Banner Uhamka
Minggu, September 27, 2020
Banner Uhamka

Peluang Tumbuhnya Ideologi Anti Rezim di Muhammadiyah

Nalar Antiradikalisme

Sejumlah barang miliik pria berinisial CH yang diduga sebagai pendukung ISIS berhasil diamankan di Kodim 0701/Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (29/1). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria. Pemerintah terus...

Idul Fitri: Melampaui Toleransi

Ada dua makna Idul Fitri, ritual dan sosial. Secara ritual, Idul Fitri bersifat eksklusif, hanya dilakukan oleh umat Islam yang benar-benar menjalankan perintah agamanya....

Bahaya Beragama Secara Fatalistik di Era Pagebluk

Hari-hari ini, bangsa kita dan bangsa sedunia sedang mengalami pandemi global yang disebabkan oleh Covid19. Semoga kita bisa melampaui ini semuanya. Secara historis, dunia ini...

Nalar Pusing Pak Moeldoko

“Lembaga KPK bisa menghambat upaya investasi. Ini yang tidak dipahami masyarakat.” Begitu ucapan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Kompas.com, 23/09/2019). Jangan-jangan pernyataan ini jadi salah...
Avatar
Nurbani Yusuf
Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting Gunungsari Kota Batu

Muhammadiyah di awal berdiri adalah organisasi koperatif bukan non-koperatif. Pikiran anti rezim bukan tradisi, karena tidak bersanad. Demikian para sejarawan semisal Taufik Abdullah, Ahmad Mansur Suryanegara dan lainnya menyebut.

Sebab itu Kyai Dahlan sang pendiri mengambil jalan damai, semacam kemitraan dengan kompeni Belanda sebagai pilihan. Kyai Dahlan juga mengambil subsidi untuk operasional sekolah yang dikelolanya. Silakan saja dilihat manuskripnya— meski tradisi Muhammadiyah tak suka melihat sejarah para pendirinya karena takut dibilang riya dan kultus.

Pergerakan Muhammadiyah adalah sejarah pergerakan kaum menengah atau abdi dalem keraton di pusat kekuasaan Jawa. Kyai Dahlan adalah putra penghulu keraton. Orang istana. Dekat dengan kekuasaan dan raja-raja Jawa. Jangan lupakan itu. Jadi tak heran bila corak gerakannya bernuansa kosmopolit masyarakat menengah priyayi Jawa. Bukan ‘pesantren’ simbol Islam tradisional yang dibangun, tapi university, boarding, klinik dan panti asuhan yang kental aroma selera kompeni yang jadi pilihan amal — sebagai suar atau simbol modernisasi.

Kyai Dahlan adalah ulama waskita atau futuristik yang pintar membaca tanda-tanda jaman—- beliau punya selera kompeni, ingin umat Islam punya sekolah, boarding, klinik hingga university seperti orang Eropa — orang Islam harus bercelana, pakai jas, vantovel atau pentalon seperti meneer Belanda. Orang Islam harus maju tak boleh jumud. Al Quran tak cukup dihafal tapi harus di amalkan. Tak urung gagasannya ini dilawan banyak orang bahkan dikaferkan karena dianggap tasyabbuh.

Sejauh mata memandang, maka Muhammadiyah adalah gerakan yang eksotik, lincah dan kenyal — sebab yang ditawarkan adalah mengubah pikiran, mainstream atau paradigma — bukan perang atau jihad angkat senjata dan itu punya daya tarik kuat karena banyak memberi inovasi pemoderenan dan moderasi yang banyak menginspirasi. Prof Nakamura memberi catatan khusus tentang matahari terbit di atas pohon beringin yang banyak di apresiasi karena faktual menggambarkan sejarah pergerakan Islam modern di Kotagedhe ini.

Pun dengan pergerakan yang dipilih bukan oposisi sebab Kyai Dahlan dekat keraton, orang istana yang ada di lingkaran kekuasaan— Kyai Dahlan adalah representasi Islam menengah atas yang peduli — sebut Dr Alfian dalam risetnya yang menarik, Kyai Dahlan adalah bagian masyarakat kelas mapan yang gelisah karena peduli. Bukan politik kekuasaan yang dipilih tapi gerakan kultural kelas menengah atas. Bukan marjinalisasi apalagi eksklusifitas tapi inklusif dan toleran.

Substansi gerakannya ingin menyibak tesis Syaikh Muhammad Abduh tentang Al Islamu mahjuubun bil muslimiin — Kyai Dahlan melakukan purifikasi dan modernisasi dalam kesatuan ihwal yang melahirkan Islam moderat atau wasath.

Sejak kapan tiba-tiba Muhammadiyah menjadi oposan anti kekuasaan, anti rezim, dan berdiri berhadapan dengan penguasa, sementara sisi lain juga menerima subsidi dan segala bantuan dari pemerintah?

Lantas bagaimana jihad dan nahy munkar dimaknai menurut perspektif Kyai Dahlan —pada perspektif modernisasi dan purifikasi yang ditawar Kyai Dahlan, maka domain jihad dan nahy munkar mengalami pemaknaan yang inklusif—mengedepankan maslahat dan pemodernan setelah dilakukan kontekstuasi maksimal.

Jadi inilah tafsir priyayi tentang jihad dan nahy munkar itu: Membangun sekolah adalah jihad melawan kebodohan- rumah sakit adalah jihad melawan perdukunan dan kemusyrikan. Lazis dan bait amal adalah jihad melawan kemiskinan. Masjid dan mushala adalah jihad melawan bid’ah. Nahy munkar ala priyayi, semuanya pakai modal. Inilah perspektif nahy munkar yang telah dilakukan dengan capaian yang luar biasa

Avatar
Nurbani Yusuf
Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting Gunungsari Kota Batu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Beberapa Khazanah dan Pemikir Islam

Abad ke-14 dunia Islam mengalami kelesuan, akan tetapi dari Tunisia lahirlah seorang pemikir besar yaitu Ibn Khaldun (Abdurrahman ibn Khaldun, w. 808 H/1406 M)...

Seharusnya Perempuan Merdeka Sejak Usia Dini

Gender memberikan dampak yang berarti sepanjang jalan kehidupan seorang manusia. Tetapi karena diskriminasi atas dasar jenis kelamin dalam awal kehidupan, konsep kesetaraan bahkan pengetahuannya...

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.