Minggu, April 11, 2021

Jurnalisme Copy-Paste

Pak Gubernur, Jangan Tutup Sekolahku!

Hanya 20 siswa. Dibagi 3 rombel. Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah, tempat gadis penyandang disabilitas dirundung—semua murid kami terima karena hanya...

Memang Apa Sih Jalan Tol Itu Sebenarnya?

Saya tertarik pada satu berita yang ditulis oleh Tribunnews setahun yang lampau. Dalam berita yang berjudul cukup provokatif “Wah, Ternyata Jalan Tol Itu Singkatan...

Joker dan Kita: Antara Tragedi dan Komedi

Spoiler alerts! Dingin, intens, gelap dan mind-blowing. Barangkali, demikian penggambaran saya usai menonton film Joker. Sutradara Todd Philips benar-benar membuat mahakarya luarbiasa. Todd menyajikan kisah...

Seputar “Trias Koruptika” dan Etika Penyelenggara Negara

Dalam perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, standar hukum dinilai tidak lagi cukup untuk memperbaiki kondisi. Semakin hukum dibuat dalam rupa yang makin canggih,...
Riska Meliani
Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Padang. Penulis pemula, tapi suka rebahan.

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari humas, lalu di copy, dirubah sedikit kalimatnya, dan dipublis.

Saya memberi nama Jurnalisme copy-paste bukan tanpa sebab. Hal ini saya alami sendiri ketika bekerja sebagai wartawan di salah satu media online. Ketika saya bergabung di media online ini, tidak pernah terpikir bahwa saya akan menemui sebuah fakta tentang cara kerja media online. Entah media yang saya temui abal-abal atau bagaimana, tapi yang jelas media ini sudah terdaftar di Dewan Pers.

Proses perekrutan saya sebagai wartawan sangat singkat sekali. Dalam waktu kurang dari 24 jam saya sudah resmi dan sudah mendapat kartu pers. Tanpa surat lamaran kerja, tanpa ijazah, dan tanpa tes apapun. Anda bingung, sama saya juga bingung.

Masih teringat oleh saya ketika Pemimpin Redaksi berkata, “Boleh ambil berita dari media lain, nanti rubah saja sedikit kata-katanya, boleh kok”. Kemudian saya berpikir ini sama saja dengan mencuri berita orang lain, apakah hal ini sudah lumrah di media online.

Kemudian saya digabungkan dalam grup yang isinya wartawan media online semua. grup itu dibentuk dengan tujuan mempermudah penyebaran berita dari kantor Gubernur, karena media yang berada di grup tersebut menjalin kerja sama dengan kantor Gubernur.

Cara kerjanya adalah ketika si Humas mengirimkan berita mengenai kegiatan gubernur, prestasi gubernur, atau pencapaian apa lah yang sudah diraih gubernur, maka semua media online yang tergabung wajib mempublis berita tersebut di media mereka.

Tanpa saya sadari, saya juga sudah menjadi pelaku jurnalisme copy-paste ini.

Kemudian saya iseng-iseng saja stalking website media online yang tergabung tadi. Hasil yang saya dapati adalah hampir kebanyakan berita mereka sama. Baik dari segi penulisan, foto, hingga topik, semua sama. Ya hasil copy paste dari Humas.

Pernah satu kali saya mencoba mengambil berita dari media lain (bukan berita dari Humas), tujuannya untuk melihat bagaimana reaksi mereka ketika berita tersebut diterbitkan di media lain. Setelah berita itu terbit, nyatanya tidak ada reaksi apa-apa dari media itu.

Kemudian saya cek lagi media yang lain, ternyata mereka juga mempublis berita yang sama dengan penulisan yang sama. Begitu pun media yang lain, mereka juga melakukan hal yang sama. Dengan berani saya simpulkan bahwa hal salin menyalin seperi ini lumrah saja dan menjadi biasa saja bagi kalangan wartawan, khususnya media online.

Kenapa saya katakan khusus media online, karena dari pengalaman saya berita copy-paste ini hanya terjadi dikalangan media online.

Saya menilai perilaku salin menyalin berita seperti ini telah mencederai kode etik jurnalistik yang berbunyi “Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik”. Kenapa saya katakan begitu, karena mengambil berita orang dan mempublis di media miliki kita bukanlah cara yang profesional bagi seorang wartawan.

Riska Meliani
Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Negeri Padang. Penulis pemula, tapi suka rebahan.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.