OUR NETWORK

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Denny optimis bahwa Enzo bisa dirangkul dan dibina, sementara Brigaldo tidak setuju dengan pendapat Denny

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil).

Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie berhasil mencuri perhatian publik. Maklum, masyarakat kita masih mudah kagum terhadap orang asing yang berkiprah di Indonesia.

Kekaguman warganet bertambah saat diberitakan bahwa Enzo Allie pandai mengaji dan bercakap-cakap dengan panglima TNI dalam bahasa Perancis. Hingga beberapa warganet berhasil menemukan jejak digital Enzo dan Hadiati Basjuni Allie ibunya. Tersebar tangkapan layar akun facebook Hadiati dan Enzo dengan bendera tauhid.

Jejak digital juga menunjukan Hadiati adalah pendukung Prabowo garis keras dan pembenci banser NU. Adapun Enzo sempat mengunggah foto profil bendera tauhid dan sempat berfoto dengan memegang pedang.

Banyak pihak yang memberikan komentar terkait Enzo Allie apakah bisa diterima menjadi TNI atau tidak.

Pro-kontra mencuat menjadi polemik yang menghiasi dunia maya. Ada polemik yang menurut penulis menarik tentang Enzo, yakni yang terjadi antara Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga.

Kita tahu baik Denny maupun Brigaldo mempunyai pemahaman yang sama tentang radikalisme. Mereka berdua terkenal anti dengan Islam radikal dan HTI.

Menariknya dalam kasus ini Denny dan Brigaldo mempunyai pandangan yang berbeda terkait Enzo. Denny optimis bahwa Enzo bisa dirangkul dan dibina, sementara Brigaldo tidak setuju dengan pendapat Denny.

Bagi Brigaldo HTI harus dibasmi, merangkulnya adalah bunuh diri. Brigaldo kemudian menunjukan video maupun berita tentang bahaya HTI di dinding fanpagenya.

Penulis lebih cenderung setuju dengan Denny Siregar dibanding Brigaldo Sinaga. Tentu penulis mempunyai pendapat yang sama tentang HTI dengan Denny dan Brigaldo.

Namun, dalam cara penanganan kader HTI, bagi penulis Denny lebih jernih dan rasional. Adapun Brigaldo menurut penulis terlalu emosional dalam menghadapi HTI. Persoalan selanjutnya adalah apakah memang Enzo adalah kader HTI?

Kita terlalu cepat menyimpulkan dari bendera tauhid yang sering diunggah Enzo. Menurut Ridlwan Habib pakar intelijen Enzo bukanlah simpatisan atau kader HTI.

Kalau memang Enzo ingin melakukan penyusupan maka seharusnya Enzo menyembunyikan identitas aslinya agar tidak diketahui umum. Menurut Ridlwan Habib, baik Enzo maupun ibunya hanya terpapar populisme Islam, yang tengah menguat pasca Pilkada DKI tahun 2016.

Ridlwan lanjut mengusulkan agar Enzo berikrar di depan umum bahwa apa yang dituduhkan tidaklah benar.

Enzo hendaknya berikrar bahwa dirinya mengakui pancasila dan NKRI sebagai sesuatu yang sudah final. Bagi penulis solusi ini adalah win-win solution guna membersihkan nama baik Enzo.

Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2018-2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…