Rabu, Oktober 28, 2020

Tragedi Aleppo

Adakah yang Salah dengan Penggemar Tik Tok dan Bowo Alpenliebe?

Tik Tok sempat diblokir Kominfo pada awal Juli silam. Alih-alih tertarik pada isu pembatasan berekspresi dan berkreasi dengan senjata narasi moralitas ala pemerintah, saya...

Menuju Spiritualitas Gitu Aja, Kok, Repot

"Gitu aja, kok, repot!?" Kita mungkin merindukan ungkapan ini. Terbayang gestur Gus Dur kala mengucapkannya. Suaranya enteng meluncur bebas. Nadanya santai. Nuansa humor terasa...

Renungan Tragedi Asap untuk Presiden Jokowi

Tiga bulan lebih sudah tragedi asap kebakaran lahan dan hutan itu datang menghampiri dan mengakrabi wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ia tidak sekadar hadir memenuhi...

Syekh Hasyim Asy’ari dan Spirit Hari Santri

Tanggal 22 Oktober yang dikukuhkan dan dideklarasikan sebagai Hari Santri oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah momentum untuk menghidupkan kembali salah satu peran...
Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah

A general view shows the damage inside the Umayyad mosque, in the government-controlled area of Aleppo, during a media tour, Syria December 13, 2016. REUTERS/Omar Sanadiki *** Local Caption *** Pemandangan bagian dalam masjid Umayyad yang rusak, saat tur media di wilayah kekuasaan pemerintah di Aleppo, Suriah, Selasa (13/12). ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sanadiki/djo/16
Pemandangan bagian dalam masjid Umayyad yang rusak di Aleppo (13/12). ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sanadiki/djo/16

Pekan-pekan ini masyarakat di beberapa negara, seperti Turki, Yordania, Kuwait hingga Inggris, turun ke jalan melakukan aksi atas nama solidaritas terhadap warga Aleppo. Aksi juga dilakukan pemerintah Qatar yang menggagalkan pesta perayaan hari nasional negerinya sebagai wujud solidaritas terhadap Aleppo.

Di Paris, Prancis, Menara Eiffel yang biasanya gemerlap oleh cahaya lampu sengaja dimatikan menjadi gelap gulita dengan alasan yang sama.

Dalam aksinya, para demonstran menuduh rezim Suriah telah melakukan kejahatan dan pembantaian terhadap penduduk kota Aleppo. Rusia dan Iran sebagai sekutu rezim Suriah juga tak luput dari sasaran kecaman para demonstran.

Di media sosial tagar #SaveAleppo menggema disertai foto-foto hancurnya bangunan dan warga sipil yang menderita. Situasi seperti ini mengingatkan kita akan konflik Gaza-Israel.
Apa yang terjadi di Aleppo?

Peperangan Aleppo sebenarnya satu peperangan dari beragam peperangan yang terjadi di Suriah.

Di beberapa tempat, peperangan terjadi antara rezim Suriah melawan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Di beberapa tempat lain, pemberontak dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi memerangi ISIS.

Aleppo adalah kota terbesar kedua setelah Damaskus dan menjadi kota berpenduduk paling padat di Suriah. Konflik telah memaksa kota Aleppo terbelah menjadi dua, bagian barat dikontrol rezim Suriah dan bagian timur dikuasai para pemberontak.

Sebenarnya Aleppo timur secara geografis telah terisolasi dari seluruh arah selama enam bulan. Peperangan Aleppo yang ramai diberitakan belakangan ini disebabkan langkah militer rezim Suriah untuk menyatukan kembali “dua Aleppo” tersebut.

Jadi, peperangan Aleppo adalah episode tentang peperangan rezim Suriah melawan kelompok pemberontak yang menguasai kota ini sejak tahun 2012.

Sebagaimana umumnya daerah yang dikuasai pemberontak, tidak ada kekuatan tunggal di Aleppo. Mereka terdiri dari beberapa faksi atau kelompok, yang kemudian mendirikan dewan lokal.

Yang jelas, tidak ada ISIS di Aleppo. Namun, bagi rezim Suriah, kelompok-kelompok pemberontak yang menguasai Aleppo tak ada bedanya dengan ISIS, mereka dianggap sama saja.

Pertikaian dan ketidakpercayaan di antara pemberontak telah mempercepat keruntuhan mereka. Selama seminggu, pemberontak faksi islamis, misalnya, menyerang kelompok yang didukung Amerika Serikat dan mengambil persediaan mereka.

Seperti disebutkan sebelumnya, peperangan Aleppo hanya bagian dari beragamnya peperangan di Suriah.

Kekuatan-kekuatan asing di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, dan negara Barat yang mendukung pemberontak, sementara itu Iran, Hizbullah Lebanon, dan Rusia di pihak rezim Suriah telah membuat perang saudara Suriah ini berlarut-larut.

Dalam peperangan Aleppo, perang antar media dalam konflik Suriah terlihat semakin telanjang. Kita akan mendapati narasi pemberitaan yang berbeda—bahkan bertentangan— antara media dari negara-negara teluk dan media Rusia tentang Aleppo.

Dalam kasus Aleppo tidak mudah memperoleh berita yang benar-benar independen. Mengikuti perkembangan Aleppo dari berbagai macam sumber mungkin satu-satunya cara agar kita tidak terjebak dalam satu framing.

Penderitaan warga Suriah akibat pengeboman AU Rusia di Aleppo memang sulit disangkal, warga sipil berkeliaran di jalanan di antara puing-puing bangunan di musim dingin. Namun, terlalu berlebihan mengatakan telah terjadi genosida.

Keterlibatan pasukan khusus Iran dan paramiliter Hizbullah Lebanon membela rezim Assad (seperti ketika merebut Aleppo) masih saja disalahpahami sebagai kekuatan Syiah yang menindas Sunni di Suriah oleh beberapa kalangan.

Sama ngawurnya juga ketika para pembela rezim Assad memahami Aleppo adalah sarang kelompok teroris, atau semua yang anti-rezim dicap teroris.

Jika orang di Timor Leste atau Suriname salah memahami konflik Suriah, bagaimanapun, menurut saya tidak akan terlalu berpengaruh. Akan tetapi, kesalahpahaman kita di Indonesia memandang apa yang terjadi di Suriah, bisa berakibat fatal dan berbahaya.

Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Politik dan Monopoli Media Sosial

Saat ini, kita hidup di era cyberspace (dunia maya). Era yang pertama kali diperkenalkan oleh William Gibson dalam buku Neuromancer itu, dimaknai sebagai suatu...

Candu Media Sosial, Kajian Filosofis dan Psikologis

Bermain ria di “alam medsos” terkadang meng-asyikkan. Tapi akhirnya menganggap dunia nyata jadi tak menarik untuk bersosialisasi dan mengemban hidup secara hakiki. Untuk melihat...

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Mengenal Dua Tokoh Ateisme: Feuerbach dan Marx

Ludwid Feuerbach (1804-1872) dan Karl Marx (1818-1883) menjadi dua tokoh besar ateisme dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya digolongkan filsuf materialistis karena bagi mereka pemikiran...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.