Senin, Oktober 26, 2020

Blunder Achmad Zaky dan #UninstallBukalapak

Arteria, Hewan Peliharaan, dan Kelainan Psikologis

Tulisan ini tak ada hubungannya dengan Arteria yang sedang hangat dibicarakan gara-gara barangkali merasa "gelisah" dalam sebuah acara di televisi kemarin malam. Dalam acara...

New Normal untuk Indonesia Lepas Landas

Bagi kritikus kebanyakan rasanya semua yang dilakukan orang lain itu salah! Yang benar hanya yang mereka fikirkan tetapi belum tentu juga mereka kerjakan. Kalangan...

Guru, Sang Pahlawan yang Toleran

Ada dua momen penting di bulan November ini, yaitu Hari Pahlawan (10 November) dan Hari Guru (25 November). Kedua hari ini mempunyai kaitan satu...

Kasus Klorokuin, Bukti Gegabahnya WHO

Kabar terbaru menginfokan bahwa lembaga kesehatan internasional, World Health Organization (WHO), kembali melanjutkan serangkaian ujicoba hidroksiklorokuin atau klorokuin yang sebelumnya sempat dihentikan karena disebabkan berbagai...
Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.

Di timeline saya mendadak ramai tagar #UninstallBukalapak. “Ada apa?” Pikir saya dengan antena detektif yang menyala. Saya langsung berangkat ke Twitter dan search “Achmad Zaky”. Achmad Zaky ini adalah founder sekaligus CEO aplikasi Bukalapak, aplikasi milik negeri dengan valuasi mencapai 1 miiar dolar atau lebih dari Rp.14 triliun.

Ya, Bukalapak adalah unicorn ke-4 di Indonesia sesudah GO-JEK, Traveloka dan Tokopedia. Kekayaan Achmad Zaky saja menurut Globe Asia sebanyak kurang lebih Rp.1,5 triliun. Dan ia masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

Tentu ini membanggakan. Lalu, kenapa Bukalapak harus di-uninstall?

Selidik punya selidik, ternyata itu gara-gara Achmad Zaky mencuit magic word “presiden baru” di sana. Twit ini menyakiti banyak pendukung Jokowi, karena mereka berpikir: selama ini Jokowi kurang apa dalam mendorong perkembangan startup di Indonesia, termasuk Bukalapak, bahkan menghadiri acara ulang tahunnya?

Tidak mudah seorang Presiden menghadiri acara ulang tahun sebuah perusahaan swasta, jika tidak punya maksud mempromosikan perusahaan itu.

Ya, Jokowi bangga dengan karya anak muda berprestasi, sebangga ia dengan prestasi anak-anaknya sendiri yang membuka usaha dengan keringatnya tanpa bantuan orang tua.

Lalu, kenapa Achmad Zaky “tega” bicara presiden baru di Twitternya?

Inilah yang membuat para pendukung Jokowi sakit hati. Mereka tidak bisa menerima ungkapan “presiden baru” itu karena merupakan indikasi dukungan terhadap lawan politik Jokowi yang dulu sempat mengumandangkan tagar #2019GantiPresiden.

Ini memang musim politik, jadi agak sensitif. Sinyal baper sangat tinggi, sehingga kesentil dikit langsung pada ejakulasi.

Achmad Zaky pun sibuk klarifikasi dengan bikin twit-twit baru, yang malah jadi bahan ejekan. Dan dari timeline saya terlihat sudah banyak orang yang uninstall Bukalapak dengan emosional.

Sebagai seorang CEO, Achmad Zaky seharusnya tidak perlu terlibat dalam arus politik tegangan tinggi seperti ini. Netral-netral sajalah, seperti Nadiem Makarim dan founder startup lainnya. Kerja saja, karena memang di situ bidangnya.

Mau kritik silakan, tapi tidak perlu bawa kata “presiden baru” segala. Akhirnya jadi bahan serangan dari mana-mana. Cuma di situ kesalahan Achmad Zaky sebenarnya, tapi karena waktunya tidak tepat akhirnya jadi tertarik-tarik dalam perseteruan Cebong vs Kampret yang sudah mengarah pada hooliganisme. “Kamu musuhku jika tidak sama denganku ….”

Saya punya satu kiat yang menarik supaya situasi normal kembali. Mumpung Bukalapak ada program obral-obralan, coba bikin program “Serbu” dengan menjual Kampret seharga Rp1. Niscaya Bukalapak akan di-install kembali oleh Cebong, dan kali ini Kampret yang akan menyerbu, dan mereka akan protes, “Kok bisa harga kami kemahalan begitu?”.

Ini kopinya, Mas Achmad Zaky … jangan diseruput, tenggak langsung saja.

Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

  Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

ARTIKEL TERPOPULER

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.