Sabtu, Februari 27, 2021

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

In Memoriam Dadang Hawari

Dunia psikiatri Islam menangis. Salah seorang "pendekar dan suhu"-nya Prof. Dr. Dadang Hawari, psikiater terkemuka di Indonesia meniggal, Kamis (4/12/2020) di Jakarta. Dadang Hawari, tak...

Nabi Muhammad Bukan Patriarkis

Islam sering kali digambarkan sebagai ajaran yang sedemikian patriarkis. Mulai dari Taliban yang melarang kaum perempuan bersekolah, bahkan keluar rumah, hingga aneka kartun media...

Prahara Ahok: Mimpi Masyarakat Demokratis dan Fakta Keimanan

Dalam penelitian mutakhirnya, Jeremy Menchik menyebut Indonesia sebagai negara berketuhanan (godly nationalism). Ini menjadi tesis Menchik dalam memperlihatkan wajah demokrasi yang unik di Indonesia....

Mitos Seputar Biografi Nabi Muhammad [Renungan Maulid]

Saya lahir di sebuah kampung di Madura. Kedua orangtua sangat yakin bahwa saya lahir di pagi hari Kamis. Yang mereka tidak tahu, apalagi yakin,...
Arcandra Tahar
Arcandra Tahar
Komisaris Utama PT PGN Tbk

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan tren energi baru terbarukan rupanya membuat banyak mahasiswa politeknik di bawah kementerian ESDM ini khawatir dengan masa depan industri migas. Apakah kekhawatiran itu realistis?

Kendaraan berbasis listrik memang menjadi tren dan pembicaraan di seluruh dunia. Bahkan sentimen ini telah mendorong pendiri dan CEO Tesla, Elon Musk menjadi orang terkaya di dunia versi Forbes. Selama tahun 2020 harga saham saham Tesla naik hingga 720%.

Meski era kendaraan listrik mulai bersemi, data yang ada justru menunjukkan bahwa kebutuhan migas di masa depan akan tetap tinggi. OPEC memperkirakan kebutuhan migas hingga tahun 2045 akan bertambah sekitar 20 juta barel per hari dibandingkan tahun 2020 sekitar 90,7 juta barel per hari.

Transportasi masih akan menjadi konsumen migas terbesar dunia. Jika tahun 2020 transportasi menyerap 44% dari produksi minyak dunia, di tahun 2045 nanti, dengan penambahan konsumsi yang meningkat hampir 20 juta barel per hari, transportasi mengkonsumsi 43%. Secara prosentase angkanya turun, namun secara volumi konsumsi migas dari sektor transportasi akan terus bertumbuh.

Sementara migrasi masyarakat dunia ke kendaraan listrik hanya akan mengkonversi penggunaan bahan bakar minyak sekitar 6 juta barel per hari pada tahun 2040. Relatif kecil dibandingkan kenaikan konsumsi migas dunia.

Faktor kedua yang membuat sektor migas akan tetap propsektif adalah kebutuhan gas bum dalam bentuk LNGi yang akan terus meningkat. Proyeksi Wood Mackenzie produksi LNG dunia pada tahun 2030 tidak akan mampu menutupi kebutuhan konsumen. Ada selisih sekitar 70 juta ton gas per tahun.

Faktor selanjutnya yang membuat sektor migas tetap strategis adalah tingginya kebutuhan industri, seperti Petrochemical. OPEC memperkirakan ada kenaikan sekitar 2% kebutuhan migas dari sektor Petrochemical sampai tahun 2045 nanti. Saat ini, konsumsi migas dari Petrochemical sekitar 14 % dari produksi migas harian dunia.

Kepada adik-adik di Politeknik Akamigas penulis juga sampaikan bahwa kebijakan sebuah negara akan sangat mempengaruhi bisnis migas di masa depan. Dan sejauh ini, Amerika Serikat sebagai salah satu konsumen dan produsen migas terbesar di dunia tetap fokus untuk menggunakan energi ini untuk menggerakkan ekonomi mereka hingga beberapa tahun ke depan. Ini berbeda dengan kebijakan negara negara Eropa yang lebih fokus pada pengembangan energi terbarukan.

Karena itu, kemampuan SDM-SDM lokal yang unggul dan bisa berkompetisi dengan ahli-ahli migas dunia sangat dibutuhkan untuk menjamin dan memastikan bahwa sumber daya migas di Indonesia dapat dikelola dan dikembangkan oleh putra-putra terbaik di negeri ini. Insha Allah.

Arcandra Tahar
Arcandra Tahar
Komisaris Utama PT PGN Tbk
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.