Kamis, Januari 28, 2021

Setelah Ahok Dihukum

Fahri Hamzah, Jose Mourinho, dan Duka PKS

Fahri Hamzah kembali memenangi perseteruan melawan Partai Keadilan Sejehtera (PKS) setelah upaya banding dikabulkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada Kamis (14/12/17). Tak hanya menang...

Aliansi Dua Jenderal?

Persiapan "perang" Pemilihan Presiden 2019 sudah dimulai. Dua jenderal bertemu di Cikeas, lengkap dengan serdadu-serdadunya pada Kamis, 27 Juli 2017. Berunding untuk mengatur strategi...

Privasi Politik: Agar Tidak Terjadi Perang Antar Kita

Demokrasi adalah sebuah sistem politik yang mengasumsikan bahwa suara tiap individu itu sakral. Semuanya harus dipertimbangkan dan dianggap setara dan sederajat, karena suara mayoritas...

Mengapa Soedurisme? Dan Mengapa Sekarang?

Kegairahan dalam melaksanakan ajaran Islam adalah hal positif dalam berbangsa dan bernegara. Bagaimana Islam bisa menginspirasi etos kerja bangsa kita dalam menjalankan amanat Proklamasi...
Avatar
Abdillah Toha
Pengusaha, mantan politisi, pemerhati politik, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Pendiri dan Komisaris Utama Grup Mizan.

Ribuan warga menggelar doa dalam aksi Solidaritas Seribu Lilin Keadilan di Denpasar, Bali, Kamis (11/5). Mereka menuntut keadilan bagi kasus yang sama dengan kasus Ahok dan mengajak masyarakat untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana.

Meski saya yakin tidak semua yang menolak Ahok membencinya, bila disusun dalam kata-kata, barangkali beginilah ungkapan kegembiraan para pembenci Ahok setelah pengadilan memutuskan mengganjar Ahok dengan hukuman dua tahun penjara.

Puas sudah kami semua. Mengalahkan Ahok di Pilkada Jakarta dan sekarang menjebloskannya ke dalam bui. Takbiiiiiir…. الله أكبر

Sejujurnya akan lebih sempurna bila Ahok divonis 5 tahun, atau 10 tahun, atau sekalian dijatuhi hukuman mati sesuai dengan hukum syariah versi kami.

Majelis hakim yang bersidang ternyata terdiri dari para hakim yang sungguh beriman. Meski penuntut umum tak mampu membuktikan kesalahan Ahok sebagai penista agama, majelis hakim tertolong oleh hidayah dari Tuhan sehingga dapat membuat kesimpulan berdasar logika bahwa Ahok terbukti bersalah.

Rasa keadilan hakim telah sesuai dengan tuntutan keadilan kami, para demonstran yang dengan setia mendampingi sidang-sidang pengadilan dengan orasi dan kepalan tangan.

Tuhan kami telah berpihak kepada kami. Doa-doa kami dikabulkan. Tuhan kami telah mengalahkan Tuhan mereka. Takbiiiir… الله أكبر

Sekarang saatnya kami membuat agenda baru. Jangan sampai Ahok lolos di Pengadilan Tinggi atau Mahkamah Agung. Kami akan waspada dan ikuti terus perjalanan ini.

Masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal, juga masjid-masjid lain, akan terus kami kuasai dan jadikan benteng dan pusat perjuangan kami. Secara berkala, jalan-jalan di Jakarta akan terus kami bikin macet dan penuhi dengan laskar putih sampai tujuan akhir tercapai. Sebuah negeri di bawah pimpinan seorang khalifah yang akan menyatukan kita semua dengan dunia Islam di bawah panji-panji khilafah di seantero dunia. Takbiiiiir…الله أكبر

Tidak akan ada yang bisa menghalangi kami. Kami tidak takut mati. Kami akan berjihad. Para bidadari telah menanti kami di surga. Takbiiir…الله أكبر

Kami tidak mau negeri ini dikuasai oleh orang kafir atau kaum Muslim munafik yang bekerja sama dengan kafir. Kami akan bersihkan negeri ini dari semua dosa-dosa besar atau kecil, yang haram atau bid’ah, yang liberal atau ateis, yang komunis atau Syiah, yang nasionalis atau Pancasilais.

Meski kami menolak dan meyakini bahwa sistem demokrasi adalah buatan setan, kami akan manfaatkan kebebasan berekspresi dalam demokrasi sebagai batu loncatan mencapai tujuan akhir kami.

