Kamis, Maret 4, 2021

Indonesia Maju Terbit dari Istana, Pak Jokowi Selamat Bekerja

Pemilu Legislatif yang Terlupakan

Di tahun 2019 ini akan ada apa? Pemilihan presiden, atau pilpres. Semua orang sadar soal itu. Sebaliknya, sedikit yang sadar bahwa 17 April nanti...

Kondisi Psikologis Pelaku Hijrah Radikal

Cerita tentang orang-orang Indonesia yang pergi Suriah untuk bergabungdengan ISIS makin banyak diberitakan media massa. Majalah Tempo edisi pekan ini menjadikan hasil liputan terhadap...

Presiden Jokowi, Waspadalah

Gelombang penolakan terhadap sejumlah rancangan undang-undang (RUU) bermasalah makin meluas. Aksi-aksi mahasiswa dan pelajar tidak hanya meletup di ibu kota, tapi menjalar ke berbagai...

Penggalangan Dana Prabowo Subianto dan Partisipasi Politik

Prabowo Subianto membuat satu terobosan baru. Dia menggalang dana untuk kepentingan partainya, Gerindra, yang akan berlaga dalam Pilkada. "Saya mohon bantuanmu, berapa banyak itu tergantung...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Sungguh tahun politik yang begitu menguras energi. Pelantikan Presiden  Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 20 Oktober kemarin menjadi semangat politik baru bagi negeri ini untuk maju.

Ya, Jokowi melangkah ke periode kedua. Kekhawatiran adanya upaya untuk menggagalkan pelantikan tidak menjadi kenyataan. Memang sempat terjadi aksi teror penusukan terhadap Wiranto, tetapi aparat bertindak cepat. Pengamanan selama acara pelantikan berjalan sangat ketat, tanpa mengurangi kedekatan Jokowi dengan masyarakat.

Bergerak cepat, esok hari setelah mentari pagi terbit, Jokowi mulai memanggil orang-orang yang bakal didapuk sebagai pembantu presiden di kabinet mendatang. Gelombang pertama pemanggilan memberi sentimen positif dengan datangnya tokoh-tokoh profesional seperti Nadiem Makarim, Erick Thohir, dan Wishnutama.

Sosok Nadiem tak bisa dilepaskan dari Gojek, startup lokal yang kemudian berkembang menjadi unicorn kelas dunia. Bersaing dengan aplikasi sejenis dari negara tetangga, Gojek mengubah pola aktivitas ke arah daring (online) serta memberdayakan banyak sekali tenaga dari kemungkinan pengangguran.

Erick mulai masuk radar Jokowi sejak keberhasilannya menyelenggarakan hajatan olahraga Asian Games tahun lalu. Erick kemudian dipilih Jokowi sebagai ketua tim kampanye selama Pilpres. Bermula dari bisnis media dan hiburan, Erick membeli klub-klub olahraga seperti Inter Milan.

Sedangkan Wishnutama adalah pendiri televisi NET, setelah sebelumnya sukses mengembangkan program-program kreatif di grup TransTV. NET dikenal sebagai kanal televisi yang konsisten menyajikan konten-konten siaran berkualitas yang menghibur tanpa gosip pesohor dan sinetron.

Selain itu datang pula ke istana politisi senior Mahfud MD, yang pernah menjabat menteri dengan dua pos berbeda pada masa (alm) Presiden Gus Dur. Mahfud kemudian menduduki jabatan ketua Mahkamah Konstitusi, dan kini menjadi dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Yang paling menghebohkan tentu saja kedatangan mantan seteru berat Jokowi sejak 2014 silam. Prabowo Subianto memastikan partainya Gerindra siap membantu pemerintahan Jokowi. Kuat dugaan setidaknya pos menteri pertahanan diplot untuk Prabowo.

Jauh-jauh hari Jokowi sudah memastikan bahwa kabinet periode kedua akan diisi lebih banyak orang-orang profesional dibandingkan politisi, dengan komposisi 55-45. Untuk mengakomodasi tumbuhnya lapisan generasi muda, Jokowi menjanjikan akan merekrut menteri berusia di bawah 35 dan 30 tahun.

Sejumlah nama menteri yang dinilai berprestasi dari periode sebelumnya diprediksi akan dipertahankan. Terbukti dengan dipanggilnya nama-nama seperti Sri Mulyani sebagai penjaga keuangan negara dan Basuki Hadimuljo sebagai “panglima” infrastruktur, program andalan Jokowi pada periode lalu.

Tidak ayal, nama-nama berlatar belakang partai politik masih akan malang-melintang. Sebut saja Airlangga Hartato (ketua umum Golkar), Siti Nurbaya Bakar (politisi Nasdem), atau nama baru seperti Ida Fauziyah (mantan cawagub Jateng dari PKB) dan Suharso Monoarfa (Plt ketua umum PPP).

Publik terus menyorot proses politik yang sedang bergulir. Dalam tulisan sebelumnya penulis pernah menyinggung pentingnya peran serta publik dalam turut menelisik rekam jejak para calon menteri, agar sesuai dengan visi dan program Jokowi pada periode ke depan.

Dalam pidato pelantikan di depan sidang MPR, Jokowi bertekad untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap) dan menjadi lima besar ekonomi dunia pada ulang tahun ke-100 republik pada 2045 mendatang.

Untuk mencapai ke arah sana, Jokowi menekankan pentingnya inovasi dan menjauhi rutinitas yang monoton. Jokowi mengritik paradigma birokrasi kita yang sebatas mengirim (sending) alih-alih making delivered. Jokowi menekankan pada orientasi hasil sebagai yang utama ketimbang proses.

Sebagai langkah konkret, Jokowi kembali menegaskan fokus pada pembangunan SDM termasuk mengundang talenta-talenta global dan perlunya endowment fund. Berikutnya adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur dan pemangkasan regulasi beserta eselon birokrasi.

Ditutup dengan mengulang kembali pentingnya transformasi ekonomi dari ketergantungan pada sumber daya alam yang kerapkali hanya menjadi kutukan, ke arah daya saing manufaktur dan jasa dengan nilai tambah yang tinggi.

Mengutip pepatah Bugis, pura babbara’ sompekku, pura tangkisi’ golikku, Jokowi telah mengembangkan layar dan memasang kemudi. Tugas para menteri memastikan bahtera republik tidak tersesat dalam inkompetensi dan sengkarut politik, apa lagi semata-mata dijadikan kendaraan menuju 2024.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.