Senin, Januari 18, 2021

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Rusuh Tanjung Balai: Perlukah Mendefinisikan Agama?

Indonesia kembali berduka. Kekerasan bernuansa agama terulang lagi kemarin. Kali ini di Kota Tanjung Balai, Sumatra Utara. Massa merusak beberapa bangunan, termasuk di dalamnya...

RRI yang Makin Sayup Terdengar

Tahukah Anda bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) punya 62 stasiun penyiaran, termasuk siaran luar negeri, dan lima satuan kerja lainnya, termasuk pusat pemberitaan; serta...

Surat Al-Maidah Itu Ayat-Ayat Polemik

Surat al-Maidah menjadi begitu populer dalam beberapa hari terakhir. Selain dikutip karena mengandung ayat yang sering dipahami sebagai larangan memilih pemimpin non-Muslim, surat al-Maidah...

Perkosaan dan Etika Kepedulian Milik Putri Duyung

Masih ingat lirik lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh kita semua ketika upacara bendera sewaktu masih sekolah dulu? “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku...”...
Amir Uskara
Amir Uskara
Dr. HM Amir Askara, MKes adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu buruk seperti bayangan orang, hancur berkeping-keping. Nyatanya, ungkap Sri Mulyani, kontraksi ekonomi Indonesia tidak seburuk negara-negara lain. Bahkan Indonesia hanya sedikit di bawah China — satu satunya negara yang sudah mampu mengatasi keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

Betul, pandemi Covid-19 membuat perekonomuan dunia sangat terpuruk. Berdasarkan laporan terbaru IMF di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Sri Mulyani mengemukakan kondisi perekonomian global menghadapi tekanan luar biasa sepanjang 2020. Perekonomian seluruh negara, termasuk anggota G20 mengalami kontraksi hebat. Namun, posisi Indonesia masih lebih baik. Jauh lebih baik ketimbang Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat sekalipun.

Indonesia, ungkap Sri Mulyani, diperkirakan IMF mengalami kontraksi hanya 1,5 persen pada tahun 2020. Ini kontraksi yang jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika — meski masih minus.

Dengan kontraksi minus 1,5 persen itu, Indonesia berada di posisi kedua, di bawah China yang positif 1,9 persen. Di bawah Indonesia ada Korea Selatan yang diproyeksi oleh IMF minus 1,9 persen dan Rusia minus 4,1 persen.

“Indonesia di antara kelompok G20 pertumbuhan ekonominya masih terbaik kedua sesudah China, ” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konpers APBN Kita, Selasa (24/11/2020). Pernyataan IMF yang dikutip Sri Mulyani, jelas membuat kita bangsa Indonesia agak lega. Bisa tersenyum. Setidaknya akan membangkitkan optimisme.

Menurut Sri Mulyani, akibat pandemi Covid-19 hampir semua negara ekonominya down pada kuartal kedua dan ketiga. Karena pandemi mempengaruhi seluruh negara, tidak pandang bulu, maka ketahanan ekonomi tiap-tiap negara akan sangat diuji. Keberhasilan menghadapi ujian itu, tergantung bagaimana negara tersebut mengantisipasinya. Oleh karena itu, semua negara saat ini menjalankan strategi counter cyclical melalui APBN atau kebijakan fiskal. Jelas Sri Mulyani.

“Indonesia ada di bagian yang dianggap cukup rendah modestnya, yaitu di sebelah kanan, sesudah China. Dan perubahan dari sisi defisit ini adalah untuk memberikan support bagi perekonomian, khususnya untuk belanja di bidang kesehatan,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers melalui YouTube Ministry of Finance Republic of Indonesia.

Adanya counter cyclical ini, lanjut Sri, kemudian menyebabkan hutang pemerintah semua negara mengalami kenaikan, termasuk Indonesia. Tapi bagi Indonesia, kenaikan hutang itu, masih berada di koridor aman. Bahkan masih belum menyentuh batas rasio yang ditetapkan undang-undang. Rasio tersebut dianggap masih aman karena, bila mengacu UU 17/2013 tentang Keuangan Negara, memperbolehkan rasio utang hingga menyentuh 60% dari PDB.

Berdasarkan pengamatan IMF terhadap negara-negara maju (G20) rata-rata angka kenaikan hutangnya luar biasa. Rerata utang mereka sebelum krisis di tingkat 100 persen dari GDP. Kini saat menghadapi pandemi Covid-19, hutangnya melonjak di sekitar 130 persen dari GDP.

Sementara itu, Indonesia, utang pemerintah selama ini berada di sekitar 30 persen. Kemudian naik menjadi 36 hingga 37 persen di era pandemi. Terlihat, hutang Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain, masih relatif kecil. Ini terjadi karena ekonomi Indonesia punya ketahanan, khususnya di sektor tradisional. Pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, UMKM, dan sektor tradisional lain, ikut menopang ketahanan perekonomian Indonesia di masa pandemi.

Meski demikian, Indonesia tidak boleh lengah. Karena pandemi ini belum bisa diprediksi kapan berakhir. Karena itu Indonesia harus tetap menjaga kondisi ekonominya di semua lini, supaya tetap baik dan fiskalnya sustainable. Tutur Sri Mulyani.

Seperti diketahui, pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 5,32 persen. Pada kuartal ketiga, minus -3,49 persen. Betul Indonesia masuk kategori resesi. Tapi tidak berarti, ekonomi Indonesia ambruk. Tak tertolong. Sebaliknya, Indonesia — dengan pengalaman menghadapi resesi berkali-kali dan selamat — akan mampu membalikkan keadaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, China masih menjadi negara tujuan ekspor utama Indonesia. Pada Oktober 2020, peningkatan ekspor tertinggi RI ke China mencapai US$ 234,7 juta. Nilai ini meningkat 8,94% dibandingkan dengan September 2020.

Dengan peningkatan ekspor ini, maka total ekspor nonmigas RI ke China menjadi US$ 2,86 miliar. Meningkat dari September yang tercatat sebesar US$ 2,62 miliar. Dari gambaran di atas, pulihnya ekonomi China, jelas akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

Negara lain yang juga jadi tujuan ekspor Indonesia dan terus meningkat nilainya adalah Vietnam dengan nilai US$ 96,1 juta, Filipina US$ 83,3 juta. Lalu Malaysia US$ 65,8 juta dan Spanyol senilai US$ 54,8 juta. Ke depan, dengan makin efisiennya sistem perekonomian Indonesia — berkat pelajaran ekonomi digital akibat pandemi — insya Allah, Indonesia akan mampu membalikkan kondisi keterpurukan ini menjadi lompatan yang menakjubkan. Pelajaran ekonomi digital selama pandemi yang berhasil membuka mata semua rakyat Indonesia terhadap “pasar tanpa batas” akan menjadikan Indonesia “the first champion of world economy”. Semoga.

Amir Uskara
Amir Uskara
Dr. HM Amir Askara, MKes adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.