Rabu, Januari 27, 2021

Haruskah Kita Memboikot Starbucks?

Cadar dan Kebebasan Mahasiswa UIN Yogyakarta

Cadar, penutup muka, atau apalah namanya itu, bikin riuh dunia perjagatmayaan kita. Akhir-akhir ini seputar tentangnya menjadi kontroversi. Hingga mungkin mengalahkan hebohnya gejolak perpolitikan...

Fahira Idris dan Fikih Minuman Keras

Dari kacamata fiqih (Hukum Islam), minuman keras (miras) jenis apa pun hukumnya jelas haram. Peminumnya sudah jelas berlumuran dosa, hampir menyamai syirik. Sudah tidak...

Bersama Mengutuk Perawat Cabul

Membayangkan tubuh digerayangi saat tubuh tak berdaya, namun mata tetap menganga. Melihat walau dalam samar, merasakan tubuh dijamah seperti tubuh jalanan, tapi tak bisa...

Anies-Sandi versus PKL Tanah Abang

Menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Tanah Abang adalah salah satu masalah sosial yang kini tengah menjadi concern Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah sempat...
Avatar
Cania Citta Irlanie
Mahasiswi S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia. Mengimani kebebasan individu dan kemanusiaan.

Seruan pemboikotan Starbucks sempat mengemuka setelah Fahira Idris mengajak Ormas keagamaan untuk tolak Starbucks. Muhammadiyah, salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia, menyambut ajakan tersebut dengan tangan terbuka. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas pun menyatakan dukungan kepada pemerintah untuk mencabut ijin Starbucks di Indonesia.

Kehebohan ini terjadi secara tiba-tiba di tahun 2017, 5 tahun setelah Starbucks untuk pertama kalinya menyatakan dukungan pada hak-hak LGBT, termasuk dengan menyumbangkan sejumlah besar dana untuk gerakan legalisasi same-sex marriage di Amerika. Akhirnya banyak pihak menjadi bingung, ada apa? Kenapa sekarang tiba-tiba heboh sendiri?

Salah satunya kolumnis Geotimes, Jalal, menjabarkan dengan rinci hal-hal janggal dari seruan pemboikotan Starbucks ini melalui sebuah kolom yang berjudul Muhammadiyah versus StarbucksSaya setuju sekali dengan permasalahan yang dielaborasi dalam kolom tersebut.

Salah satunya adalah masalah keadilan dalam berpikir. Perusahaan yang ramah LGBT bukan hanya Starbucks. Microsoft, Amazon, dan Nike juga turut menyumbang dana bersama Starbucks untuk gerakan legalisasi same-sex marriage di Amerika.

Di samping itu, kini sudah terdapat hampir 400 perusahaan Amerika yang mendukung hak-hak LGBT, termasuk Facebook dan Apple. Jumlah itu belum ditambah dengan perusahaan Eropa.

Apakah kita siap memboikot semua perusahaan itu? Malah buat saya, yang lebih aneh lagi, kenapa pula kita harus memboikot mereka? Perusahaan dengan produk yang buruk akan mati dengan sendirinya tanpa harus diboikot. Sementara, kalau mereka tidak mati karena produknya bagus, maka pada akhirnya kita akan butuh juga produk mereka. Yakin mau memboikot?

Perusahaan di seluruh dunia bergerak ke arah kemanusiaan yang lebih inklusif, maka tidak heran jika mereka menjadi ramah LGBT. Starbucks sendiri menunjukkan komitmennya yang tinggi pada kemanusiaan dalam kasus diskriminasi pengungsi Muslim di Amerika saat Trump memberlakukan pembatasan bagi Muslim untuk masuk ke negaranya (Muslim ban).

CEO Starbucks menjadi salah satu petinggi perusahaan pertama yang menolak kebijakan Trump dan menyatakan dukungan penuh untuk perlindungan hak-hak pengungsi Muslim, termasuk menyatakan siap mempekerjakan 10.000 pengungsi Muslim di perusahaannya.

Komitmen yang tinggi pada kemanusiaan mensyaratkan kemampuan untuk menjadi inklusif dan resisten terhadap diskriminasi. Nilai inilah yang dipraktikkan Starbucks dalam menjadi bagian dari peradaban.

Buat saya, tidak ada alasan untuk memboikot Starbucks. Kalau Anda mau menjadi anti Starbucks, itu merupakan kebebasan Anda. Tetapi, jangan pakai tangan Negara yang ditopang oleh seluruh pembayar pajak, tidak terkecuali saya dan mereka yang berkomitmen pada kemanusiaan, untuk mempertontonkan kebencian dan sikap diskriminasi yang menjadi antitesis terhadap kemanusiaan.

Avatar
Cania Citta Irlanie
Mahasiswi S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia. Mengimani kebebasan individu dan kemanusiaan.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Hukum Tata Cara Mengendus Kuasa, Kuliah Gratis untuk Refly Harun

Semoga Saudara Refly Harun dalam keadan sehat akal wal afiat!! Awalnya saya merasa tidak begitu penting untuk memberi tanggapan akademis terhadap saudara Refly Harun. Kendati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.