan agraria yang begitu besar dan beragam, khususnya di wilayah pesisir dan laut belum dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Begitu besarnya potensi pengembangan sektor ekonomi kelautan ini bahkan ditaksir mencapai US$800 miliar per tahun. Sedangkan kesempatan kerja yang dihasilkan sebesar 40 juta orang.

Hari Nusantara harus diperingati untuk mempertebal rasa syukur kita kepada Allah SWT dan meninggikan kedaulatan bangsa untuk menciptakan kemakmuran bersama. Hal tersebut harus disertai dengan penguatan orientasi pembangunan yang lebih berpihak pada sektor kelautan guna menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selamat Hari Nusantara! Jaya di Darat, Laut dan Udara.

Dani Setiawan
Ketua Harian Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Kader Muhammadiyah, Aktivis Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB) dan JIMM

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…