Minggu, Februari 28, 2021

Reporter Koran Itu Pekerjaan Terburuk, Datangnya Teknologi Generasi kelima (5G)

PSI Itu Baru, Muda, dan Kita

Kalimat apa yang rutin kita ucapkan di setiap momen atau peringatan yang bernuansa "baru"? "Semoga dapat momongan, ya", misalnya, kala memberi selamat pada pengantin...

Presiden Jokowi dan Kekisruhan Kabinet Pelangi

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari Sudah berulang kali Presiden Joko Widodo mengingatkan para menterinya untuk tidak membuat gaduh di...

Bagaimana Pariwisata Dibangun Dari Darah Warganya

Sekitar bulan September 2016, atau sembilan bulan setelah Ekspedisi Indonesia Biru, sebuah perusahaan humas dan konsultan komunikasi yang dikontrak pemerintah, mengundang untuk sebuah diskusi...

Bodoh dan Kebodohan Era Post Truth

Masyarakat kita cenderung senang memaki. Jika memaki, kata-kata yang paling sering muncul adalah kata bodoh, dungu, dan segala turunannya. Begitu mudahnya kata ini, yang...
Denny JA
Denny JA
Entrepreneur

Itulah kesimpulan survei yang dilakukan oleh CareerCast. Selama tiga tahun berturut- turut (2013, 2014, 2015), bekerja di koran itu menempati rangking pertama jenis pekerjaan terburuk. (1)

Banyak kriteria yang digunakan untuk menyusun ranking. Antara lain: tingkat stress, income, potensi karir ke depan.

Yang terburuk diantara bekerja di koran itu adalah koran cetak. Ini industri yang akan masuk museum. Kerja di koran cetak akan menjadi kenangan peradaban. Zaman baru membunuh koran cetak.

Riset juga menunjukkan “Menonton semakin digemari ketimbang Membaca.” Terutama pada generasi muda, jika ada pilihan berita untuk dibaca versus berita yang sama yang tersedia dalam bentuk audio visual, maka audio visual yang akan dipilih.

Informasi, hiburan, renungan, jika ingin meraih lebih banyak audience, ia perlu dialihkan ke bentuk audio visual. (2)

Generasi kelima teknologi internet (5G) segera tiba. Tahun ini, 2021, akan mulai banyak teknologi menggunakan 5G.

Perubahan peradaban yang akan dibawa oleh 5G jauh lebih besar ketimbang perubahan yang dibawa oleh 4G, 3G, 2G, 1G digabung menjadi satu. (3)

Akan datang era Smart City. Lampu kota akan mati otomatis jika tak ada orang disekitar. Ini dapat menghemat enerji sebuah kota senilai 30 trilyun pertahun.

Akan datang era mobil tanpa supir. Jutaan kecelakaan mobil dapat dikurangi. Kecelakaan acapkali disebabkan oleh human error. Kini human error tak ada karena supir tak lagi dibutuhkan.

Dokter tak lagi dikunjungi secara fisik. Berkembang telemedicine. Konsultasi dan obat bisa diberikan jarak jauh.

Dunia virtual semakin dominan. Internet of everything terjadi. Koneksi internet jauh lebih cepat, lebih banyak, lebih bagus gambar dan dimana mana.

Dunia semakin menyatu. Audio visual semakin dominan.

-000-

Apa efek perkembangan di atas terutama bagi mereka yang bekerja dalam dunia opini di ruang publik?

Terutama untuk penulis yang ingin bertahan di zaman baru, harus mengantisipasi efeknya.

Karya dalam bentuk audio visual akan bertahan panjang. Sementara yang dalam bentuk teks semata semakin kurang diminati. Teks akan ditinggalkan.

Berita dan informasi cepat basi. Setiap detik zaman berubah. Yang akan panjang bertahan adalah informasi yang timeless. Yang lebih bersifat renungan. Pemikiran.

Jikapun merespon isu yang tengah hot, selalu cari esensi lebih universal, lebih reflektif tentang isu itu.

Zaman semakin menyatu. Bahasa Inggris menjadi bahasa bersama. Karya yang ditulis dalam bahasa Inggris, setidaknya jika itu video, ada substitle bahasa Inggris, ia lebih sesuai dengan zaman baru.

Saya merasakan berkah hidup dalam komunitas yang trendy dengan perkembangan teknologi.

Komunitas ini membentuk tim yang mengalih wahanakan banyak buku saya ke dalam audio visual. Lalu diberikan substitle bahasa Inggris.

Enam tahun sudah komunitas ini bekerja. Hasilnya hingga esai ini ditulis: 70 video karya terpilih, dalam durasi mulai dari 3 menit hingga 30 menit.

Buku saya soal kisah diskriminasi di Indonesia dalam bentuk puisi esai sudah di “audio-visual” kan. Bersama sineas Hanung Bramantyo, buku Atas Nama Cinta sudah menjadi 5 serial film (durasi masing- masing 30 menit).

Juga diberikan substitle bahasa Inggris di sana.

Buku saya soal jeritan batin di era Virus Corona, dalam bentuk cerpen esai, Atas Nama Derita, juga sudah divideokan.

FX Purnomo menggandeng aktor papan atas: Christine Hakim, Reza Rahadian, Marini, Agus Kuncoro, Ray Sahatepy, Ina Febriyanti, dan lain lain, sudah mengubah buku itu menjadi 8 serial film (durasi sekitar masing masing 15-20 menit).

Juga diberi substitle bahasa Inggris.

Bahkan buku non- fiksi saya, Sprituality of Happiness, pedoman hidup bahagia berdasarkan hasil riset, juga mulai dibuatkan audio visualnya.

Buku ini sedang ditata menjadi training dan pelatihan hidup bahagia. Ini kombinasi antara pengajaran lewat diskusi dan meditasi.

Setiap sesi akan dimulai dengan video, audio visual, sebagai simulasi berdasarkan prinsip buku Spirituality of Happiness itu.

Sebanyak 70 video, yang memvisualkan berbagai buku saya dan tulisan lepas, bisa dilihat di Akun Youtube: Karya Terpilih Denny JA (Playlist).

Klik: https://youtube.com/playlist?list=PL6q7pb_j_boBkIADeNAAlj2DH5pqKxaW4

Ini playlist yang akan terus tumbuh. Dapat dikatakan ini ikhtiar budaya seorang penulis merespon zaman yang berubah.

Yaitu zaman yang lebih memilih audio visual ketimbang teks. Yang lebih memilih ada elemen bahasa Inggris agar bisa diakses dunia yang mengglobal.

Zaman tengah berubah. Yang akan bertahan dan maju adalah mereka yang juga berubah. Lebih sesuai dengan zamannya. Ujar Darwin: Survival of the Fittest!

Febuari 2021.

CATATAN

1. Tiga tahun berturut hasil survei: bekerja di koran adalah pekerjaan terburuk di dunia

https://amp.mprnews.org/story/newscut/2017/04/the-worst-job-its-still-newspaper-reporter-survey-says/

2. Publik lebih banyak menonton ketimbang membaca

Americans Still Prefer Watching to Reading the News – and Mostly Still Through Television

3. Telah datang 5G yang segera mengubah peradaban

https://www.vmware.com/radius/five-ways-5g-will-change-our-lives/

4. Ikhtiar merespon zaman yang berubah: 70 video karya terpilih Denny JA (mengalihkan teks ke video)

Sumber tulisan Facebook DennyJA_World https://www.facebook.com/322283467867809/posts/3620285014734288/?d=n

Denny JA
Denny JA
Entrepreneur
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.