Senin, Januari 18, 2021

Keberanian Pemimpin

Belajar Politik Moral dari Khalifah Hasan bin Ali 

Politik kekuasaan itu bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga kerelaan menerima kekalahan demi menjaga kerukunan dan persatuan. Tidak ada contoh yang paling pas selain...

“Nasihat Emas” Seputar Korupsi untuk Patrialis Akbar

Judul kolom ini terinspirasi dari salah satu tayangan Patrialis Akbar di Robbani TV yang saya tonton di Youtube. Judul tayangan itu: "Nasihat Emas Seputar...

Ahok Menohok*

Dihujat sekaligus dipuji, Basuki Tjahaja Purnama maju tak gentar melakukan gebrakan keras demi membenahi DKI Jakarta. Tepat dua tahun duet pemerintahan Joko Widodo dan...

Selalu Ada yang Pertama

Seragam berwarna mencolok tapi cantik itu, mungkin salah satu yang tercantik di sepakbola dunia, muncul lagi di halaman koran-koran, di foto-foto di laman sepakbola...

theodore_rooseveltTheodore Roosevelt Junior yang biasa dipanggil Teddy atau Teddy Roosevelt adalah salah satu dari pemimpin Amerika Serikat (AS) yang terkenal karena keberaniannya. Presiden AS ke-26 ini berprinsip, seorang presiden adalah pemimpin rakyat yang harus berani mengambil segala tindakan demi kepentingan rakyat, kecuali tindakan-tindakan yang dilarang hukum dan Undang-Undang Dasar.

Teddy adalah Gubernur New York sebelum menjadi wakil presiden dan kemudian presiden Amerika Serikat (AS) yang ke-26 pada usia 42 tahun. Teddy merupakan orang termuda yang menduduki kursi presiden AS setelah Presiden William McKinley dibunuh pada tahun 1901.

Selain pemberani, Teddy juga terkenal sebagai Presiden yang tegas dalam menegakkan keadilan. Dia berpendirian bahwa pemerintah harus menjadi penengah di antara berbagai kepentingan yang kadang saling bertentangan, terutama antara buruh dan majikan. Keadilan bagi setiap orang dan tidak diskriminatif harus benar-benar dijamin oleh negara.

Sebagai pemimpin rakyat, seorang Presiden harus mengambil segala tindakan untuk kepentingan rakyat, kecuali tindakan-tindakan yang bertentangan dengan aturan main yang telah disepakati.

Teddy menentang perusahaan-perusahaan besar yang bermain-main dengan ketentuan-ketentuan politik. Oleh karena itu, ia menindak sejumlah korporasi besar yang melanggar undang-undang antimonopoli dengan cara berkonspirasi mengontrol pasar dan harga, bahkan ada di antara korporasi itu yang ia bubarkan secara paksa seperti Northern Securities Co dan lain-lain.

Presiden Teddy Roosevelt juga bertindak tegas pada pemogokan-pemogokan buruh yang diorganisasi oleh serikat pekerja internasional (International Workers of the World, IWW) seperti buruh tambang batu bara di Colorado tahun 1903. Pada masa itu, seruan mogok kerja merupakan hal biasa, padahal tindakan itu merugikan rakyat, karena akibat pemogokan akses untuk mendapatkan hasil produksi menjadi terhambat.

Dalam bidang keamanan, Teddy tegas dalam pendiriannya bahwa negara-negara asing tidak boleh membangun pangkalan di daerah Karibia, dan Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang boleh mencampuri urusan negara-negara Amerika lain.

Pada 1905 Presiden Teddy Roosevelt menenangkan hadiah Nobel Perdamaian karena mendamaikan Rusia dan Jepang yang sedang berperang. Ia juga merupakan Presiden Amerika Serikat yang pertama yang menggunakan Hague Court of International Arbitration (Mahkamah Arbitrase Intemasional di Den Haag), Belanda.