Kami sudah tidak sabar mengosongkan Balai Kota dari musuh-musuh kami. Kami akan jaga gubernur baru usungan kami agar tetap dalam koridor prinsip-prinsip perjuangan kami. Prinsip mendahulukan kepentingan warga Jakarta yang sealiran dengan kami dan selalu waspada terhadap semua yang berbau asing dan aseng. Takbiiiir…الله أكبر

Gubernur dan wakil gubernur baru tidak boleh melupakan jasa-jasa kami sebagai pendukung mereka. Tak akan mungkin mereka meraih kemenangan tanpa upaya kami menakut-nakuti warga Muslim Jakarta yang sederhana dengan ancaman neraka dan bila mati tak akan disalati.

Kemenangan di DKI adalah langkah pertama kami menuju kemenangan nasional di seluruh Indonesia. Strategi kami telah terbukti ampuh meluluh lantakkan semua lawan dan musuh. Menghidupkan kembali semangat akidah dan semangat beragama yang murni, bebas dari kerancuan berbagai tafsir dan pandangan. Memastikan bahwa semua yang berada di pihak kami adalah ahli surga dan yang menentang kami adalah penghuni neraka. Takbiiiiir…الله أكبر

Tanah dan air di negeri ini adalah milik kami. Kamilah yang berjasa memerdekakan bangsa ini dari penjajah. Kelompok lain adalah para penumpang gelap yang merebut milik kami dengan jargon-jargon kebinekaan, Pancasila, persatuan, NKRI, dan lain sebagainya.

Segala puji bagi Tuhan yang telah menyatukan kami dan membuat garis batas yang jelas antara kami dan mereka. Takbiiir…الله أكبر

***

Sementara itu, di depan Balai Kota Jakarta, bunga-bunga indah berbaris harum serta lilin-lilin mungil mulai memancarkan cahayanya. Satu, dua, sepuluh, seribu, sepuluh ribu, dan seterusnya. Suara paduan menyanyikan lagu patriot. Wajah-wajah segar, muda, tua, dan bersemangat yang tadinya diam, bangkit kesadarannya bahwa ibu pertiwi dalam keadaan bahaya. Kota-kota lain bergantian tersiram oleh cahaya lilin-lilin harapan. Seakan mengatakan kami tidak lagi diam. Inilah suara kami. Padamu negeri, jiwa raga kami.

Kami takkan biarkan anak cucu kami merasa asing di negeri sendiri. Ini tanah airku. Tanah air kami. Tumpah darah kita semua. Cukup sudah, terlalu lama kami diam. Terlalu lama kami jadi penonton. Terlalu lama kami membiarkan rayap-rayap penggerogot fondasi bangsa.

Kami tak rela negeri kami dibakar oleh kebencian. Dikoyak oleh rasisme. Diracun oleh fanatisme. Diremuk oleh fasisme. Dipecah belah oleh separatisme. Dikubur oleh kezaliman. Takbiiir….الله أكبر

Jakarta, 12 Mei 2017

Avatar
Abdillah Toha
Pengusaha, mantan politisi, pemerhati politik, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Pendiri dan Komisaris Utama Grup Mizan.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ayat-Ayat Ekosistem dan Dakwah Politik Lingkungan

Postingan saya tentang ayat-ayat ekosistem di status akun Facebook perlu saya jelaskan. Walaupun sebagian besar pemberi komen di status tersebut bersuara mendukung, satu atau...

Mencermati Dampak Kebijakan Kendaraan Listrik di AS

Amerika Serikat (AS) baru saja menjalani transisi pemerintahan dari Presiden Donald Trump dari partai Republik kepada Joseph (Joe) Biden yang didukung partai Demokrat. Saat...

Mengapa Pancasila?

Oleh: Alif  Raya Zulkarnaen SMAN 70 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Rumusan-Rumusan Staatsidee 29 Mei-1 Juni 1945 “Ketuhanan yang Maha...

Kritik Jamaluddin al-Afghani Atas Khilafah Islamiyah

Sejak abad ke-9 M hingga memasuki abad ke-14 M menjadi masa keemasan Islam dalam panggung peradaban dan ilmu pengetahuan. Ternyata uforia ilmu pengetahuan terhenti...

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

ARTIKEL TERPOPULER

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Ada Apa Di Balik Pembangunan Jalan Tol Kita?

Dua catatan tentang jalan tol ini saya tulis lebaran tahun sebelumnya, saat terjadi tragedi di pintu keluar tol Brebes Timur (Brebes Exit/Brexit) yang menewaskan...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.