Selasa, Januari 19, 2021

KPAI vs PB Djarum: Ada Tangan Asing?

Golput Sekadar Menyalurkan Kemalasan

"Sampai saat ini saya memutuskan Golput," ujar seorang panelis di acara Rosi Kompas TV. Dia mengemukakan alasannya. "Ada yang salah dengan demokrasi kita, sehingga...

BLACKPINK dan Bakat Ajaib Para Orang Tua

Saya kira orang tua punya bakat ajaib untuk khawatir terhadap tumbuh kembang anaknya. Orang tua saya misalnya, percaya karier yang baik lahir dari pekerjaan-pekerjaan...

#10YearsChallenge dan Kondisi Penegakan HAM Kita

Warganet sedang ramai merayakan #10YearsChallenge. Sebuah tantangan di mana kita menyajikan foto diri 10 tahun lalu dan hari ini. Tujuannya untuk melihat sejauh mana...

Menakar Pasca Normalisasi Hubungan Diplomatik UEA-Israel

Kali pertama dalam sejarah konstelasi politik Timur Tengah, salah satu negara kawasan Timur Tengah melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Uni Emirat Arab (UEA)...
Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.

Banyak yang tidak paham bahwa pendapatan cukai kita dari rokok sangat besar. Tahun 2018 saja, pendapatan dari cukai rokok mencapai 153 triliun rupiah. Ini berarti hampir 10 persen dari APBN kita ditunjang oleh perusahaan rokok.

Bukan hanya masalah pendapatan dari cukai saja, perusahaan rokok juga mempekerjakan total 6 juta pegawai. Jadi, bisa dibilang, industri rokok di Indonesia menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di negara ini.

Dan ini sudah menjadi perhatian dunia. Terutama perusahaan farmasi besar yang bergabung bagaimana industri rokok di Indonesia kelak akan jatuh.

“Maksudnya mau dimatikan?”

Bukan, justru untuk diakuisisi oleh mereka. Ketika harga saham perusahaan rokok jatuh, maka mudah untuk mengambil alih kepemilikan mereka.

Dengan memiliki perusahaan farmasi sekaligus perusahaan rokok, maka kelompok kapitalis ini akan memainkan harga sekaligus menciptakan produk-produk baru yang berkaitan dengan rokok.

Itulah kenapa mereka gencar sekali mengeluarkan biaya jutaan dolar untuk membangun kampanye antirokok.

Salah satu tentakel kelompok kapital ini adalah Bloomberg Foundation. “Badan amal” ini menyalurkan uang jutaan dolar ke Indonesia untuk membayar anggota DPR, LSM sampai organisasi Islam untuk membatasi ruang merokok. UU dan peraturan daerah tentang pembatasan rokok dibuat untuk menghancurkan industri rokok di Indonesia.

Salah satu LSM yang dibiayai Bloomberg adalah Yayasan Lentera Anak. Lentera Anak inilah yang kemudian bersama “pendukungnya” menggugat PB Djarum karena dibilang mengeksploitasi anak.

kompas.com

Tujuannya apalagi selain membangun stigma negatif terhadap industri rokok. Mereka sudah sangat siap, karena UU-nya sudah mereka loloskan. UU itulah senjata mereka selama ini untuk menghantam perusahaan rokok yang sudah menyumbang 150 triliun rupiah bagi negara.

Ini memang perang panjang dan berbiaya mahal yang dilakukan oleh perusahaan farmasi dunia. Tapi, jangan salah, dari kampanye ini saja mereka sudah meraup miliaran dolar rupiah.

Dari mana? Ya, dari penciptaan obat-obatan untuk kecanduan merokok, permen sampai pengganti rokok dalam bentuk cairan yang mereka kampanyekan “lebih sehat dari merokok”.

Jadi, ini hanya pertarungan bisnis saja sebenarnya. Dan LSM-LSM itu juga hanya sebagai kepanjangan tangan saja.

Mereka juga butuh hidup dari mana lagi uangnya kalau bukan dari donasi perusahaan besar yang dibungkus dengan bahasa-bahasa yang seolah menjadi “dewa penyelamat umat manusia?”

Saya sendiri akhirnya memutuskan berhenti merokok.

Maksudnya, kalau merokok saya pasti berhenti. Enggak enak merokok sambil jalan.

Baca juga

Hapuskan Olahraga, Budayakan Merokok

Audisi Djarum Disetop, Bye Bye “Indonesia Raya”

Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.