Minggu, Februari 28, 2021

Revolusi Akhlak

Menuju Spiritualitas Gitu Aja, Kok, Repot

"Gitu aja, kok, repot!?" Kita mungkin merindukan ungkapan ini. Terbayang gestur Gus Dur kala mengucapkannya. Suaranya enteng meluncur bebas. Nadanya santai. Nuansa humor terasa...

Ketika Regenerasi Politik Kita Terancam Oligarki

Tajuk Rencana Kompas berjudul “Politisi Muda Teruslah Bergerak” (13/8/2019) menarik untuk diulas lebih lanjut. Pasalnya, jumlah politisi muda yang akan duduk di Dewan Perwakilan...

Bisnis dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Lawan atau Kawan?

Jurnal terkemuka Sustainable Development telah mengeluarkan sebuah artikel early view. Judulnya, The Private Sector and the SDGs: The Need to Move Business as Usual....

Rasisme, Feminisme, dan Pro-Choice Menurut Alma Sophia

Alma Sophia rupanya cukup tekun mengikuti aneka perkembangan dunia -- selain tak putus bermain Roblox. Di antara sejumlah isu yang diulasnya beberapa hari lalu...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Keluruhan pribadi dan akhlak Rasulullah SAW adalah keteladanan hidup yang harus selalu menyala dalam hati dan laku setiap umat Muslim. Keteladanan itu banyak kita temui dalam berbagai riwayat.

Riwayat dan kisah-kisah keteladanan Rasulullah harus menjadi arus utama lisan dan laku setiap Muslim untuk disyiar dan ditanamkan, tak lekang termakan waktu. Apalagi di tengah menjamurnya tokoh-tokoh yang dijadikan panutan dan tuntunan tetapi bertentangan dengan prilaku-prilaku yang dicontohkan Rasulullah.

Ketika kita memperingati kelahiran Nabi Muhammad, berarti kita mengingat tugas kenabian dan keteladanannya. Dalam suatu riwayat Rasulullah menyampaikan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”
Akhlak mulia yang dicontohkan Rasul bukan sekedar kata-kata tapi semua prilaku dan perbuatan hidup beliau mencerminkan akhlak mulia itu sendiri. Sehingga dalam suatu riwayat Aisyah RA menyampaikan: “Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an”.

Akhlak menjadi cermin utama keutamaan iman seseorang. Hal ini sesuai dengan pesan Nabi: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”.

Akhlak yang baik tercermin dalam prilaku yang baik, tutur kata yang baik, menjaga hubungan yang baik dan selalu melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidupnya. Jika seorang Muslim masih gampang marah, menghina, mengolok-olok, mendendam, mengadu domba dan menebar kebencian, maka sesungguhnya belum sempurna keimanannya dan kita tidak boleh menjadikannya sebagai tauladan walaupun secara sosial mereka memiliki gelar-gelar keagamaan, seperti gelar Habib atau Kiai.

Untuk mengingatkan kita kembali tentang kemuliaan akhlak Rasulullah SAW, penulis akan menceritakan beberapa kisah keteladanan beliau.

Mendoakan Penduduk Thaif

Syahdan, saat Rasulullah mengajak penduduk Thaif memeluk Islam, Nabi Muhammad dilempari oleh penduduk Thaif. Mereka menolak kehadiran Nabi Muhammad, bahkan mengusirnya agar keluar dari Thaif. Tak hanya mengusir, penduduk Thaif juga melempari Nabi dengan batu.

Darah Rasulullah sampai tercecer dari wajah dan tubuh yang mulia itu. Malaikat Jibril iba menyaksikan Rasulullah dan menawarkan kepada Nabi untuk membalas dan menghancurkan penduduk Thaif dengan cara membalikkan Gunung Akhsyabin dan menimpakannya kepada penduduk Thaif.

Dengan lembut Nabi berkata kepada Jibril: “Walaupun mereka menolak ajaran Islam, aku berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.” Nabi bahkan berdoa yang artinya, “Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

Begitu mulia akhlak Rasulullah. Mengajarkan kepada kita tentang cara berdakwah yang ramah dan santun, tanpa dendam dan benci. Bahkan ketika dakwah yang dilakukan belum diterima oleh masyarakat.

Wanita Tua yang Meludahinya

Alkisah, ada seorang wanita tua yang selalu meludahi Rasulullah setiap melintas di depan rumah wanita tua itu. Nah, suatu hari ketika Nabi SAW melewati lagi rumah seorang wanita tua itu, Nabi heran kenapa tidak ada wanita tua yang sering meludahinya itu. Nabi pun penasaran lalu mencari tahu.

Nabi Muhammad bertanya kepada seseorang tentang wanita tua itu. Wanita tua itu ternyata sedang jatuh sakit. Syahdan Nabi memutuskan untuk menjenguknya. Wanita tua itu terkejut dan tidak menyangka bahwa Nabi menjenguknya.

Wanita tua itu menangis dan mengakui keluhuran budi Rasulullah yang setiap ia ludahi tetapi datang menjenguknya ketika sakit. Merasakan Kemuliaan dan keluhuran Nabi, wanita tua memutuskan dengan penuh kesadaran untuk mengucapkan dua kalimat syahadat:“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Dua riwayat di atas memberi hikmah kepada kita. Nabi Muhammad SAW menjalankan dakwah dengan cara menunjukkan ketauladan akhlak. Nabi tidak pernah berkata dan berbuat keji atau berpura-pura berbuat keji untuk membuat orang lain tertawa dan bergembira untuk mendengarkan dakwahnya.

Oleh karena itu, revolusi akhlak harus kita maknai sebagai perubahan prilaku dari yang buruk menjadi prilaku yang baik. Indikatornya adalah menjadikan akhlak sebagai prilaku dalam menjalani kehidupan. Bukan sekedar kata-kata, apalagi hanya untuk sekedar kepentingan memuaskan nafsu ketenaran di dalam diri.

Meminjam istilah Buya Ahmad Syafii Maarif, harus ada kesamaan kata dengan laku. Tidak sekedar mengajak tapi juga melakukan. Karena betapa besar kebencian Allah kepada seseorang yang hanya bisa berkata-kata tapi tidak melakukannya. Wallah’ualam.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.