OUR NETWORK

Tahniah 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif

Pun, Buya Syafii telah mengajarkan kesederhanaan, bahwa hidup apa adanya harus disyukuri dan dinikmati. Harta bukanlah segala-galanya. Dengan harta apa adanya kita dapat berada dan mengada. Arkian, hidup sekali adalah hidup berarti.
Prof Dr Ahmad Syafii Maarif

Saya mengucapkan tahniah atas 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif. Semoga Buya Syafii di usia tua tetap dapat berkiprah bagi umat/bangsa dan kemanusiaan melalui pikiran-pikiran yang mencerahkan.

Sosok Buya Syafii mencerminkan pribadi beristiqamah, langkahnya tak kenal henti, kiprahnya tak kenal lelah, dakwahnya tak kenal menyerah. Bagi seorang penyair, syair bak air mengalir tanpa akhir.

Yang penting diwarisi dari diri Buya Syafii adalah cinta dan komitmen kita bagi Muhammadiyah tak lapuk karena hujan tak lekang karena panas. Pengabdian kita bagi Muhammadiyah tak kenal waktu, baik pada masa khidmad maupun ba’da khidmat. Itulah Buya Syafii yang begitu menyintai dan menyayangi almamaternya, Madrasah Muallimin Muhammadiyah.

Pun, Buya Syafii telah mengajarkan kesederhanaan, bahwa hidup apa adanya harus disyukuri dan dinikmati. Harta bukanlah segala-galanya. Dengan harta apa adanya kita dapat berada dan mengada. Arkian, hidup sekali adalah hidup berarti.

Keprihatinan akan nasib umat tak membuat Buya Syafii galau apalagi kehilangan asa. Dia cecarkan kritik sebagai autokritik. Dia gegarkan koreksi menjadi koreksi diri. Kritik sejatinya bersifat konstruktif, walau acapkali dirasakan dekonstruktif bahkan destruktif. Tapi itulah niat baik tak terpengaruh iklim dan musim, sekali berazam maka sepenuhnya dan seterusnya terserah Sang Penentu Waktu. Sang Waktu jua yg akan menentukan.

85 tahun bukan masa pendek, bukan juga panjang. Kenisbian menjadi bermakna ketika masa dipenuhi dengan hal berguna. Buya Syafii telah menerbarkan al-ma’un (hal berguna) itu. Semoga Allah SWT melimpahkan sehat walafiat bagi Buya Syafii untuk membuktikan “khairunnas man thala ‘umruhu wa hasuna ‘amaluhu”.

Jika mungkin ingin saya katakan: Life begins at Eighty Five, kala akhir bukanlah akhir, tapi akhir adalah justeru awal. Barakallahu fi ‘umrikum.

M. Din Syamsuddin
M. Din Syamsuddin Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Ketua Umum PP Muhammadiyah (2005–2015), Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.