Banner Uhamka
Rabu, September 30, 2020
Banner Uhamka

Surat untuk Muslimah yang Tak Berjilbab

Bersalaman

Pada hari menjelang Lebaran, dua tokoh bersalaman di TMP Kalibata, Jakarta, 2 Juni 2019. SBY sedang berduka. Di lokasi pemakanan, penghormatan terakhir diberikan kepada...

Mitos Seputar Biografi Nabi Muhammad [Renungan Maulid]

Saya lahir di sebuah kampung di Madura. Kedua orangtua sangat yakin bahwa saya lahir di pagi hari Kamis. Yang mereka tidak tahu, apalagi yakin,...

Narasi Heroik Para Pelaku Teror

Banyak orang terkejut mengetahui fakta bahwa keluarga pelaku teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Dita Oepriarto, tidak berasal dari kalangan menengah...

Kopenhagen, Paris, Jakarta: Dari COP21 Menuju Tindakan Nyata di Level Nasional

Kontribusi Ari Mochamad (Jakarta), Fabby Tumiwa dan Sonny Mumbunan (Paris) Luka yang Menganga Sejak Kopenhagen "In Paris, we have already 185 countries who have submitted their...
Avatar
Aan Anshori
Kordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD), aktifis GUSDURian.

Saya mendapat banyak curhatan dari Muslimah yang mendapat cibiran, sindiran, risak, ancaman, bahkan dikucilkan karena memilih untuk tidak menutup kepala (jilbab atau sejenisnya). Banyak dari mereka yang tidak kuat, gentar dan surut, sehingga memilih “menyerah” pada kondisi seperti itu. Saya benar-benar prihatin dan simpati saya sepenuhnya untuk mereka.

Sebagai seorang Muslim, saya ingin mengatakan pada mereka bahwa tidak menutup kepala bukanlah tindak kejahatan (jarimah) yang bisa dipidana. Kalian sama sekali tidak melakukan apa pun yang merugikan orang lain. Jilbab sendiri adalah urusan yang masih diperdebatkan dalam hukum Islam. Ada yang mewajibkan, ada juga yang tidak. Keduanya punya argumentasi yang sama-sama kuat.

Sebaliknya, perilaku mencibir, merisak, mengancam, mengucilkan, atau sejenisnya, apalagi sesama Islam, merupakan hal yang bersifat pasti; tidak boleh dilakukan. Menyakiti orang lain sangat tidak diperbolehkan dan merupakan hukum universal yang diterima dalam semua agama. Tidak ada satu pun ulama yang berbeda pendapat terkait hal ini.

Perlu kalian ketahui, asas tertinggi dalam hukum Islam adalah rahmat, sebagaimana QS. 21:107, َ”Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

Rahmat sepadan dengan kata “blessing,” yang artinya kurang lebih “something that helps you or brings happiness.” Sehingga, bagaimana mungkin cacian, cibiran, perisakan, pengucilan (terhadap Muslimah tak berjilbab) bisa menolong atau membahagiakan orang?

Hukum Islam seharusnya membawa rahmat dan disebarkan dengan cara-cara yang makruf, bukan dengan metode yang menyakiti orang lain. Semudah itu hukum Islam seharusnya, namun sesulit itu banyak orang tidak memahaminya.

Para Muslimah yang tidak berjilbab,

Dalam situasi seperti ini, saya meyakini kalian akan terus-menerus mengalami pencobaan seperti yang sering kamu terima. Untuk itu, yakini dua hal. Pertama, bahwa salah satu ciri orang-orang bertakwa adalah ia yang terus bersabar dalam penderitaan.

“…. dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. 2:177)

Kedua, jangan pernah menyerang balik siapa pun yang menyakitimu gara-gara kamu tidak berjilbab. Jika penyerangmu adalah Muslimah berjilbab, tahanlah dirimu sekuat tenaga–sekali lagi; sekuat tenaga–untuk tidak menghinanya, termasuk jilbabnya.

Sebaliknya, teruslah mewirid ayat ini. Jika tidak bisa membaca bahasa Arab, tak mengapa, cukup hafalkan arti dan resapi artinya.

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,” (QS. 25: 63)
Akhirnya, jadikan dirimu sebagai model Muslimah yang tidak hanya tangguh, namun juga percaya diri. Jangan pernah minder meski tidak berjilbab, sebab cicit nabi, Sukayna bint Husayn, juga percaya diri tak memakainya.

Berimanlah tanpa rasa takut!

Avatar
Aan Anshori
Kordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD), aktifis GUSDURian.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.