Kepribadian Teddy yang mengesankan dengan langkah-langkah progresifnya yang melampaui batas-batas kepartaian telah berhasil merebut hati rakyat. Kemakmuran yang dicapai saat itu juga membuat rakyat merasa puas dengan kinerja pemerintah, maka kemenangannya pada Pemilu 1904 merupakan keniscayaan. Teddy berhasil meraih 7.628.461 suara dengan 336 electoral college, mengalahkan penantang utamanya dari Partai Demokrat, Alton B. Parker, yang “hanya” meraih 140 electoral college dengan 5.084.223 suara popular vote.

Terdorong oleh kemenangan besarnya dalam pemilu, Teddy memberlakukan ketentuan baru dalam menggerakkan reformasi. Pada pesan tahunannya yang pertama di hadapan Kongres setelah terpilih kembali, Roosevelt menghendaki tata niaga kereta api yang lebih tegas, dan pada Juni 1906 Kongres mengesahkan Undang-Undang Hepburn. Ketentuan ini memberikan kewenangan kepada Komisi Dagang Antarnegara Bagian untuk mengatur tarif, memperluas wilayah kekuasaan hukum Komisi, dan memaksa perusahaan Kereta Api untuk melepaskan modal mereka di maskapai pelayaran dan perusahaan batu bara.

Perlindungan terhadap sumber-sumber alam milik negara, penghentian eksploitasi tambang yang merusak, dan reklamasi tanah luas yang telantar, adalah di antara contoh dari keberhasilan penting yang dicapai pada era Teddy Roosevelt. Presiden menyerukan program terpadu dan berjangkauan luas untuk konservasi, reklamasi, dan irigasi. Hal ini bahkan sudah ia sampaikan pada saat berpidato di hadapan Kongres yang pertama tahun 1901.

Presiden-presiden sebelumnya berhasil menyediakan 18.800.000 hektare hutan untuk hutan lindung dan taman. Roosevelt meningkatkan jumlahnya menjadi lebih dari tiga kali lipatnya, yakni 59.200.000 hektare dan memulai usaha-usaha sistematis untuk melindungi kebakaran hutan dan mereboisasi tanah-tanah yang gundul.

Dalam soal keberanian dan komitmen untuk menegakkan keadilan, saya kira Teddy Roosevelt layak diteladani oleh semua pemimpin dari negeri mana pun, termasuk pemimpin Indonesia. Di lingkungan birokrasi yang koruptif serta dalam berhadapan dengan mafia di segala lini, tanpa keberanian, mustahil bisa menegakkan keadilan, dan lebih mustahil lagi bisa menyejahterakan rakyat.

Jika berprinsip seluruh kekayaan negara diperuntukkan untuk kemakmuran rakyat, maka jalan yang harus ditempuh antara lain adalah bagaimana menyelamatkan sumber-sumber kekayaan negara dari tangah-tangan “kotor” para politikus dan pengusaha-pengusaha nakal. Para politikus dan pengusaha harus dimintai komitmennya untuk ikut serta menyejahterakan rakyat.

Untuk menghadapi para politikus dan pengusaha yang “menguasai” aset-aset negara, dibutuhkan keberanian yang bertumpu pada perundang-undangan dan konstitusi. Apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam menjalankan kebijakan tax amnesty bisa menjadi langkah awal yang baik. Meskipun banyak yang mengkritik, Jokowi tetap berani melangkah karena menurutnya opsi inilah yang terbaik untuk rakyat.

Keberanian untuk memecat para pembantunya yang hanya bikin gaduh namun minim prestasi dan menggantinya dengan tokoh-tokoh profesional yang mumpuni juga merupakan langkah yang patut diapresiasi. Untuk kepentingan rakyat, apa pun bisa dilakukan sepanjang tidak melanggar undang-undang dan konstitusi, prinsip Presiden Teddy Roosevelt ini layak ditiru para pemimpin di negeri ini.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.