Kamis, November 26, 2020

Ridwan Kamil, Si Cantik Gedebong Pisang…

Khalifah at-Thai’: Tak Punya Kuasa, tak Punya Asa

Abu Bakar Abdul Karim bin al-Muthi’. Begitu nama lengkap Khalifah ke-24 Dinasti Abbasiyah. Beliau berkuasa dari tahun 974 M sampai dengan 991 M. Gelar...

Saya Percaya Amien Rais, tapi…

Saya percaya bahwa pembelaan dan penjelasan Amien Rais (AR) tentang dana yang masuk ke rekening beliau dari yang diduga hasil korupsi alat kesehatan (alkes)...

Keberanian Pemimpin

Theodore Roosevelt Junior yang biasa dipanggil Teddy atau Teddy Roosevelt adalah salah satu dari pemimpin Amerika Serikat (AS) yang terkenal karena keberaniannya. Presiden AS...

Puisi Sukmawati dan Islam Sontoloyo ala Soekarno

Puisi ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri menggemparkan jagat netizen. Di arus komunikasi media sosial, berseliweran pendapat yang menghujat maupun yang mendukung pendapat Sukmawati. Puisi...
Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.

Wali Kota Bandung yang juga bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan arahan saat menggelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Relawan Jabar Juara, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/7). ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

Masih tentang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Siapa gadis tercantik di Jabar saat ini? Tentu masih Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emil.

Hasil survei dari banyak lembaga menunjukkan ia tidak tergoyahkan dalam kontes kecantikan itu. Posisinya selalu teratas, terus unggul di atas kandidat lainnya seperti 2D, Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Permasalahannya, kenapa masih belum ada partai ganteng yang melirik ke Ridwan Kamil ?

Partai terganteng saat ini masih PDI Perjuangan, yang memenuhi syarat mencalonkan sendirian dari ketentuan 20 kursi yang ditetapkan. Ridwan Kamil dulu bolak balik melenggok ke partai ini. Bahkan dikabarkan Bu Mega dan Jokowi kepincut dengan sosoknya yang aduhai..

Tapi–ndilalah--Ridwan Kamil cuman dijemek-jemek thok, gak dinikah-nikahi. Malah kabar terakhir, PDIP positif bersama Golkar akan melamar Dedi Mulyadi yang sekarang ini hasil surveinya kurang cantik dibandingkan Ridwan Kamil.

Partai yang agak ganteng adalah Golkar dengan perolehan 17 kursi. Jelas Golar akan memilih Dedi Mulyadi karena, meskipun wajahny pas-pasan, Dedi Mulyadi adalah kader Golkar yang terbaik sampai saat ini. Bahkan Dedi Mulyadi adalah ketua DPD Golkar yang terpilih secara aklamasi.

Meski wajah pas-pasan, ternyata Dedi Mulyadi lebih mengandalkan gocekan daripada jual tampang. Dan itu berhasil sehingga dua partai ganteng berkoalisi untuk melamarnya sebagai calon Gubernur.

Bagaimana Dedi Mizwar?

Dedi Mizwar adalah tipe gadis penurut. Ia menurut apa saja kata partai. Dan itu sudah terbukti selama ia menjadi Wakil Gubernur. Kalau ada masalah, cukup nangis dan menyerahkan semua kepada Tuhan, selesai semua.

Dan model ini disukai oleh Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka adalah model lelaki yang tidak penting apakah gadisnya pintar, yang paling utama adalah tidak membantah pada suami nantinya. “You jump, I jump..” kata Dedi Mizwar yang populer dengan badaknya.

Kembali ke Ridwan Kamil.

Sampai sekarang yang mengklaim sudah menggagahinya adalah NasDem. Nasdem ini dalam ukuran kegantengan cukup jelek karea hanya punya poin 5 di Jawa Barat.  Cuma NasDem adalah lelaki yang sangat pede sehingga ia mengumumkan bahwa ia sudah memiliki Ridwan Kamil.

Anehnya, Ridwan Kamil diam saja. Tidak menolak, juga tidak menerima. Apatis tapi menikmatinya. Mungkin juga ia tersandera oleh NasDem yang sekarang menjabat sebagai Jaksa Agung. “Kalau gua tolak, bisa-bisa jabatan bertindak..” begitu mungkin pikirannya.

Walhasil, Ridwan Kamil menjadi gadis tercantik tapi–maaf–kurang laku di bursa para lelaki. Hasil surveinya terus menurun karena selera lelaki cepat berubah.

Ia sempurna segalanya, baik dari sisi wajah maupun otaknya, tetapi justru itulah yang ditakuti para lelaki ganteng. Mereka takut Ridwan Kamil sadar dirinya cantik dan hanya memanfaatkan mereka saja sebelum akhirnya nanti mereka ditendang.

Ini menjadi pelajaran berharga buat para jomblo…

Cantik bukan segalanya. Karena kecantikan akan pudar seiring waktu. Saya jadi ingat seorang teman berkata, “Badan boleh kecil, yang penting gocekannya bung..”

Mungkin di situlah kurangnya Ridwan Kamil. Sudah gak penurut, gak pernah menggocek lagi. Cantik-cantik gedebong pisang, kata orang.

Seruput dulu, ah…

Baca juga:

Kota yang Bingung, Bima Arya dan Ridwan Kamil

Pak Ridwan Kamil, Jangan Melacur di Pilgub Jawa Barat!

Ridwan Kamil dan Syahwat Politiknya

 

Avatar
Denny Siregar
Penulis dan blogger.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Diego Maradona Abadi, Karena Karya Seni Tak Pernah Mati

Satu kata dalam bahasa Indonesia yang paling menyebalkan buat saya adalah “andai”. Ia hadir dengan dua konsekuensi: (1) memberikan harapan, sekaligus (2) penegasan bahwa...

Fenomena Pernikahan Dini di Tengah Pandemi

Maraknya pernikahan dini menjadi fenomena baru di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, teradapat sebanyak 34.000 permohonan dispensasi perkawinan yang...

Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Saat Pandemi COVID-19

Beberapa kantor di Indonesia sudah menerapkan sistem kerja work from home, di mana karyawan bekerja di rumah tanpa perlu ke kantor. Namun, tidak sedikit...

Dampak Video Asusila yang Beredar bagi Remaja

Peristiwa penyebaran video asusila di media sosial masih seringkali terjadi, pemeran dalam video tersebut tidak hanya orang dewasa saja bahkan dikalangan remaja juga banyak...

How Democracies Die, Sebuah Telaah Akademis

Buku How Democracies Die? terbitan 2018 ini, mendadak menjadi perbincangan setelah Anies Baswedan mengunggah sebuah foto di Twitter dan Facebook sembari membaca buku tersebut. Bagi saya,...

ARTIKEL TERPOPULER

Hari Guru Nasional dan Perhatian Pemerintah

Masyarakat Indonesia sedang merayakan hari guru nasional 2019 yang jatuh tepat pada hari senin, tanggal 25 November 2019. Banyak cara untuk merayakan hari guru...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Nyesal, Makan Sop Kambing di Rumah Habib

Hadist-hadist yang mengistimewakan habaib atau dzuriyat (keturunan Nabi Muhammad) itu diyakini kebenarannya oleh sebagian umat Islam. Sebagian orang NU percaya tanpa reserve terhadap hadist...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.