Rabu, Oktober 21, 2020

Siapa Bakal Tersingkir Setelah MU Membeli Alexis Sanchez?

NSB12, Bisnis Sepakbola, dan Sisa-sisa Idealisme

Laga Bali United kontra Persiba Balikpapan menyisakan kesan mendalam bagi pecinta sepakbola Indonesia. Hati nurani insan sepakbola kembali tersindir oleh pesan moral yang disampaikan...

Semuanya Akan Made in China, Termasuk Sepakbola

Awal tahun menjadi periode sibuk kedua bagi sebagian besar klub sepakbola dalam aktivitas jual beli pemain. Periode transfer pemain sepanjang bulan pertama di awal...

Menanti Gocetan Tangan Dingin Indra Sjafri

"Alhamdulillah dan bersyukur kami mampu menang atas Filipina, apalagi dengan skor sangat telak. Apresiasi serta terimakasih kepada pemain yang sudah berjuang di laga ini,"...

Perempuan dan Sepakbola

Semua orang bisa menonton sepakbola, tapi tak semua orang punya akses yang sama untuk bermain sepakbola. Mereka yang berada di daerah pinggiran kota, masih...
Avatar
Muhammad Qomarudin
Penikmat sepakbola layar kaca dan sesekali menulis tentang sepakbola

Proses negosiasi antara Manchester United dengan Arsenal terkait nama Alexis Sanchez mulai menemui titik terang. Pemain asal Cile tersebut sudah sepakat untuk hijrah ke Old Trafford. Kedatangan pemain baru adalah peristiwa yang selalu ditunggu oleh fans. Apalagi, ketika yang dibeli adalah pemain kelas dunia. Namun, bisa jadi, akan ada pemain-pemain United lawas yang tak akan turut serta dalam keriaan tersebut.

Jumlah pemain di dalam tim utama, apalagi untuk tim profesional yang sangat memperhatikan postur gaji, tentu sangat dipikirkan. Tidak sehat apabila sebuah klub profesional memiliki terlalu banyak pemain atau tidak seimbang. Apalagi ketika nanti si pemain tidak banyak bermain, atau tidak masuk dalam rencana jangka panjang. Mereka hanya akan membebani strukur gaji sebuah tim.

Oleh sebab itu, ketika ada pemain baru yang resmi bergabung, apalagi dengan gaji yang terbilang tinggi, tentu akan berdampak kepada eksistensi pemain lawas. Untuk menyediakan ruang gaji dan mempertahankan keseimbangan tim, akan ada yang dipangkas. Maka, kedatangan Alexis bisa menghadirkan efek domino di dalam skuat The Red Devils.

Untuk meraba siapa saja yang berpotensi disepak oleh manajemen United, pertama-tama, mari kita lihat kemampuan individu dari Alexis.

Ketika masih bermain untuk Udinese, setidaknya ada dua posisi yang banyak ia tempati, yaitu penyerang sayap (baik kanan atau kiri) dan second striker. Kemampuannya menggiring bola menjadi senjata utama Alexis. Tak hanya gesit ketika menggiring bola, Alexis juga ulet ketika mempertahankannya.

Dua musim, yaitu 2008/2009 dan 2009/2010, Alexis bermain sebagai penyerang sayap di Udinese. ketajaman Alexis belum begitu terasah di dua musim tersebut. Total, ia mencetak delapan gol dan enam asis saja. Perubahan terjadi di musim 2010/2011, musim terakhir Alexis bersama Udinese. Di musim pamungkas itu, Alexis bermain sebagai second striker dan penyerang sayap sebelah kanan. Total, ia mencetak 12 gol dan 10 asis. Ketajaman Alexis mulai terasah.

Musim 2011/2012, ketika sudah hengkang ke Barcelona, posisi bermain Alexis cukup banyak. Boleh dikata, di bawah arahan Pep Guardiola, Alexis berkembang pesat. Posisi utama Alexis bersama Barcelona adalah penyerang sayap sebelah kanan. Beberapa kali ia juga bermain sebagai penyerang sayap sebelah kiri, penyerang tengah, hingga gelandang serang, gelandang (sayap) kanan dan kiri. Total, ada enam posisi yang pernah ditempati Alexis. Bersama Barcelona, Alexis mencetak total 39 gol dan 27 asis selama tiga musim.

Musim 2014/2015, Arsenal datang menawarkan petualangan baru. Selama berseragam Arsenal, posisi dominan Alexis ada di sisi kiri sebagai penyerang sayap sebelah kiri. Posisi lain yang pernah ia nikmati adalah penyerang tengah, second striker, dan penyerang sayap sebelah kanan. Total, Alexis mencetak 50 gol dan 27 asis.

