Kamis, Januari 21, 2021

Tahniah 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif

Menteri Lukman, Bendera Tauhid, dan Tantangan Moderasi Beragama

Ada kehebohan di media sosial kemarin (Minggu, 21 Juli). Beredar sebuah foto yang menampilkan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Sukabumi, Jawa Barat, yang...

Ketika Nasionalisme dan Merah-Putih Hanya Tameng

Setiap awal-awal Agustus, terutama menjelang tanggal 17, kita akan melihat pernak-pernik merah putih. Ada berupa gantungan kunci, bendera kecil, hingga bendera besar. Sepintas terlihat,...

Pro Jokowi Vs Kontra Jokowi, Perang Abadi Netizen?

Dari sudut pandang politik, konstelasi perpolitikan kita sekarang ini seakan-akan tidak pernah bergerak dari Pemilu Presiden 2014. Kegaduhan pilpres antara pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla...

Ideologi di Balik Teknologi Tepat Guna

Saya suka mengenang masa kecil di lereng Gunung Sindoro yang menyenangkan, khususnya di musim liburan seperti Ramadhan. Bulan Puasa adalah panggung festival kreativitas bagi...
Avatar
M. Din Syamsuddin
M. Din Syamsuddin Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Ketua Umum PP Muhammadiyah (2005–2015), Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC

Saya mengucapkan tahniah atas 85 Tahun Buya Ahmad Syafii Maarif. Semoga Buya Syafii di usia tua tetap dapat berkiprah bagi umat/bangsa dan kemanusiaan melalui pikiran-pikiran yang mencerahkan.

Sosok Buya Syafii mencerminkan pribadi beristiqamah, langkahnya tak kenal henti, kiprahnya tak kenal lelah, dakwahnya tak kenal menyerah. Bagi seorang penyair, syair bak air mengalir tanpa akhir.

Yang penting diwarisi dari diri Buya Syafii adalah cinta dan komitmen kita bagi Muhammadiyah tak lapuk karena hujan tak lekang karena panas. Pengabdian kita bagi Muhammadiyah tak kenal waktu, baik pada masa khidmad maupun ba’da khidmat. Itulah Buya Syafii yang begitu menyintai dan menyayangi almamaternya, Madrasah Muallimin Muhammadiyah.

Pun, Buya Syafii telah mengajarkan kesederhanaan, bahwa hidup apa adanya harus disyukuri dan dinikmati. Harta bukanlah segala-galanya. Dengan harta apa adanya kita dapat berada dan mengada. Arkian, hidup sekali adalah hidup berarti.

Keprihatinan akan nasib umat tak membuat Buya Syafii galau apalagi kehilangan asa. Dia cecarkan kritik sebagai autokritik. Dia gegarkan koreksi menjadi koreksi diri. Kritik sejatinya bersifat konstruktif, walau acapkali dirasakan dekonstruktif bahkan destruktif. Tapi itulah niat baik tak terpengaruh iklim dan musim, sekali berazam maka sepenuhnya dan seterusnya terserah Sang Penentu Waktu. Sang Waktu jua yg akan menentukan.

85 tahun bukan masa pendek, bukan juga panjang. Kenisbian menjadi bermakna ketika masa dipenuhi dengan hal berguna. Buya Syafii telah menerbarkan al-ma’un (hal berguna) itu. Semoga Allah SWT melimpahkan sehat walafiat bagi Buya Syafii untuk membuktikan “khairunnas man thala ‘umruhu wa hasuna ‘amaluhu”.

Jika mungkin ingin saya katakan: Life begins at Eighty Five, kala akhir bukanlah akhir, tapi akhir adalah justeru awal. Barakallahu fi ‘umrikum.

Avatar
M. Din Syamsuddin
M. Din Syamsuddin Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Ketua Umum PP Muhammadiyah (2005–2015), Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.