Senin, Januari 18, 2021

Jalan Sunyi Ahok 2024

Teman Saya dapat Bintang Jasa, Saur Hutabarat

Kemarin saya sudah mengucapkan selamat kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon -- keduanya tokoh kontroversial -- yang hari ini di Istana Merdeka mendapat bintang...

Daripada Tsamara, Lebih Baik Gus Nadir Jadi Menteri Agama

Tsamara Amany, politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), digadang-gadang untuk menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II. Alasannya, karena ia dianggap...

Lockdown dan Celah Eks WNI-ISIS

Di saat kita sedang panik, tegang, dan waspada terhadap virus corona, sepertinya ada yang melupakan virus teroris semacam ISIS. Sudah banyak negara yang lockdown...

Majalah Tempo di Era Digital

Laporan utama majalah Tempo minggu ini tidak saja menyajikan berita. Ia menjadi berita. Tidak banyak berita yang menjadi berita. Media massa lain hanya menyiarkannya. Apa...
Abi Rekso Panggalih
Abi Rekso Panggalih
Sekjen DPN Pergerakan-Indonesia.

Dalam keraguan, selalu ada jawaban. Meski kerap kali jawaban itu dalam kesunyian. Kebangkitan lagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dimulai. Tanda kebangkitan itu adalah peluncuran buku yang langsung digagas oleh Ahok.

Awal untuk memulai sesuatu yang baru, awal memutus cerita kelam di masa lalu. Secara kebetulan saya berhalangan hadir dalam acara itu. Tetapi dari banyak cerita di sosial media, saya bisa merasakan ada harapan, juga ada kesunyian Ahok di masa depan.

Tempo, sebagai sebuah media berpengaruh urun tangan terkait acara tersebut. Terlihat punggawa Tempo, Arif Zulkifli hadir dalam acara yang mulia itu. Sebuah sikap yang belum tentu sebuah media besar mau menanggung resikonya. Ya wajar, biar bagaimana pun Ahok adalah warga negara Indonesia, yang hak politiknya perlu direhabilitasi. Tentu, acara itu adalah awal-mula upaya pemulihan reputasi Ahok sebagai figur publik.

Sedikit mundur, saat presiden mendaulatnya menjadi Komisaris Utama Pertamina, banyak kelompok yang merasa terancam. Bisa dimengerti, bahwa setiap upaya perubahan akan menghadapi jaringan status-quo yang selama ini sudah banyak melakukan aksi ambil untung didalam Pertamina. Dalam cerita beberapa elit, kita juga mendengar bahwa ada oknum-oknum Pertamina yang turut berkontribusi dalam menginvestasikan uangnya dalam gerakan memenjarakan Ahok.

Bukan tidak mungkin Ahok akan kembali vis-a-vis dengan orang yang masih membencinya di dalam Pertamina. Meskipun begitu, kita juga perlu yakin bahwa tidak semua wajah-wajah buruk bertengger didalam jabatan strategis Pertamina.

Paling kurang anak-anak muda dilingkungan Pertamina jug banyak yang gegap gempita menyambutnya dengan karpet merah. Barangkali, mereka adalah anak-anak yang resah dan gerah dengan aksi pat-gulipat didalam Pertamina. Mereka yang menunggu sosok berani serta bersih untuk segera memimpin Perang Badar di dalam Pertamina. Tentu akal waras kita bisa diwakilkan mereka, dalam menumpas calo-calo Pertamina.

Bintang Pilpres 2024

Bukan tidak mungkin Ahok menjadi salah satu figur dalam Pilpres 2024. Kepercayaan Presiden Jokowi kepadanya dalam melakukan reformasi Pertamina adalah satu indikasi kuat bahwa Ahok adalah figur politik nasional yang patut diperhitungkan. Alih-alih berpendapat bahwa politik identitas akan menguat lima tahun ke depan. Justru dengan mengusung Ahok sebagai salah satu kandidat Pilpres 2024 menjadi sebuah alternatif dalam merombak kebuntuan politik identitas.

Paling tidak, Ahok memenuhi portofolio Cawapres 2024. Disamping menguat isu oligarki politik di tengah masyarakat. Ahok yang bukan dari warisan oligarki politik juga menjadi salah satu opsi di tengah masyarakat dalam konteks elektoral ke depan.

Ilustrasinya, hubungan Presiden Jokowi dan Ahok adalah sosok kawan yang saling memperkuat satu sama lain. Apakah itu salah ? Sudah pasti tidak, justru hal itu adalah sebuah kekuatan. Hubungan-hubungan tidak melulu ditimbang dalam neraca politik. Siapa mendapatkan apa, dan kapan. Bentuk solidaritas antara Presiden Jokowi dan Ahok, adalah hubungan murni diantara dua orang pria yang berkawan baik.

Sebagai seorang negarawan, tentu terlalu dini bagi Jokowi untuk memberikan dukungan politik secara terbuka kepada perseorangan ataupun partai politik pendukung. Jokowi masih akan fokus memperkuat pemerintah dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial. Namun juga bukan tidak mungkin Jokowi sebagai negarawan ingin melakukan estafet pembangunan bangsa kepada siapapun yang kelak akan dipilih rakyat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Sejauh cakrawala publik menerka, dukungan Presiden Jokowi kepada Ahok memiliki tren yang makin kuat. Kembali lagi, ini tergantung kepada kinerja Ahok dalam melakukan reformasi didalm Pertamina. Ujian inilah yang akan menjadi basia penilaian kinerja Ahok kepada publik serta juga Presiden Jokowi.

Faktor kedua yang juga sangat menetukan adalah dukungan partai politik. Jelas hari ini Ahok berada dalam gerbong politik moncong putih. Tentu saja, Ahok bukan satu-satunya kader terbaik didalam PDI-P, banyak kader partai internal yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Tetapi sebagai partai pemenang pemilu, justru ruang kompetisi internal terbuka secara demokratis. Masih terlalu dini untuk berkesimpulan bahwa Ibu Mega sebagai ketua umum PDI-P tidak akan mendukung pencalonan Ahok untuk Pemilu 2024.

Perlu kembali ditimbang, jika Ahok sukses dalam memimpin reformasi di dalam Pertamina, bukan tidak mungkin jaringan Pertamina menjadi salah satu kekuatan di luar partai politik yang bisa menjadi faktor pendukung majunya Ahok dalam 2024. Yang dimaksud dengan jaringan Pertamina, tentu bukan perusahaan Pertamina yang berpolitik.

Karena sebagai BUMN, Pertamina tidak dikenankan untuk terlibat dalam politik praktis elektoral. Jaringan Pertamina, adalah pihak-pihak non-negara yang memiliki empati atas kinerja positif Ahok dalam melakukan reformasi Pertamina.

Bahkan, jika masyarakat secara luas mendapati manfaat langsung atas dasar kinerja Ahok, bukan mustahil itu menjadi sebuah prestasi besar Ahok dalam sumbangsihnya terhadap kemajuan NKRI. Jika banyak orang berpesimis pada hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini, sepertinya tidak terhadap Ahok. Sikap politiknya semakin mantab digaris pembaharuan PDI-Perjuangan.

Ahok juga semakin mantap memimpin reformasi Pertamina. Jika begitu, tidak ada yang tidak mungkin di 2024.

Abi Rekso Panggalih
Abi Rekso Panggalih
Sekjen DPN Pergerakan-Indonesia.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.