Jumat, Desember 4, 2020

Revolusi Akhlak

Makanan di Penjara Bukan Persoalan Sepele

Saya kira, semua orang yang pernah mengadakan riset lapangan di penjara tahu masalah di penjara seperti timpangnya jumlah petugas dan tahanan. Ketimpangan ini tentu...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Logo 3D Twitter dan bendera Negara Islam terlihat dalam gambar ilustrasi yang diambil Kamis (18/2). ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi...

Hentikan Glorifikasi Basuki

Glorifikasi secara etimologis adalah meluhurkan atau memuliakan. Secara terminologis adalah pekerjaan menempatkan seseorang pada posisi yang mulia, tidak punya salah, dan kalaupun ada kesalahan...

Anies Gagal Cegah Pemborosan APBD

Anies adalah politisi ulung yang mampu berseluncur dalam situasi politik dan berbagai aktor kuat di Tanah Air. Kemampuannya menata kata mampu menyihir persepsi masyarakat...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Keluruhan pribadi dan akhlak Rasulullah SAW adalah keteladanan hidup yang harus selalu menyala dalam hati dan laku setiap umat Muslim. Keteladanan itu banyak kita temui dalam berbagai riwayat.

Riwayat dan kisah-kisah keteladanan Rasulullah harus menjadi arus utama lisan dan laku setiap Muslim untuk disyiar dan ditanamkan, tak lekang termakan waktu. Apalagi di tengah menjamurnya tokoh-tokoh yang dijadikan panutan dan tuntunan tetapi bertentangan dengan prilaku-prilaku yang dicontohkan Rasulullah.

Ketika kita memperingati kelahiran Nabi Muhammad, berarti kita mengingat tugas kenabian dan keteladanannya. Dalam suatu riwayat Rasulullah menyampaikan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”
Akhlak mulia yang dicontohkan Rasul bukan sekedar kata-kata tapi semua prilaku dan perbuatan hidup beliau mencerminkan akhlak mulia itu sendiri. Sehingga dalam suatu riwayat Aisyah RA menyampaikan: “Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an”.

Akhlak menjadi cermin utama keutamaan iman seseorang. Hal ini sesuai dengan pesan Nabi: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”.

Akhlak yang baik tercermin dalam prilaku yang baik, tutur kata yang baik, menjaga hubungan yang baik dan selalu melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidupnya. Jika seorang Muslim masih gampang marah, menghina, mengolok-olok, mendendam, mengadu domba dan menebar kebencian, maka sesungguhnya belum sempurna keimanannya dan kita tidak boleh menjadikannya sebagai tauladan walaupun secara sosial mereka memiliki gelar-gelar keagamaan, seperti gelar Habib atau Kiai.

Untuk mengingatkan kita kembali tentang kemuliaan akhlak Rasulullah SAW, penulis akan menceritakan beberapa kisah keteladanan beliau.

Mendoakan Penduduk Thaif

Syahdan, saat Rasulullah mengajak penduduk Thaif memeluk Islam, Nabi Muhammad dilempari oleh penduduk Thaif. Mereka menolak kehadiran Nabi Muhammad, bahkan mengusirnya agar keluar dari Thaif. Tak hanya mengusir, penduduk Thaif juga melempari Nabi dengan batu.

Darah Rasulullah sampai tercecer dari wajah dan tubuh yang mulia itu. Malaikat Jibril iba menyaksikan Rasulullah dan menawarkan kepada Nabi untuk membalas dan menghancurkan penduduk Thaif dengan cara membalikkan Gunung Akhsyabin dan menimpakannya kepada penduduk Thaif.

Dengan lembut Nabi berkata kepada Jibril: “Walaupun mereka menolak ajaran Islam, aku berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.” Nabi bahkan berdoa yang artinya, “Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

Begitu mulia akhlak Rasulullah. Mengajarkan kepada kita tentang cara berdakwah yang ramah dan santun, tanpa dendam dan benci. Bahkan ketika dakwah yang dilakukan belum diterima oleh masyarakat.

Wanita Tua yang Meludahinya

Alkisah, ada seorang wanita tua yang selalu meludahi Rasulullah setiap melintas di depan rumah wanita tua itu. Nah, suatu hari ketika Nabi SAW melewati lagi rumah seorang wanita tua itu, Nabi heran kenapa tidak ada wanita tua yang sering meludahinya itu. Nabi pun penasaran lalu mencari tahu.

Nabi Muhammad bertanya kepada seseorang tentang wanita tua itu. Wanita tua itu ternyata sedang jatuh sakit. Syahdan Nabi memutuskan untuk menjenguknya. Wanita tua itu terkejut dan tidak menyangka bahwa Nabi menjenguknya.

Wanita tua itu menangis dan mengakui keluhuran budi Rasulullah yang setiap ia ludahi tetapi datang menjenguknya ketika sakit. Merasakan Kemuliaan dan keluhuran Nabi, wanita tua memutuskan dengan penuh kesadaran untuk mengucapkan dua kalimat syahadat:“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Dua riwayat di atas memberi hikmah kepada kita. Nabi Muhammad SAW menjalankan dakwah dengan cara menunjukkan ketauladan akhlak. Nabi tidak pernah berkata dan berbuat keji atau berpura-pura berbuat keji untuk membuat orang lain tertawa dan bergembira untuk mendengarkan dakwahnya.

Oleh karena itu, revolusi akhlak harus kita maknai sebagai perubahan prilaku dari yang buruk menjadi prilaku yang baik. Indikatornya adalah menjadikan akhlak sebagai prilaku dalam menjalani kehidupan. Bukan sekedar kata-kata, apalagi hanya untuk sekedar kepentingan memuaskan nafsu ketenaran di dalam diri.

Meminjam istilah Buya Ahmad Syafii Maarif, harus ada kesamaan kata dengan laku. Tidak sekedar mengajak tapi juga melakukan. Karena betapa besar kebencian Allah kepada seseorang yang hanya bisa berkata-kata tapi tidak melakukannya. Wallah’ualam.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.