Minggu, Oktober 25, 2020

TERKUAK! Bukti Demo Neno Warisman Adalah Marketing Markobar

Pembajak buku dan Aktivisme Radikal Buku Terlarang

/1/ “Aku mengenal Kasih Kinanti setahun lalu di kios Mas Yunus, langganan kami berbuat dosa. Di sanalah kawan-kawan sesama pers mahasiswa diam-diam menggandakan beberapa...

Corona, Camus, dan Situasi Kita

Di sela waktu berkumpul dengan keluarga akhir pekan kemarin, situasi pandemi corona yang semakin menggurita ini memancing saya melirik salah satu buku lama saya...

Gentaskan Pembelokan Sejarah di Indonesia

Merespon banyaknya ketakutan yang dimiliki Indonesia dan warganya, saya mencoba untuk mengulas kembali sejarah yang menjadi momok mengerikan di Indonesia. Lucu, karena negara luas...

Rakyatnya Panik Corona, Parpol Bisa Apa?

Masih ingat kan saat musim kampanye, ada yang gratis tapi bukan bantuan. Begitu hebatnya mesin politik memainkan suasana, seketika orang-orang di kampung dibuat heboh...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Suatu pagi di Kota Solo. Di bawah komando Bunda Neno Warisman, orang-orang berdemonstrasi di depan warung martabak Markobar. Lah, kenapa Markobar didemo? Martabaknya enggak enak? Atau rasa topingnya yang premium bikin enek? Atau martabak red velvet-nya tidak dilengkapi Kang Seul-gi?

Orang-orang itu, di bawah komando Bunda Neno Warisman, berdemonstrasi di depan Markobar karena pengin ganti presiden. Konon ribuan orang, di bawah komando Bunda Neno Warisman, melakukan gerak jalan dari Lapangan Kota Barat, Solo, dengan memakai atribut bertuliskan #2019GantiPresiden.

Gerak jalan sih bebas, boleh saja. Tapi yang bikin gemas, Bunda Neno Warisman dan massanya berhenti dan berorasi di depan Markobar. Intinya, pada pemilu mendatang kita wajib pilih calon presiden lain.

Sejak kapan Markobar jadi KPU atau Bawaslu yang mengurusi pemilu?

Muncul analisis begini: Mereka, di bawah komando Bunda Neno Warisman, melakukan demonstrasi di depan Markobar karena warung tersebut milik Gibran Rakabuming Raka, anak Presiden Joko Widodo. Mereka mau bilang, “Le, tolong bapaknya dikasih tahu, kami ini sudah kehabisan ide. Tolonglah, kamu bilang ama bapakmu enggak usah ikut pilpres biar calon kami menang.”

Bukan cuma saya yang bingung, demonstrasi ganti presiden kok orasinya di depan warung martabak. Ini mungkin strategi baru, patut ditiru oleh gerakan Kamisan. Jika selama ini peserta Kamisan demonstrasi di depan Istana untuk menuntut negara mengakhiri impunitas, mulai Kamis besok Kamisan bisa demonstrasi di depan Kementerian Maritim. Siapa tahu Pak Luhut bisa bantu.

Kalian masih bingung kan kenapa kok demonstrasi ganti presiden dilakukan di depan warung martabak? Ya bagaimana, wong bikin lagu #2019GantiPresiden saja klaimnya ngawur semua, kok bisa berharap punya oposisi waras? Begini deh, retorika oposisi yang ada enggak pernah jauh dari komunis, liberal, antiislam, dan menzalimi ulama. Dikiranya negara ini cuma orang Islam saja.

Mbok sekali-kali kritik developmentalisme, tuntut penegakan hukum, atau tagih komitmen Nawacita.

Sebentar, Mas, ini tulisan kan judulnya “TERKUAK! Bukti Demo Neno Warisman Adalah Marketing Markobar”, kok malah ambyar sampai ke Nawacita segala? Ya bagaimana, gara-gara demo depan warung martabak yang viral itu, teman-teman saya pada pesan Markobar. Saya yakin ada peningkatan 200 hingga 300 persen penjualan martabak Markobar di seluruh Indonesia karena demo itu. Orang-orang yang selama ini enggak tahu anak Jokowi jualan martabak, jadi tahu dan penasaran ingin mencoba martabaknya.

Oh, ya, bisa jadi orang-orang yang selama ini tidak peduli malah jadi bersimpati kepada Jokowi. Kamu punya masalah dengan bapaknya, eh, malah anaknya yang diserang. Orang-orang yang mendukung gerakan #2019GantiPresiden ini bahaya betul dalam berpikir. Ada prinsip etika sederhana: jika kamu enggak suka seseorang, jangan serang keluarganya. Saat belum berkuasa saja sudah meginjak-injak prinsip tersebut, bagaimana nanti kalau berkuasa? Tolong ya, Bunda ….

Saya enggak suka martabak Markobar kok, Bunda … saya lebih suka Tahu Petis Yudhistira.

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.