Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Karena Mendukung Jokowi, Rhenald Kasali Dikambinghitamkan

Bangkrutnya Jiwasraya bak bola salju yang menggelinding dari puncak. Di sepanjang jalannya, ia menerjang apa saja dan menyeret segala sesuatu di sekitarnya. Jiwasraya jelas-jelas dibangkrutkan...

Ahok: PSI Partai Kecil Omong Gede?

Ahok adalah "manusia kontroversial abadi". Kapan dan di mana pun dia berada, pikiran dan mulutnya tak berjarak. Bahkan, untuk sedikit menimbang manfaat dan mudaratnya,...

Hijab Nasrin Sotoudeh, Kerudung Jacinda Ardern

Dunia tampaknya melihat dengan takjub nan takdim kepada kerudung Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Tapi, negara dengan mayoritas umat Islam seperti di Indonesia,...

Pencegahan Banjir Jakarta dan Janji Kampanye Gubernur Anies Baswedan

Tak lama setelah Gubernur Anies Baswedan dilantik, Jakarta dilanda banjir yang cukup parah. Sebelum terlalu jauh menyalahkan Anies, kita harus ingat bahwa Jakarta memang...
Robby Karman
Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2018-2020

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil).

Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie berhasil mencuri perhatian publik. Maklum, masyarakat kita masih mudah kagum terhadap orang asing yang berkiprah di Indonesia.

Kekaguman warganet bertambah saat diberitakan bahwa Enzo Allie pandai mengaji dan bercakap-cakap dengan panglima TNI dalam bahasa Perancis. Hingga beberapa warganet berhasil menemukan jejak digital Enzo dan Hadiati Basjuni Allie ibunya. Tersebar tangkapan layar akun facebook Hadiati dan Enzo dengan bendera tauhid.

Jejak digital juga menunjukan Hadiati adalah pendukung Prabowo garis keras dan pembenci banser NU. Adapun Enzo sempat mengunggah foto profil bendera tauhid dan sempat berfoto dengan memegang pedang.

Banyak pihak yang memberikan komentar terkait Enzo Allie apakah bisa diterima menjadi TNI atau tidak.

Pro-kontra mencuat menjadi polemik yang menghiasi dunia maya. Ada polemik yang menurut penulis menarik tentang Enzo, yakni yang terjadi antara Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga.

Kita tahu baik Denny maupun Brigaldo mempunyai pemahaman yang sama tentang radikalisme. Mereka berdua terkenal anti dengan Islam radikal dan HTI.

Menariknya dalam kasus ini Denny dan Brigaldo mempunyai pandangan yang berbeda terkait Enzo. Denny optimis bahwa Enzo bisa dirangkul dan dibina, sementara Brigaldo tidak setuju dengan pendapat Denny.

Bagi Brigaldo HTI harus dibasmi, merangkulnya adalah bunuh diri. Brigaldo kemudian menunjukan video maupun berita tentang bahaya HTI di dinding fanpagenya.

Penulis lebih cenderung setuju dengan Denny Siregar dibanding Brigaldo Sinaga. Tentu penulis mempunyai pendapat yang sama tentang HTI dengan Denny dan Brigaldo.

Namun, dalam cara penanganan kader HTI, bagi penulis Denny lebih jernih dan rasional. Adapun Brigaldo menurut penulis terlalu emosional dalam menghadapi HTI. Persoalan selanjutnya adalah apakah memang Enzo adalah kader HTI?

Kita terlalu cepat menyimpulkan dari bendera tauhid yang sering diunggah Enzo. Menurut Ridlwan Habib pakar intelijen Enzo bukanlah simpatisan atau kader HTI.

Kalau memang Enzo ingin melakukan penyusupan maka seharusnya Enzo menyembunyikan identitas aslinya agar tidak diketahui umum. Menurut Ridlwan Habib, baik Enzo maupun ibunya hanya terpapar populisme Islam, yang tengah menguat pasca Pilkada DKI tahun 2016.

Ridlwan lanjut mengusulkan agar Enzo berikrar di depan umum bahwa apa yang dituduhkan tidaklah benar.

Enzo hendaknya berikrar bahwa dirinya mengakui pancasila dan NKRI sebagai sesuatu yang sudah final. Bagi penulis solusi ini adalah win-win solution guna membersihkan nama baik Enzo.

Robby Karman
Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2018-2020
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.