Jumat, Januari 22, 2021

Saya dan Bang Tito

Hari Anak Nasional: Cyber-Bullying Mengancam Anak-Anak

Tindak perundungan kini tidak hanya terjadi di dunia offline, tetapi juga mulai banyak merambah ke dunia online. Sejumlah studi melaporkan, akibat perkembangan teknologi informasi...

Alasan Mengapa KH Ma’ruf Amin Lebih Penting Bagi Sumatra Barat Daripada Prabowo Subianto

Memilih Prabowo Subianto adalah cara cepat merealisasikan bahaya laten Orde Baru. Meskipun karakteristik Orde Baru sangat tampak-jelas pada Fadli Zon beserta puisi-puisi picisannya, namun...

Belajar dari Lee Kuan Yew

  Humor paling terkenal tentang Lee Kuan Yew menggambarkan bagaimana sebagian karakter Lee dipersepsi oleh warga Singapura. Q: ''Who's the godess of mercy?'' A: ''Kwan Im!'' Q: ''Who's...

Persamaan Hak Politik Itu Bukan Soal “Non-Muslim”

Dalam demokrasi persamaan hak antar warga negara diakui. Dalam konstitusi kita: UUD 45 Pasal 27 ayat (1) disebutkan: Segala warga negara bersamaan kedudukannya di...
Avatar
Grace Natalie
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia

13413589_635244493289428_7560218308914289380_nAkhir September 2006, saya baru tiba di Poso, Sulawesi Tengah. Suasananya masih tegang. Ketika itu, Tibo bersama dua orang rekannya baru saja dieksekusi hukuman mati. Mereka divonis terkait kerusuhan dan konflik di Poso. Kondisi kian mencekam pasca eksekusi, disusul kematian dua orang nelayan asal Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Saat itu saya masih berprofesi sebagai jurnalis di sebuah televisi swasta dan mendapat penugasan meliput konflik horisontal di Poso. Ketika saya datang, situasi Poso masih sangat mencekam. Tidak hanya warga, aparat pemerintah yang bertugas pun berada dalam suasana tegang dan waspada.

Suasana mencekam makin terasa karena eksekusi menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Kemudian ada insiden pembunuhan atas dua nelayan Masamba, yang dikaitkan dengan peristiwa itu. Di situlah awalnya saya bertemu Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian dan menyaksikan secara langsung sepak terjangnya. Sejak itulah saya akrab menyapanya dengan sapaan Bang Tito.

Konflik Poso sangatlah rumit dan perlu penanganan yang cermat. Tidak hanya merampas keamanan warga, para pelaku teror telah merusak tatanan kehidupan dan perekonomian warga. Pelaku pembunuhan terhadap dua nelayan Masamba tersebut ternyata belasan pemuda yang berasal dari sebuah desa. Bang Tito memimpin langsung penangkapan terhadap para pelaku.

Saat itu sudah lewat tengah malam, kondisi gelap gulita hanya diterangi cahaya bulan. Penangkapan harus dilakukan dengan cepat. Salah sedikit, bisa-bisa aparat yang menjadi korban. Dalam hitungan menit, operasi selesai dilakukan.

Syukurlah, semuanya berjalan lancar. Tapi tugasnya tidak selesai di situ, Bang Tito juga memediasi warga agar peristiwa tersebut tidak meluas dan malah memicu konflik baru.

Kini, Bang Tito diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kepala Polri (Kapolri). Saya sepenuh hati mendukung usulan Presiden mengajukan Bang Tito sebagai calon tunggal Kapolri ke Dewan Perwakilan Rakyat. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa pilihan politik Presiden Jokowi semakin mandiri di tengah tekanan partai politik.

Terlihat sekali Pak Jokowi semakin bebas dari tekanan politik. Ini juga momentum baik bagi pemerintah untuk meneruskan reformasi di tubuh kepolisian yang berjalan lambat akhir-akhir ini.

Bang Tito adalah pilihan terbaik pada saat ini. Sosok yang mumpuni, memiliki kapasitas, berprestasi, muda, dan tangguh. Sangat layak menjadi Kapolri. Dia juga merupakan sosok pemimpin muda yang baik di negeri ini.

Karena prestasi dan integritasnya, dia mampu menyalip jenderal bintang tiga lain. Padahal usianya baru 51 tahun, beberapa tahun lebih muda dibandingkan jenderal bintang tiga lainnya dalam bursa calon Kapolri.

Dalam perjalanan karirnya, sepak terjang Bang Tito sungguh luar biasa. Dia berhasil menangkap teroris Azahari Husin, menangkap puluhan DPO konflik Poso, pernah menjadi Kapolda Metro Jaya, dan sekarang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Bang Tito juga merupakan lulusan terbaik di Akademi Kepolisian dan banyak memperoleh penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Saya yakin, suara solidaritas publik sangat positif dan mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi ini.

Selamat Bang Tito, jika kelak menjadi Kapolri, saya mendukung dan berharap Bang Tito serius memberantas korupsi, intoleransi, dan kekerasan terhadap perempuan di negeri ini.

Avatar
Grace Natalie
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.