Minggu, Februari 28, 2021

Jakarta Kota Air, Bersama Mengatasi Bencana

Rahman Tolleng yang Saya Kenal

Saya mengenalnya sejak tahun 1990. Saya sendiri baru sadar bahwa itu waktu yang lama sekali. Saat itu saya sedang mengerjakan skripsi S1 tentang jendral-jendral...

Ada ‘Tokoh’ Kemayoran di Belakang Livi Zheng?

Tokoh kita rajin mengabarkan prestasi internasionalnya ke media-media massa. Media membagikan kepada publik apa saja yang mereka terima dari tokoh kita, tanpa sikap kritis...

Bravo! Sejuta Gundala “Preman” van Joko Anwar

Sering sekali kita mendefinisikan orang bebas itu adalah para preman. Dan, jika memang begitu adanya, barangkali sosok bintang di film Gundala adalah preman. Hal...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Pergantian tahun menuju 2020 dirayakan dengan cuaca ekstrem di penjuru kota. Curah hujan dengan skala tinggi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah menimbulkan luapan banjir di mana-mana. Tak terkecuali di ibukota Jakarta yang mengundang pro dan kontra.

Banjir dan kemacetan adalah dua masalah utama yang menghantui ibukota. Semua gubernur yang menjabat selalu dihadapkan pada tantangan bagaimana mengatasi persoalan menahun yang tak kunjung terurai. Sejumlah inisiatif dan terobosan dilakukan untuk menyelesaikan satu per satu.

Seperti kritik Dandhy Dwi Laksono dalam video dokumenter terbarunya Jakarta Kota Air, ibukota yang dulunya bernama Sunda Kalapa memang daerah tangkapan air berupa rawa-rawa. Toponimi ibukota banyak mencirikan hal tersebut, seperti Rawa Buaya, Rawamangun, Rawasari, dan sebagainya.

Bukan hanya di era modern saja banjir jadi masalah, sejak Belanda mendirikan benteng pertama di Pasar Ikan sudah Jakarta sudah banjir. Belanda menyiasati dengan membangun sistem kanal banjir serupa seperti yang dibangun di negeri asalnya nun jauh di Eropa.

Persoalannya, iklim di negeri tropis tidak bisa serta-merta disamakan dengan negeri di belahan bumi dengan empat musim. Proses hidrologis berupa penguapan air berlangsung lebih masif, dan dikembalikan ke bumi dalam bentuk curah hujan dengan volume besar.

Pada sejumlah masyarakat tradisional, konstruksi bangunan didesain untuk mengantisipasi banjir dengan mendirikan rumah panggung. Rumah-rumah modern sebagian besar berupa rumah tapak, yang tentu saja rentan terhadap banjir.

Karena itu mengalirkan air lewat sungai, kanal, hingga drainase jadi sangat penting. Secara teknik, semua saluran air seharusnya dirancang untuk bisa menghadapi debit air maksimal. Dalam kenyataan, tekanan populasi dan urbanisasi membuat sungai-sungai menyempit dan hunian memenuhi bantaran.

Banyak daerah tangkapan air beralih fungsi menjadi daerah perumahan atau properti lainnya. Banjir besar yang melanda Pondok Gede Permai (Bekasi) dan Villa Nusa Indah (Bogor) salah satu fenomenanya. Padahal perumahan ini berupa cekungan dan persis di titik pertemuan sungai Cileungsi dan Cikeas.

Aspek kelembagaan birokrasi dan leadership eksekutif turut menyumbang pada kompleksitas persoalan. Jakarta sebagai ibukota negara terbagi kewenangannya antara pemerintah pusat dengan DKI, ditambah pula fenomena urban sprawl atau melebarnya kawasan megapolitan Jabodetabek.

Perdebatan antara normalisasi ataukah naturalisasi mencerminkan ketegangan birokratik sekaligus nuansa politik. Sejatinya tidak penting betul metode mana yang akan dipilih, yang penting dikerjakan sehingga terwujud hasilnya, tidak berhenti sebatas wacana atau kata-kata belaka.

Pembangunan juga bukan sukses pribadi tokoh A atau B semata. Masterplan penanganan banjir berupa banjir kanal sudah dibuat sejak awal Orde Baru, tetapi baru tuntas pada masa Bang Yos dan Foke. Selalu ada kesinambungan pekerjaan, tapi lagi-lagi yang penting ada pada kemampuan mengeksekusi program.

Dalam hal ini dibutuhkan koordinasi dan sinergi antara berbagai pihak, baik pusat maupun DKI serta kota-kota penyangga. Barangkali ini yang dimaksudkan oleh Jokowi ketika mengatakan bahwa banjir akan lebih mudah diatasi setelah menjadi presiden. Harus ada kerja bersama, tak hanya kata-kata.

Celakanya, yang terjadi masing-masing seperti jalan sendiri-sendiri. Simpang siur informasi soal penyebab banjir menjadi buktinya. Gubernur DKI Anies Baswedan mengklaim semua pompa berfungsi dengan baik, tetapi dari hasil survei yang dilakukan tim Kementerian PUPR mengatakan sebaliknya.

Ironisnya, pernyataan Anies bahkan dibantah oleh bawahannya sendiri Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi. Diakui bahwa pompa air mengalami kerusakan, selain persoalan drainase dan jebolnya tanggul. Anies sendiri menyebut tidak ada tanggul yang jebol, hanya retak-retak saja.

Demikian pula dengan permintaan Anies agar bupati Bogor Ade Yasin mengendalikan “banjir kiriman”. Penelitian LIPI justru menunjukkan bahwa banjir baru-baru ini di Jakarta lebih banyak disebabkan hujan lokal yang ekstrem alih-alih kiriman dari daerah hulu.

Rencana DPRD DKI untuk membentuk Pansus Banjir juga harus didukung, sebagai upaya untuk memperjelas informasi untuk penanganan banjir. Pansus diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat dan tidak melebar kepada persoalan politik yang menimbulkan keriuhan di tengah masyarakat.

Yang tidak kalah penting adalah menguatkan solidaritas antar-warga dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mengingat berbagai prediksi cuaca ekstrem masih akan terus berlanjut beberapa waktu ke depan. Begitu pula dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan demi mencegah perubahan iklim.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.