Minggu, Februari 28, 2021

Peluruhan Mentalitas

Yang Jarang Diulas Tentang Buya Syafii

Tanggal 31 Mei 1935 adalah kelahiran Buya Syafii, sehingga tahun ini genap berusia 85 tahun. Indonesia, terlebih Persyarikatan Muhammadiyah, beruntung memiliki tokoh bernama lengkap Ahmad...

Tentang Pernikahan Dini Anak Muda Masa Kini

Membaca tulisan Ferena Debineva berjudul Menikah dan Prestasi: Membandingkan Apel dan Meja Kerja menuntun saya pada pemikiran yang lebih mendasar tentang pernikahan. Yang saya...

Pidato Revisionis* Presiden Terpilih [Visi Keberlanjutan Indonesia]     

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Om swastiastu Namo buddhaya Salam kebajikan Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia. Kita...

Nawa Cita Jokowi dan Tragedi Ahmadiyah

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/nz/16. Kami merasa tak memiliki pemerintah. Kami dilarang beribadah. Warga membunuh saudara kami. Pemerintah setengah hati melindungi, membiarkan kami mengungsi (Nayati, Jemaah...
Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saya ditanya apakah ada peluruhan kebudayaan dan mentalitas etnik tertentu di Indonesia?

Boleh jadi saat ini banyak suku atau orang Indonesia memiliki problem mentalitas yg sama seperti yg dipidatokan Mochtar Lubis di IKJ tahun 1977. Kata Mochtar Lubis, orang Indonesia itu antara lain bermental hipokrit atau munafik, berjiwa feodal, percaya takhayul, erotis, boros, dan suka jalan pintas.

Menurut Prof Koentjaraningrat (1992) orang Indonesia bermental menerabas, tidak disiplin murni, tidak bertanggungjawab, meremehkan mutu. Saya tidak tahu adakah etnik Indonesia yang bebas dari mentalitas seperti itu.

Mentalitas elite saat ini jg boleh jadi lebih parah daripada warganya. Indonesia saat ini mengalami cultural-lag yang serius, era reformasi makin memperparah kesenjangan budaya tersebut.

Tentu saja, di samping mentalitas negatif, terdapat sifat-sifat orang Indonesia yang positif seperti relijius, ramah, toleran, mau prihatin, dan sebagainya. Maka diperlukan transformasi dan rekonstruksi kebudayaan secara ideografis menjadi penting didialogkan bagi Indonesia ke depan.

Pendidikan sebenarnya dapat diproyeksikan sebagai jalan paling strategis dalam proses transformasi dan rekonstruksi kebudayaan tersebut. Namun masalahnya apakah kebijakan pendidikan nasional mengarah ke sana?

Ketika dunia pendidikan nasional tidak begitu jelas arahnya serta kuat indikasinya didesign secara pragmatik-ekonomi dan dikelola model perusahaan ala pabrik. Rasanya pendidikan yang pragmatik seperti itu tidak menyentuh pencerahan dan pemajuan akal budi manusia Indonesia ke depan.

Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.