Sabtu, Oktober 31, 2020

Kecemasan Membaca Berita Bencana Covid-19

Pelan-Pelan Saja, AHY!

Tentu saya harus menghargai Ardi Wirdamulia yang menghentikan ocehannya di linimasa Twitter dan memilih untuk menulis artikel untuk menanggapi tulisan saya yang berjudul “Polemik...

Nasib Bonus Demografi, Corona Tambah Ngeri

Dampak penyebaran virus corona terhadap manusia sungguh tidak main-main. Virus yang didapati berawal dari Wuhan, China ini dilaporkan telah menelan lebih ribuan korban. Di...

Candu Pak Jokowi Pada Militerisme

Jika ada satu ketergantungan yang tidak bisa dilepaskan dalam lebih dari tujuh dekade Negara kita berdiri, maka militerisme adalah jenis narkobanya. Adiksi yang muncul...

Anies: Gubernur Kata-kata

Dalam acara bincang-bincang Indonesia Lawyers Club (ILC) beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertentangkan antara kerja dengan gagasan. Suatu gagasan yang bukan...
Fanny Qisthian
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY

Idealnya kegiatan membaca informasi berita akan menambahkan wawasan baru dalam bertindak menentukan sikap. Tetapi, bisa juga berdampak sebaliknya, justru menimbulkan kecemasan. Terutama pada informasi bencana.

Covid-19 tengah menjadi bencana pandemik baru. Melanda berbagai negara sekitar seratus lima puluh di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Persebaran yang masif dan cepat membuat siapa saja takut tertular. Apalagi dimana pun media infomasi selalu memberitakan hal ini.

Berdasarkan data yang berkembang, kasus positif terinfeksi virus Covid-19 menunjukkan rata-rata lonjakan seratus per hari. Bahkan, hampir merata di seluruh bagian negara. Sejauh ini data tersebut masih menunjukkan kurva yang meningkat.

Namun yang harus disadari adalah wabah pandemik ini pasti akan menemukan titik terang jika ditangani dengan baik. Akan lebih baik lagi jika dicegah, bukan ditangani. Artinya persebaran virus ini bisa dihindari.

Dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi yang ada perkembangan, pencegahan, dan kebijakan pemerintah dalam penanganan wabah pandemik Covid-19 bisa mudah diakses.

Membaca informasi berita dilandasi sikap menyadari apabila berita bencana memungkinkan mempengaruhi psikis yang merujuk pada rasa cemas. Karena secara tidak sadar, semakin mengetahui terjadinya sebuah bencana.

Apalagi jika berada disekitar kita, maka jiwa akan merasa terancam. Hal inilah yang akan menimbulkan kecemasan atau anxiety. Ini wajar jika terjadi.

Jika tidak dikendalikan dengan baik, kecemasan ini akan menimbulkan rasa panik. Kasus yang telah terjadi, diantaranya panic buying. Fenomena masyarakat berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan guna keperluan isolasi diri. Mulai dari kebutuhan pokok logistik hingga asupan kesehatan.

Panic buying yang kemudian menyebabkan kelangkaan barang. Berbagai barang juga mengalami kenaikan harga. Ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dengan stok yang ada. Sehingga menimbulkan masalah ekonomi baru.

Masyarakat yang tergolong mampu akan cenderung membeli barang dalam jumlah banyak. Sedangkan yang berekonomi rendah akan kesulitan mencari. Karena hanya bisa berbelanja secara harian.

Kecemasan juga bisa berdampak pada kesehatan. Gangguan kecemasan juga berdampak pada fisik. Gejala awal ditunjukkan dengan jantung berdebar, pening, dan mual. Gejala itulah yang kemudian membuat susah tidur.

Jika dialami jangka panjang, rasa cemas bisa berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Hormon stres seperti kortisol dan adrenalin akan dilepaskan tubuh. Hormon ini akan mengganggu sistem kekebalan melawan infeksi.

Rasa cemas yang merusak sistem kekebalan tubuh bisa memudahkan tertular penyakit terutama yang disebabkan oleh virus. Padahal penyakit Covid-19 atau SARS CoV-2 ini juga disebabkan oleh virus.

Oleh karena itu, menaruh pentingnya informasi berita juga harus diimbangi dengan sikap yang baik. Agar nantinya informasi tersebut menjadikan diri lebih waspada, bukan justru malah merasa terancam.

Mengikuti instruksi pihak berkompeten dan pemerintah selaku pemangku kebijakan harus dilakukan. Agar nantinya krisis yang terjadi akibat wabah pandemil COVID-19 segera tertangani.

Fanny Qisthian
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.