Rabu, Januari 20, 2021

Fahri Ngamuk, PKS Bangkrut

Delusi tentang Kehendak Tuhan pada Pilpres

Teman saya seorang pendukung Prabowo. Ia tampak yakin bahwa Prabowo akan menang dalam Pilpres 2019. Orang yakin boleh-boleh saja, tapi ada beberapa hal yang...

Politik Dukungan Milenial. Milenial yang Mana?

Menjelang Pilpres 2019 ini, baik Kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sama-sama giat mengadakan acara dengan jargon milenial. Itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa mereka...

Film Joker, Tak Sekadar Orang Baik dan Jahat

Banyak pihak memetik nilai yang salah dari film Joker. Melalui quote “orang jahat adalah orang baik yang tersakiti”, sikap Joker melawan perundungan, oleh beberapa...

Kritik “Dua Garis Biru” untuk Kaum Terdidik

Mengapa film Dua Garis Biru sempat ditolak ramai-ramai? Jawabanya sederhana: karena begitulah hakikat sebuah bangsa yang kecanduan moral. Saking kecanduannya, sisi gelap selalu dilihat...
Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.

Tok! Begitu bunyi palu hakim Mahkamah Agung memenangkan gugatan Fahri Hamzah ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai selama ini tempat dia bernaung.

Fahri pun senyum selebar-lebarnya. Kenapa? Ya, karena dari gugatan itu, MA mengabulkan tuntutan Fahri senilai 30 miliar rupiah. Dan itu berarti PKS harus membayar dia.

Pertarungan Fahri Hamzah dan PKS sudah terjadi sejak 2016 lalu. Fahri waktu itu dipecat dari partainya karena dibilang sama sekali tidak mewakili marwah PKS di Senayan, apalagi posisi dia sebagai Wakil Ketua DPR.

Tapi, sebenarnya itu alasan yang dicari-cari PKS. Sejak Shohibul Iman menjadi Presiden PKS, gerbong Anies Matta memang sedang dibersihkan di dalam. PKS ingin mengambil alih kekuasaan kursi Wakil Ketua DPR dari tangan Fahri Hamzah.

Sesudah merengek sana-sini tapi PKS tidak perduli, ngamuklah Fahri. Ia lalu bersekongkol dengan pengacara untuk menggugat PKS. Dan pertarungan Fahri vs PKS pun dimulai. Fahri mengajukan gugatan ganti rugi sampai 500 miliar rupiah. Wuih, banyaknya.

Ternyata Fahri Hamzah sampai tingkat MA menang. PKS pun meradang. Mereka minta kasasi, tapi ditolak. Dan akhirnya mereka diganjar harus bayar Fahri 30 miliar rupiah.

Siapa yang harus bayar  Mulai dari Presiden PKS Shohibul Iman, Hidayat Nur Wahid dan tiga orang petinggi PKS lainnya. Mereka dipeloroti habis oleh Fahri.

30 miliar rupiah itu enggak sedikit ya. Tapi, pengacara Fahri sudah menghitung dengan cerdas dan cermat, cepat dan tepat. Dia mengincar aset-aset para petinggi PKS itu, mulai tanah, rumah sampai kendaraan bermotor. Aset-aset itu diminta disita oleh pengadilan dan dilelang sehingga mencapai nilai 30 miliar rupiah.

Ini sama saja membuat misqueen semisqueen-missqueennya para petinggi PKS itu. Bisa-bisa mereka tinggal pake kolor dan bedak saja. Fahri emang kejam kalau masalah duit. Gak ada komprominya. Mungkin dia dendam dulu merengek-rengek, tapi tidak dihiraukan.

Fahri sendiri sekarang fokus di Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia), ormas yang didirikannya bersama Anies Matta dan sedang diurus untuk menjadi partai. Tentu kalau Garbi jadi, PKS akan semakin hancur berkeping karena kadernya terbelah dua.

Kemarin, pengacara Fahri mulai menuntut pembayaran atau penyitaan aset para petinggi PKS. Mereka tidak main-main kalau masalah uang, kejar sampai dapat, kalau perlu “Gunung kan kudaki, rumah tetangga pun kan kuseberangi”.

Bagaimana akhir perseteruan Fahri Hamzah dan PKS? Apakah akan berakhir dengan penderitaan atau akan ada deal-deal di antara mereka yang membuat semua situasi jadi aman.

Kita tunggu sambil seruput secangkir kopi…

Seperti kata pepatah, “Di mana pun PKS berpihak, saya akan pilih lawannya…” Dan itu berarti saya akan pegang Fahri Hamzah dalam kasus ini.

Run Fahri.. Run..

Konten terkait

Ganti Fahri Hamzah Saja Sulit, Bagaimana Mau Ganti Presiden?

Fahri Hamzah, Jose Mourinho, dan Duka PKS

Bacot Fahri Hamzah dan Substansi OTT

Setelah Tsamara Membedah Fahri Hamzah

Sesat Pikir Fahri Hamzah

Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.