Kamis, Oktober 29, 2020

Pemenuhan Kuota Internet dan Pembelajaran Interaktif

Ekofeminisme: Berharap Pluralisme dari Agama yang Erotis

Waktu kuliah, saya punya senior laki-laki yang mesum sekali. Maksud saya mesum adalah dia menyambungkan topik apa pun pada hal-hal yang berbau seksual. Dari...

Menjawab Pertanyaan “Apa Prestasi Prabowo?”

Salah satu isu yang kerap diembuskan pendukung Jokowi adalah kurangnya pengalaman Prabowo Subianto sebagai penantang petahana. Di media sosial, atau saat turun langsung ke...

Mudik: Solipsisme dan Rezeki Kaum Pinggiran

Satu hal penting yang perlu didedahkan di Lebaran tahun ini adalah persoalan mudik yang tidak bisa dipisahkan dari tradisi umat Islam di Indonesia. Mudik...

Balada SP3 Rizieq Shihab Dan Sikap Presiden Joko Widodo

Pemerintahan Jokowi akhirnya memberikan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus chat mesum yang dituduhkan kepada Rizieq Shihab. Sejak awal tuduhan ini memang lemah....
Nurlia Dian Paramita
Nurlia Dian Paramita
Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiah (PPNA) 2016-2020, Peneliti Senior Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR)

Terobosan untuk memenuhi pengetahuan siswa terus dilakukan oleh pemerintah guna mengentaskan pendidikan utamanya pada masa pandemi. Siswa harus terus mendapatkan kesempatan belajar dengan tetap memenuhi kualitas standar.

Kemendikbud melalui rilis nomor 272/ Sipres/ A6/ IX/ 2020 memberikan komitmen bantuan pemberian kuota internet untuk membantu askes informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani PJJ selama masa pandemi. Mendikbud mengatakan bahwa keterbatasan ketersediaan paket data internet selama ini menjadi kondisi kendala yang harus dihadapi. Sehingga subsidi ini diberikan melalui Asistensi fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kominfo sebagai leading sector pemenuhan jaringan selular mengatakan bahwa akan terus memastikan operator seluler turut menjaga kualitas jaringan agar terjaga baik. Sekali lagi kinerja berkesinambungan antar SKPD negara tentu akan memperlancar fasilitas siswa belajar.

Namun demikian, diperlukan kontrol dan verifikasi agar perusahaan seluler juga memberikan pemenuhan kuota sesuai dengan klasifikasi kerjasama yang telah dijalankan. Apalagi Siswa harus mengembangkan content aplikasi kreatif yang membutuhkan gigabyte cukup besar, selain itu siswa juga diharapkan tidak hanya membuka fitur hiburan namun juga harus pandai memanfaatkan pemenuhan kuota dengan mengedepankan aspek intelektualitas dalam akses dunia virtual.

Adaptasi pada aspek digitalisasi

Hasil survei Poling Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 64,8% atau setara dengan 171,17 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia 264,16 juta jiwa.

Dalam survei tahun 2018 tersebut juga menjelaskan bahwa rata-rata pengguna dalam rentang usia 5-9 tahun 25,2% dan 10-14 tahun 66,2%, menghabiskan waktu hingga lebih dari range 3-4 jam perhari-nya dengan kontribusi besar di wilayah jawa hingga 55%. Sementara survey yang dilakukan yayasan Plan International terhadap 14.000 anak perempuan muda di 31 negara termasuk 500 anak Indonesia, menunjukan bahwa 67% anak perempuan Indonesia amat sering menggunakan medsos whatsapp 81%, FB 60% dan IG 55%.

Data itu menunjukkan bahwa usia pelajar baik sekolah tingkat dasar-menengah sesungguhnya sudah akrab dengan koneksi digital, namun peran penggunaannya itu yang barangkali perlu ditelisik bersama. Jangan sampai mereka semata-mata hanya menjadi gamers apalagi kondisi pandemi ini berdampak waktu lebih lama dalam akses digital.

Haryatmoko (2020) dalam bukunya “Jalan Baru Kepemimpinan” mengatakan bahwa sistem pendidikan harus berubah karena revolusi industri 4.0 yang mendepankan disrupsi inovatif, yakni Internet of Things (IoT), Artificial Intelegence (AI), Blokchain, 3D, Big Data dan Sensor.

