in

Sesat Pikir Deddy Corbuzier Soal Kuliah Tidak Penting



Beberapa hari lalu (22/8), pesulap tersohor Deddy Corbuzier mengunggah video di kanal Youtube-nya dengan judul 8 Alasan Kuliah Tidak Ada Gunanya (tidak lagi menjadi hal penting). Saya tertarik membedah bangunan argumennya satu-persatu sebelum ia akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa kuliah itu tidak penting dan tidak ada gunanya.

Saya yakin ada banyak dari Anda yang terheran-heran, mengapa saya harus rela membuang waktu dan energi menanggapi celotehan ngawur dari seorang pesulap yang mungkin hanya cari traffic. Jujur saya sudah beberapa kali memergoki Deddy membuat video dengan argumen yang amburadul dan ratusan ribu orang mengamini–dan mungkin juga mengimani–nya.

Buat saya ini penting untuk ditanggapi dengan tujuan edukasi. Di sini saya mencoba memfalsifikasi tesis yang sudah diamini ratusan ribu orang tersebut tanpa bermaksud membangun sebuah counter-argument untuk mosi yang sama.

Deddy menjabarkan delapan hal yang menjadi argumen untuk mendukung tesis kuliah tidak penting. Salah satunya adalah “kuliah sudah ketinggalan zaman”. Menurut Deddy, kini kuliah sudah tidak spesial lagi karena sudah jutaan orang yang bisa kuliah. Berbeda dengan dulu, saat masih sedikit orang yang kuliah.

Saya membantah dengan membuat analogi iPhone dan Samsung yang sudah dipakai ratusan juta orang, tapi itu tidak membuat keduanya ketinggalan zaman dan tidak penting lagi. Argumen lainnya adalah “kuliah terlalu mahal”. Jujur saya tidak mengerti apa korelasi antara kuliah itu penting atau tidak dengan harganya.


Baca Juga :   Ira Koesno, Pilkada Jakarta, dan Pemberontakan Para Jomblo

Mahasiswi S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia. Mengimani kebebasan individu dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Loading…

TINGGALKAN KOMENTAR