Sabtu, Januari 16, 2021

Peluruhan Mentalitas

Staf Ahli dan Penguatan BUMN

Selama periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, keberadaan BUMN menjadi ujung tombak percepatan pembangunan, khususnya infrastruktur. Di antaranya, tuntasnya jalan tol TransJawa yang tersambung hingga...

Pasca Pentersangkaan Ahok

Sebelumnya, saya perlu menegaskan terlebih dahulu posisi saya dalam tulisan ini. Saya tidak sedang mewakili pendukung Ahok. Begitu juga saya tidak sedang menjadi juru...

Derby Manchester: Perebutan Tiga Angka yang Tak Biasa

Sejak pertengahan pekan ini, obrolan tentang laga dua tim satu kota bertajuk derby Manchester menjadi komsumsi rutin pecinta sepakbola seluruh dunia. Gaung derby Manchester...

Pemerintah Membuat Istilah

Pembaca mengingat puisi menegangkan berjudul “Doa Orang Lapar” gubahan Rendra (1972). Puisi mengisahkan kepekaan sosial, politik, dan religius. Pada masa 1970-an, Rendra biasa marah...
Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saya ditanya apakah ada peluruhan kebudayaan dan mentalitas etnik tertentu di Indonesia?

Boleh jadi saat ini banyak suku atau orang Indonesia memiliki problem mentalitas yg sama seperti yg dipidatokan Mochtar Lubis di IKJ tahun 1977. Kata Mochtar Lubis, orang Indonesia itu antara lain bermental hipokrit atau munafik, berjiwa feodal, percaya takhayul, erotis, boros, dan suka jalan pintas.

Menurut Prof Koentjaraningrat (1992) orang Indonesia bermental menerabas, tidak disiplin murni, tidak bertanggungjawab, meremehkan mutu. Saya tidak tahu adakah etnik Indonesia yang bebas dari mentalitas seperti itu.

Mentalitas elite saat ini jg boleh jadi lebih parah daripada warganya. Indonesia saat ini mengalami cultural-lag yang serius, era reformasi makin memperparah kesenjangan budaya tersebut.

Tentu saja, di samping mentalitas negatif, terdapat sifat-sifat orang Indonesia yang positif seperti relijius, ramah, toleran, mau prihatin, dan sebagainya. Maka diperlukan transformasi dan rekonstruksi kebudayaan secara ideografis menjadi penting didialogkan bagi Indonesia ke depan.

Pendidikan sebenarnya dapat diproyeksikan sebagai jalan paling strategis dalam proses transformasi dan rekonstruksi kebudayaan tersebut. Namun masalahnya apakah kebijakan pendidikan nasional mengarah ke sana?

Ketika dunia pendidikan nasional tidak begitu jelas arahnya serta kuat indikasinya didesign secara pragmatik-ekonomi dan dikelola model perusahaan ala pabrik. Rasanya pendidikan yang pragmatik seperti itu tidak menyentuh pencerahan dan pemajuan akal budi manusia Indonesia ke depan.

Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.