Kemajuan itu mengubah digitalisasi menjadi ekosistem inovasi. Siswa maupun guru/pendidik akan berperan sebagai user yang akan mengisi ruang tersebut. Ke depan para individu ini akan menjadi garda perubahan bangsa. Termasuk perlunya model kompetisi yang progresif. Hal ini diharapkan akan mampu menghasilkan kecerdasan kolektif. Termasuk seorang pendidik harus mengalami shifting paradigm. Menjadikan subyek utama pendidikan adalah pembelajar. Sehingga tidak terlalu kaku terhadap acuan kurikulum.

Karena itu, penting untuk menggalakkan literasi baca buku secara daring dengan model e-book. Namun jika merasa kesulitan dapat menerapkan metode skimming membaca dengan cepat. Yakni mengidentifikasi sub pokok substansi dari buku yang dibaca.

Pembelajaran interaktif

Riset National University Singapore (NUS) (2018) mengatakan bahwa murid dan mahasiswa akan belajar lebih baik ketika mereka terlibat secara aktif, daripada hanya mendengarkan ceramah dari pengajar pasif.

Dalam konteks pembelajaran virtual diperlukan adaptasi dalam hal sepele misalnya seberapa kuat anak didik, tenaga pengajar baik guru atau dosen sebagai mahasiswa berselancar dalam layar gajet. Dalam kondisi pandemi ini, menjadi momentum yang tepat untuk merejuvenasi peran penggunaan internet utamanya pada pendukung utama komponen pendidikan. Tentu ini menjadi momentum yang baik untuk mempelajari keunggulan metode daring dengan mengakses platform pendidikan interaktif, terutama bila siswa mengalami kesulitan.

Termasuk model aktivitas siswa yang bersifat paperless (widiastuti, 2020), selama ini siswa harus menjumpai guru atau pamong belajar secara tatap muka ke sekolah untuk memberikan laporan. Disisi lain dengan upaya pemenuhan kuota internet, akan mengurangi interaksi antar individu sehingga mengurangi dampak penularan wabah.

Beberapa waktu lalu Satriwan Salim, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), seperti yang dilansir dari laman suara.com (13/08/20), menuturkan bahwa keputusan pemerintah membuka sekolah pada masa pandemi Covid 19 sangat membahayakan, tercatat 37 guru, 7 siswa, 131 santri, dan 6 ustadz di 15 kota di Indonesia. Hal ini diakibatkan masih ada interaksi langsung.

Hingga hari ini aspek kebaruan protokol kesehatan terus mengalami perubahan seperti dilansir dari laman IG pandemic talk yang menambah karakteristik pencegahan selain 3M dengan Ventilasi-Durasi-Jarak-Perilaku. Ini sebagai salah satu upaya keras mengurangi angka penularan wabah. Khusus pada aspek perilaku, siswa dan guru harus mampu seoptimal mungkin untuk melakukan pembelajaran dengan daring interaktif.

Apabila masih menemukan hambatan, orangtua, guru dan siswa dapat memberikan informasi kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Unit Layanan Terpadu (ULT) Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud. Model pembelajaran Interaktif dengan dukungan kuota internet yang merata di 34 provinsi diharapkan mampu mewujudkan kualitas anak didik yang kokoh dan adaptif dalam memenuhi tuntutan keilmuan di masa pandemi

Nurlia Dian Paramita
Nurlia Dian Paramita
Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiah (PPNA) 2016-2020, Peneliti Senior Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Kelamnya Dunia Politik di Thailand

Apa yang kalian bayangkan tentang negara Thaiand? Ya, negara gajah putih tersebut sangat dikenal dengan keindahannya. Apalagi keindahan pantai yang berada di Krabi dan...

Anak Muda dan Partai Politik

Tak dapat disangkal, gelombang demokratisasi seiring dengan gerakan reformasi 1998 telah mengantarkan kita pada suatu elan kehidupan publik yang terbuka, egaliter, dan demokratis. Reformasi...

Machiavelli: Pemikir yang Banyak Disalah Pahami

Dalam kajian Ilmu Politik, nama Nicollo Machiavelli dipandang sebagai penggagas teori politik modern. Tentu hal tersebut sangat beralasan, mengingat posisi Machiavelli yang secara tegas...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dialog Sang Penyemangat

Ketika Sang Penyemangat datang kepadaku untuk memberikan tausiyah yang membarakan kalbu, Jiwaku begitu menggebu-gebu. Setiap kudengar tausiyah suci itu rangkai katanya merona dikalbu dan...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Machiavelli: Pemikir yang Banyak Disalah Pahami

Dalam kajian Ilmu Politik, nama Nicollo Machiavelli dipandang sebagai penggagas teori politik modern. Tentu hal tersebut sangat beralasan, mengingat posisi Machiavelli yang secara tegas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.