Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Kalau FPI Dibubarkan, Mau ke Mana Mereka?

Sandiaga Uno dan Propaganda Sembako Mahal

Sembako mahal, hidup rakyat makin sulit. Uang Rp.100 ribu anya dapat cabe dan bawang. Itu ungkapan Sandiaga Uno, calon wakil presiden Prabowo Subianto. Sontak...

Guru, Sang Pahlawan yang Toleran

Ada dua momen penting di bulan November ini, yaitu Hari Pahlawan (10 November) dan Hari Guru (25 November). Kedua hari ini mempunyai kaitan satu...

KPK yang Berubah Jadi Mata-mata

Tahun 2015, Hasto Kristiyanto dalam sebuah wawancara bercerita tentang bahayanya Komisi Pemberantasan Korupsi di bawah Abraham Samad. Cerita Hasto itu berawal saat Joko Widodo sedang...

Selamat Jalan, Pak Sutopo. Terima Kasih atas Pengabdianmu

Pada titimangsa sama ketika Roberto Baggio gagal mencetak gol pada babak adu pinalti ke gawang Brazil, Sutopo Purwo Nugroho memulai tugas sebagai Pegawai Negeri...
Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.

Wacana publik untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) terus bergema.

Meski kader-kader FPI terus-menerus mengunggah foto lama berupa FPI turun ke Aceh untuk membantu korban tsunami, publik keburu sudah muak dengan kekerasan demi kekerasan yang pernah dilakukan FPI.

FPI besar pada era 1998, ketika ada kebutuhan militer waktu itu untuk membendung aksi mahasiswa dengan membentuk Pam Swakarsa. Kabarnya, FPI mengirimkan 100 ribu orangnya.

Sesudah itu, FPI seperti laskar yang tidak terbendung dengan dalih “polisi syariat”. Mereka mengobrak-abrik warung yang buka saat Ramadhan, melakukan kekerasan di jalanan kepada kelompok yang tidak sepandangan dengan mereka, sampai merusak patung-patung di Purwakarta.

Jejak kekerasan FPI bertambah ketika mereka sempat mendukung keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). FPI juga ikut serta dalam gerakan 411 dan 212. Dan tambah runyam ketika Imam Besar mereka menghina polisi, Presiden bahkan menyebut Pancasila sebagai Pantat Gila.

Dengan semua rekam jejak itu, sia-sia kader FPI mengunggah gambar-gambar yang dikira bisa menyentuh hati publik saat FPI turun pada bencana tsunami Aceh. “Bubarkan FPI!” adalah teriakan di mana-mana karena rasa muak atas apa yang pernah dilakukan mereka dengan jumawa.

Pertanyaanya, jika FPI dibubarkan, mereka mau ke mana?

Kemungkinan terbesar adalah FPI ganti nama. Ini yang bisa mereka lakukan untuk menghapuskan jejak kekerasan yang pernah mereka lakukan.

Tapi, yang berbahaya adalah ketika kader yang sudah terdampak doktrin kekerasan itu akhirnya bergabung dengan organisasi yang lebih militan dan punya tujuan kekerasan berbeda dengan bom bunuh diri.

Sangat mungkin terjadi, kader FPI yang masih sangat muda dan belum punya pegangan itu dirayu untuk menjadi “penganten”. Ini akan menaikkan level mereka dari pendemo di jalanan menjadi aksi nyata.

Ini yang dikhawatirkan pemerintah. Jika asal membubarkan, tentu enak saja. Dampaknya bagaimana? Tentu harus ada kajian-kajian untuk meredam dampak yang mungkin terjadi. Apalagi Indonesia sedang berpacu dalam menggaet investor asing, satu bom bunuh diri saja akan berdampak pada banyak hal di negeri ini.

FPI adalah “monster” yang sejak kecil dipelihara dan sekarang berpotensi memakan tuannya. Tanpa ada kajian matang cara membubarkan mereka, FPI bisa jadi akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah daripada mereka tetap ada.

Seruput kopinya…

Baca juga

“Masturbasi Antiklimaks” FPI

Menteri Lukman dan Politik Takfir

Tak Ada Paksaan dalam Agama. Titik!

Akar Politisasi dan Kekerasan Atas Nama Agama

Kekerasan Atas Nama Tuhan

Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.