Kamis, Maret 4, 2021

Covid-19 dan Melawan Stunting

Melampaui Politik Daun Salam

Di masa kampanye Pilpres 2019, Cawapres Kyai Ma’ruf Amin, berkal-kali menegaskan bahwa dalam tarikh politik di masa lalu, posisi kyai tak lebih dari amsal...

Somad yang Takut Salib

"Bang, bagaimana pandanganmu tentang video ini?" Tanya seorang teman sambil membagikan video seorang ustaz bernama Somad yang sedang ceramah. Dalam ceramahnya, Somad bercerita ada seorang ibu...

Beberapa Hal Yang Bisa Dilakukan BTP Setelah Bebas

Saya sering mengkritik Ahok, eh, maksud saya BTP. Di luar kebijakannya yang saya anggap problematik, saya menyukainya sebagai individu. Terserah kepada anda mau percaya...

Pentingkah Jasa Orang-Orang Tionghoa di Indonesia?

Informasi tentang peran dan jasa orang-orang Tionghoa di Indonesia sangat penting, bahkan darurat! Karena merekalah yang mengalami nasib paling buruk sepanjang kemerdekaan bangsa ini,...
muhammad ridha
Akademisi UIN Antasari Banjarmasin; Alumni Program Magister Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang. Penulis dapat dihubungi via email ridha@uin-antasari.ac.id

Sejak kasus pertama yang menginfeksi warga Wuhan, Cina pada Desember 2019 lalu, hingga hari ini virus Corona jenis baru yang dikenal dengan Covid-19 semakin merajalela. Jumlah orang yang terinfeksi terus mengalami kenaikan yang signifikan.

Laporan-laporan resmi pemerintah mencatat bahwa telah ada ratusan ribu orang yang terinfeksi dan ribuan telah dinyatakan meninggal dunia. Indonesia pun demikian. Meskipun tergolong baru tertular sebagaimana diumumkan pemerintah pada 02 Maret 2020 lalu.

Hingga kini tercatat sudah ada ratusan orang yang positif terinfeksi Covid-19 dan puluhan telah dinyatakan meninggal termasuk enam orang diantarnya adalah para dokter yang turut menangani langsung pasien yang terinfeksi.

Sebagai bentuk respon terhadap penyebaran pandemi Covid-19 itu beragam upaya telah dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk melakukan pencegahan dan penyembuhan, misalnya dengan penyemprotan cairan desinfektan, menerapkan social distancing, membatasi akses masuk dan keluar suatu wilayah dan menerapkan sistem untuk bekerja dari rumah (work from home) dengan menerapkan fasilitas dan layanan online yang tersedia.

Selain itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam beberapa minggu terakhir juga sangat aktif mengkampanyekan gerakan hidup bersih dan sehat. Mulai dari cara mencuci tangan yang baik dan benar, tata cara bersin yang tepat, menghindari mengkonsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar-benar matang, masker dan alasan menggunakannya, makan makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan sistem imun dalam tubuh dan olahraga teratur untuk menjaga kebugaran

Alhasil, masker, beragam jenis produk hand sanitizer hingga cairan desinfektan menjadi raib di pasaran. Video tutorial tentang cara membuat produk hand sanitizer secara mandiri pun ramai ditonton. Beragam informasi tentang manfaat tanaman-tanaman herbal seperti jahe merah, kunyit dan lainnya juga ramai disebarkan.

Meskipun tidak sedikit juga informasi yang disebarluaskan itu tercampur dengan informasi-informasi hoaks (misal: lihat laporan hoaks yang dirilis situs Kominfo setiap hari). Meski sudah tiga pekan berlalu, sejak kasus pertama yang menginfeksi dua orang itu diungkapkan ke publik oleh pemerintah.

Beragam video pendek dan foto tentang upaya menghindari penularan Covid-19 dan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat terus menerus diunggah dan dibagikan pada banyak media, utamanya melalui sosial media.

Literasi masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran, pola makan dan memperhatikan gizi serta kebersihan makanan yang akan dikonsumsi sepertinya meningkat secara drastis. Banyak masyarakat yang mulai terbiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagaimana dianjurkan. Hal itu merupakan pertanda yang sangat baik bagi masyarakat kita.

Ada peribahasa lama yang mengatakan,”sekali mendayung, dua hingga tiga pulau terlampaui”. Peribahasa itu tepat sekali untuk menggambarkan apa yang tengah dilakukan pemerintah dan masyarakat sekarang secara beramai-ramai. Gerakan massal mengkampanyekan upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat itu akan mendapatkan tiga manfaat sekaligus, yaitu:

Pertama, potensi penyebarluasan Covid-19 menjadi berkurang karena terbatasnya media bagi Covid-19 untuk berpindah tempat serta sistem imun dalam tubuh yang secara tidak langsung mengalami penguatan. Sekelompok peneliti dari Universitas Melbourne dan The Royal Melbourne Hospital, Australia beberapa hari yang lalu melalui akun Instagramnya mengungkapkan bahwa sistem imun dalam tubuh memiliki kemampuan alamiah untuk menangkal serangan Covid-19 yang masuk ke tubuh.

Kedua, terbentuknya karakter untuk selalu menjaga kebersihan dan menjaga kebugaran tubuh. Hal ini sangat penting, bukan hanya sekedar tentang pencegahan infeksi Covid-19, namun ada banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan tumbuhnya karakter menjaga kebersihan dan kebugaran itu.

Misalnya, meskipun Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara maju, namun urusan sampah “buang sembarangan” masih merupakan permasalahan utama yang terjadi di banyak kota dan desa. Dengan terbentuknya karakter untuk selalu menjaga kebersihan, maka sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan dapat diprediksi akan sangat jauh berkurang.

Ketiga, menekan kasus kegagalan untuk tumbuh secara optimal karena kekurangan gizi pada level kronis pada 1000 hari pertama kehidupan (stunting) yang sudah sejak lama menghambat upaya mewujudkan bangsa yang cerdas dan unggul.

Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa faktor penyebab Stunting diantaranya adalah pola asuh yang kurang baik, utamanya pada praktik pemberian makanan kepada bayi, fasilitas sanitasi yang kurang memadai dan ketersediaan air bersih layak konsumsi. Untuk itu, terbentuknya pola hidup bersih dan sehat dapat menjadi solusi tepat bagi penekanan angka stunting di negeri ini.

Covid-19 memang mematikan. Meskipun demikian, potensi untuk tidak terinfeksi dan sembuh setelah terinfeksi masih sangat tinggi, salah satunya dengan penguatan sistem imun tubuh.

Penerapan pola hidup bersih dan sehat merupakan kuncinya. Secara perlahan, jika konsisten dilakukan dalam waktu yang cukup lama maka akan mewujud menjadi karakter masyarakat, yaitu masyarakat yang sadar dan peduli akan kebersihan dan kesehatan serta terwujudnya Indonesia unggul yang bebas Stunting dan Covid-19

muhammad ridha
Akademisi UIN Antasari Banjarmasin; Alumni Program Magister Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang. Penulis dapat dihubungi via email ridha@uin-antasari.ac.id
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.