OUR NETWORK

Kami Bersama Mas Pur Tukang Ojek Pengkolan dan Juga Novita

Barangkali memang demikian yang namanya cinta, menderita meski bahagia.

Sebagai penonton (agak) setia TOP alias Tukang Ojek Pengkolan yang menemani perjalanan Mas Pur dan Novita dari mulai PDKT, jadian, sampai akhirnya putus ditinggal nikah, adegan Novita mutusin Mas Pur justru bagian yang paling kutunggu dari dulu.

Bukan apa-apa, dari awal Novita menerima Mas Pur sebenarnya karena dia “kasihan” sama Mas Pur yang usaha banget mendapatkannya. Ini bukan dugaan sesama perempuan saja, ya, sebab Novita memang curhat begitu sama Aisyah temen kosnya. Dia menerima Mas Pur karena iba. Nah, tahu sendirilah kita, cinta atas dasar iba bertahan sampai kapan sih?

Mungkin kalau kamu cuma nonton kisah Mas Pur dari video viral di medsos, kamu bakalan simpati buta padanya. Padahal Mas Pur yang kini didukung se-Indonesa itu sejujurnya rada norak waktu pacaran. Dibilang posesif enggak juga, tapi apa-apa pengin tahu aja urusan si Novita.

Dikit-dikit, telepon. Dikit-dikit, laporan. Kalau telepon enggak diangkat, langsung ditengok ke kosan. Huft, itu pacar apa malaikat pencatat amal? Pengin tahu melulu. Makanya, sejak lama Novita enggak nyaman sama pacar model gini. Jangankan Mas Pur, Adipati Dolken pun menyebalkan banget kalau sudah posesif.

Bisa jadi Mas Pur begitu karena memang norak baru pertama kali pacaran, atau saking bahagianya bisa dapetin Novita yang dilihat dari mana pun enggak sekufu sama dia. Tapi ha mbok ya belajar soal gimana orang berhubungan pada umumnya, Mas Pur. Tanyalah sama Ojak dan Tisna temanmu trio T.O.P, gimana mereka yang modalnya juga minimalis tapi bisa dapet istri cantik, pintar, baik hati macam Yuli dan Denok.

Kalau saja Mas Pur mau mendengar nasihat mereka berdua, niscaya hubungannya dengan Novita bakal bertahan setidaknya satu dua episode lagi (kan lumayan buat nambah frame).

Tapi skenario sutradara memang terbaik. Mungkin banyak netizen lelaki (jomblo) yang kini mendukung mas tukang ojek itu, sampai-sampai mengambil spirit #MasPurAdalahKita. Tapi sebagai perempuan, saya justru salut sama Novita. Untuk berani mengakhiri apa yang dari awal tidak diniatkan sepenuh hati. Jangan dikira memutus lelaki lugu (meski menyebalkan) macam Mas Pur itu enggak mudah, lho.

Dia harus berani dicap sok cantik, sok laku, jahat, sampai PHP. Kalau melihat gimana Novita selama ini “mengggantungkan” ajakan serius pria yang mencintainya. Sebutan PHP tadi sekilas pas banget. Tapi ya Novita begitu didasari salah satu hal menyebalkan dari perempuan, yaitu hobinya “mengoleksi fans”. Alias sikap tidak mau kehilangan orang yang menyukainya meskipun dia tidak menyukai balik orang itu. Ngehek memang kaumku ini.

Nah, Mbak Novita hebat karena pada akhirnya mau melepas aset fans dengan cinta tulus mendalam itu.

Hebat karena berani memutus sesuatu yang memang tidak baik dipertahankan. Sekalipun bahagia merasa memiliki banyak fans, dia paham bahwa penerimaan palsu itu jahat jika diteruskan.

Hebat karena berani jujur memilih seseorang yang datang belakangan, meskipun harus kasihan dan merasa bersalah pada orang lain yang lebih dulu menawarkannya cinta.

Hebat karena berani memilih yang membuat hatinya nyaman, bukan lagi bertahan dalam kepura-puraan membuat nyaman hati orang lain.

Tidak semua perempuan berani tegas seperti Mbak Novita. Sebab #NovitaBukanlahKita.

Esty Dyah Imaniar
Penulis dan pendiri Modesty Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.