Senin, November 30, 2020

Peluruhan Mentalitas

Titik Balik Nasionalisme

Cetak biru (blue-print) nasionalisme adalah pemersatu bangsa. Nasionalisme bukan sekadar alat, melainkan nafas pergerakan untuk kemerdekaan. Nasionalisme lahir sebagai perekat sosial untuk mendobrak sekat-sekat...

Bunuh Diri dan Keterasingan

Sebelum dia menggantung dirinya sendiri, Naoko terlihat sehat sekali. Dia memotong rambutnya dan bicara banyak hal kepadaku, termasuk hubungan seksnya dengan kamu, Watanabe. Kemudian...

Nila Setitik Tak Merusak Susu Kental Manis Sebelanga

Alam kesehatan Indonesia memiliki salah satu penyihir. Penyihir itu bernama BPOM alias Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sekali BPOM mengayunkan tongkatnya (hap!), satu-dua merek...

Belajar dari Kota-Kota Ternyaman di Dunia

The Economist Intelligence Unit kembali mengumumkan hasil survei tentang kota-kota ternyaman di dunia. Di tahun 2016 ini, dari 140 kota di dunia yang disurvei,...
Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saya ditanya apakah ada peluruhan kebudayaan dan mentalitas etnik tertentu di Indonesia?

Boleh jadi saat ini banyak suku atau orang Indonesia memiliki problem mentalitas yg sama seperti yg dipidatokan Mochtar Lubis di IKJ tahun 1977. Kata Mochtar Lubis, orang Indonesia itu antara lain bermental hipokrit atau munafik, berjiwa feodal, percaya takhayul, erotis, boros, dan suka jalan pintas.

Menurut Prof Koentjaraningrat (1992) orang Indonesia bermental menerabas, tidak disiplin murni, tidak bertanggungjawab, meremehkan mutu. Saya tidak tahu adakah etnik Indonesia yang bebas dari mentalitas seperti itu.

Mentalitas elite saat ini jg boleh jadi lebih parah daripada warganya. Indonesia saat ini mengalami cultural-lag yang serius, era reformasi makin memperparah kesenjangan budaya tersebut.

Tentu saja, di samping mentalitas negatif, terdapat sifat-sifat orang Indonesia yang positif seperti relijius, ramah, toleran, mau prihatin, dan sebagainya. Maka diperlukan transformasi dan rekonstruksi kebudayaan secara ideografis menjadi penting didialogkan bagi Indonesia ke depan.

Pendidikan sebenarnya dapat diproyeksikan sebagai jalan paling strategis dalam proses transformasi dan rekonstruksi kebudayaan tersebut. Namun masalahnya apakah kebijakan pendidikan nasional mengarah ke sana?

Ketika dunia pendidikan nasional tidak begitu jelas arahnya serta kuat indikasinya didesign secara pragmatik-ekonomi dan dikelola model perusahaan ala pabrik. Rasanya pendidikan yang pragmatik seperti itu tidak menyentuh pencerahan dan pemajuan akal budi manusia Indonesia ke depan.

Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Tebet, Megamendung, dan Petamburan

Pandemi corona makin liar. Jika sebelumnya cluster penyebaran corona menyeruak di rumah sakit, perkantoran, sekolah, pesantren, perumahan, restoran, dan RT/RW -- kini tengah ramai...

Messi Adalah Nabi dan Maradona Adalah Tuhan

Paus Francis tersenyum. Ia juga berasal dari Argentina. Saat itu Ia mengunjungi klub sepokbola di Buienes Aires, Argentina: the Sportivo Pereyra de Barracas FC. Di...

Pentingnya Vitamin bagi Tubuh Di Era New Normal

Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi benteng untuk mencegah virus masuk dan menyerang tubuh kamu. Dengan dimulainya aktivitas di luar rumah lagi di masa...

Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

..."Kami simpulkan sedikit inti tulisan sebelumnya. Menurut data BPS, Sumatera Barat hari ini memiliki kue ekonomi kecil, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraannya yang tidak sedang...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Bukankah Allah Menegaskan Dunia Ini Tak Akan Pernah Sama?

Kenapa ada orang yang bersikeras mengharuskan umat manusia berada di bawah satu panji atau berprilaku dengan satu cara (manhaj). Apakah demikian yang diajarkan Al-Quran?...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.