Data-data gol dan asis di atas hanya menghitung dari data bermain Alexis di Serie A, La Liga, dan Premier League saja. Data diolah dari whoscored.

Posisi bermain Alexis cukup banyak dan cukup jarang ia bermain mengecewakan. Melihat kemampuan itu, ada beberapa pemain United yang perlu waspada. Atau jika lebih bijak, sudah menyiapkan koper jika dalam waktu dekar ini diminta mencari klub baru. Siapa saja mereka?

Zlatan Ibrahimovic

Kontrak Ibrahimovic bersama United adalah kontra jangka pendek, sepeti kebanyakan pemain Indonesia, yaitu hanya satu musim. Artinya, kontraknya saat ini akan segera habis di bulan Juni 2018. Di akhir Januari 2018 ini pun Ibrahimovic sudah bisa membuka negosiasi dengan klub lain. Bosman rule membuat situasi tersebut menjadi mungkin.

Kelanjutan karier Ibrahimovic bersama United sendiri tak berjalan indah, terutama di satu tahun kontraknya ini. Cedera berat yang pemain Swedia tersebut derita sejak musim lalu tak betul-betul sembuh. Bahkan saat ini Ibrahimovic kembali absen karena cedera dan United belum menunjukkan niat memperpanjang ikatan kerja ini.

Oleh sebab itu, masuk akal apabila Ibrahimovic sudah akan dilepas United di musim panas nanti lantaran Alexis pun bisa bermain di posisinya. Bahkan, jika mau, United bisa melepas Ibrahimovic sekarang juga. Penalti karena pemutusan kontrak tentu bukan beban yang berat untuk manajemen United.

Juan Mata

Pemain kedua yang keberadaannya terancam adalah Juan Mata. Salah satu yang memberatkan dirinya adalah penurunan performa dan kontrak yang menyisakan satu musim saja.

Sebelum Paul Pogba cedera, bersama Henrikh Mkhitaryan dan Romelu Lukaku, mereka berempat membentuk empat serangkai dengan performa yang dahsyat. Pergerakan yang cari dari Juan Mata, Pogba, dan dibantu salah satu dari Rasford, Martial, atau Lingard, lini depan United adalah lini depan tertajam kedua setelah Manchester City.

Namun, celakanya, ketika Pogba absen karena cedera, performa Juan Mata dan Mkhitaryan langsung anjlok. Mkhitaryan yang paling terasa penurunan performanya. Sampai pada akhirnya, namanya disertakan oleh United dalam usaha pembelian Alexis. Yang menarik adalah ketika Pogba sembuh, performa Juan Mata tak kunjung membaik.

Sebenarnya, performa Juan Mata tak bisa dibilang sangat buruk, seperti Mkhitaryan. Namun, ketika dirinya ditepikan, ada pemain lain yang berhasil membayar kepercayaan Mourinho.

Pogba sudah sembuh, Jose Mourinho lebih banyak memainkan Jesse Lingard di belakang Lukaku. Di sisi kanan dan diri, ada Marcus Rashford dan Anthony Martial. Tak ada lagi tempat untuk Juan Mata. Ingat, Alexis pun bisa bermain di belakang penyerang, baik sebagai gelandang serang atau second striker.

Jika Alexis bermain di sisi kanan, sedangkan Rasford dan Matial berganti-gantian di posisi kiri, maka Mourinho tetap akan kesulitan mencadangkan Lingard yang tengah berada dalam level performa memuaskan. Oleh sebab itu, Juan Mata sudah harus memahami sejak dini bahwa kedatangan Alexis bisa menjadi bunyi lonceng berakhirnya karier bersama United.

Pada dasarnya, United tetap akan berhitung dengan cermat apabila harus melepas pemain setelah membeli Alexis. Lini depan mereka cukup tipis, tanpa pelapis yang bisa diandalkan. Di sinilah masalahnya. Pemain-pemain seperti Ibrahimovic dan Juan Mata tentu akan mau dijadikan pelapis dalam waktu yang lama. Pada titik tertentu, keduanya akan memikirkan karier dan move on dari keterpurukan bersama United.

Kolom terkait:

Mou dan Harapan “Setan Merah”

Ketika Ibracadabra Pulang

Masih Butuh Coutinho, Barca?

Yerry Mina untuk Barcelona: Pelapis dan Pendobrak

Avatar
Muhammad Qomarudin
Penikmat sepakbola layar kaca dan sesekali menulis tentang sepakbola
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.