Sabtu, Maret 6, 2021

Hari Prabangsa Nasional, Bukan Hari Pers Nasional

Sandiaga Uno dan Pertarungan Klaim dalam Kemiskinan

Dari kemarin saya melihat puja dan puji atas penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Sri Mulyani mengatakan bahwa jumlah orang miskin di Indonesia terendah dalam...

Nadiem Makarim sebagai Mendikbud: Disrupsi itu Benar-benar Terjadi

Nadiem Makarim, mantan CEO Gojek berusia 35 tahun itu, didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) yang akan menangani pendidikan...

Jangan Lengah, Legislasi Masih Kritis!

Kalau yang apatis sudah responsif tandanya bahaya! Bukti karena ada yang salah dan mengganggu. Catatannya ya salah dan ganggu. Demo penolakan pasal-pasal bermasalah RKHUP...

Kalau Minum Starbucks Mendukung LGBT, Apakah Naik Haji Menyumbang Invasi Suriah dan Yaman?

Kanda Guru Ustadz Abdul Somad yang bijak kembali memberikan ilmu kepada kita umat yang minus ini. Jika sebelumnya Ustadz Abdul Somad bercerita tentang keutamaan...
Avatar
Dandhy Dwi Laksono
Jurnalis, penulis, dan Pendiri Watchdoc, perusahaan film dokumenter. Pada 2015, selama 365 hari, bersama "Ucok" Suparta Arz, Dandhy bersepeda motor mengelilingi Indonesia di bawah bendera Ekspedisi Indonesia Biru.
Tak hanya Ba’asyir dan Robert Tantular, rupanya 2019 adalah tahun penuh berkah untuk para kriminal, tapi penegakan hukum untuk kasus kekerasan pada wartawan banyak belum tuntas.
 
Satu-satunya yang terungkap hingga ke dalangnya seperti pembunuh Prabangsa, justru diberi remisi. Sementara hampir 1.000 petani dan warga dikriminalisasi, kasus pembunuhan wartawan Udin atau Munir, bahkan Novel Baswedan, tak ada titik terang.
 
Jurnalis tak perlu diistimewakan. Namun seperti Munir, Marsinah, Wiji Thukul, atau Novel Baswedan, mereka bekerja mewakili kegelisahan kita. Ada yang sedang meliput kasus korupsi, penyelundupan BBM, atau yang meliput perang dari sisi kemanusiaan dan menolak jurnalisme “NKRI harga mati”.
 
Publik tidak diam. Sebelumnya aksi kawan-kawan jurnalis di Malang, Yogyakarta, dan berbagai kota lain yang mengecam pemberian remisi oleh Presiden kepada dalang pembunuh jurnalis Radar Bali, Narendra Prabangsa.
 
Bersamaan dengan ramainya kabar pengurangan hukuman untuk terpidana kasus Bank Century, Robert Tantular dan gagasan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan “kemanusiaan”, Presiden Jokowi meneken Keppres 29/2018 yang mengurangi hukuman Nyoman Susrama dari seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Terpidana adalah bekas caleg PDIP.
 
Presiden tak tahu siapa yang ia beri remisi. Setelah diprotes, ia minta dikaji ulang. Menterinya menyatakan tak perlu, karena sudah “sesuai prosedur”. Dirjennya membantah menteri dan menyatakan remisi adalah kelalaian.
 
Zaman SBY disebut negara “auto pilot”. Kini fasenya menjadi “no pilot”. Sementara oposisinya pura-pura bisa jadi pilot. Lalu apakah pembunuhan manusia, yang kebetulan seorang wartawan, adalah hal sepele? Mereka ini menganggap kewartawanan bukan semata soal pekerjaan atau sumber nafkah, namun jauh melampaui itu dan memilih jalan pedang.
 
Saya percaya kerja jurnalisme adalah kerja verifikasi. Jika si A mengatakan di luar hujan dan si B membantah, tugas jurnalis itu keluar ruangan dan membuktikan sendiri. Yang hanya mengutip atau mengadu pernyataan si A dan si B disebut “talkshow”. Ini yang paling mudah dan murah. Sementara yang membuktikan di luar hujan tapi hasil rekayasa cuaca, itulah jurnalisme investigasi.
 
Sementara kelompok wartawan lain memilih jalan bertabur bunga, menempel pada kekuasaan sebagai partisan, melayani kepentingan pemilik medianya, menandatangani MoU dengan industri sawit atau investor reklamasi dan properti.
 
Kombinasi uang rakyat dan korporasi itulah yang digunakan untuk mengongkosi sebuah pesta tahunan yang dengan gagah mereka sebut sebagai HARI PERS NASIONAL. Lalu sebenarnya apa sih tugas seorang wartawan?
*dihimpun dari berbagai status facebook Dandhy Dwi Laksono.
 
 

Avatar
Dandhy Dwi Laksono
Jurnalis, penulis, dan Pendiri Watchdoc, perusahaan film dokumenter. Pada 2015, selama 365 hari, bersama "Ucok" Suparta Arz, Dandhy bersepeda motor mengelilingi Indonesia di bawah bendera Ekspedisi Indonesia Biru.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.