Jumat, Januari 15, 2021

Saatnya Manchester United Bergegas!

Arsenal Way: Cara Wenger Merawat Kuasa

Burnley hampir saja menodai pesta perayaan 20 tahun Arsene Wenger bersama Arsenal. Kado spesial berupa kemenangan nyaris gagal dipersembahkan para punggawa Arsenal di momen...

Siapa Bakal Tersingkir Setelah MU Membeli Alexis Sanchez?

Proses negosiasi antara Manchester United dengan Arsenal terkait nama Alexis Sanchez mulai menemui titik terang. Pemain asal Cile tersebut sudah sepakat untuk hijrah ke...

Habis Manis Ranieri Dibuang

Kisah perjalanan heroik Claudio Ranieri bersama Leicester City berakhir pilu. Petinggi klub juara bertahan Liga Premier Inggris itu secara mengejutkan memecat Ranieri pada Kamis...

Alexis, Politik, dan Problem Soliditas

Dunia olah raga dan politik sebenarnya banyak memiliki kesamaan. Di dalam permainan olah raga, sebut saja sepak bola, seorang pemain diberikan keleluasaan untuk melakukan...
Avatar
Muhammad Qomarudin
Penikmat sepakbola layar kaca dan sesekali menulis tentang sepakbola

Separuh Januari dihabiskan oleh Manchester United untuk menyelesaikan pembelian Alexis Sanchez dari Arsenal. Padahal, pekerjaan rumah skuat asuhan Jose Mourinho ini cukup banyak.

United masuk ke dalam panggung perburuan Alexis dengan cantik. United menawarkan gaji tinggi bagi si pemain. Menjadi daya tarik tersendiri, yang sukses membuat Mancheser City terhenyak. Untuk Arsenal sendiri, United menyodorkan satu pemain sebagai pelicin. Henrikh Mkhitaryan, mantan gelandang Borussia Dortmund, diberikan kepada Arsenal.

Sebelum bergabung dengan United, pemain asal Armenia ini juga salah satu buruan Arsene Wenger. Bahkan pembicaraan Arsenal dengan Dortmund sudah memasuki tahap lanjut, sebelum akhirnya United datang dengan penawaran yang lebih menawan. Ditambah “peran terselubung” dari sang agen, alhasil, Mkhitaryan justru bergabung ke United.

Fakta di atas menjadi latar belakang mengapa United berani memasukkan nama Mkhitaryan ke dalam penawaran. Ketertarikan Arsenal kepada Mkhitaryan membuat proses kepindahan Alexis terhitung mulus. Namun, memang, lantaran melibatkan pertukaran pemain, proses kepindahan menjadi lebih panjang. Hal inilah yang perlu dipikirkan masak-masak oleh Mourinho dalam empat hari ke depan.

Jendela transfer Januari memang jauh lebih pendek dibandingkan musim panas. Hanya punya satu bulan, sebuah klub harus bekerja tiga kali lebih cepat dibandingkan aksi transfer di antara bulan Juli hingga September. Risikonya di sini. Fokus ke satu pemain, klub berpeluang kehilangan kesempatan memperkuat lini lain, di mana lini tersebut tak kalah pentingnya.

Dan di tengah jendela transfer yang pendek ini, armada Setan Merah masih punya banyak pekerjaan. Masih ada posisi yang perlu diisi pemain baru, atau setidaknya kualitasnya ditingkatkan.

Bek kiri

Justru sebelum tersiar kabar akan memboyong Alexis, United begitu ramai dikabarkan akan fokus membeli bek kiri di jendela transfer Januari. Setidaknya, ada empat pemain yang diminati. Mereka adalah Danny Rose, Ryan Sessegnon, Alex Sandro, dan Faouzi Ghoulam. Masalah banyak hinggap ketika United berusaha memboyong mereka.

Masalah pertama adalah kesulitan mencarikan klub baru untuk Luke Shaw. Tentunya, jika Shaw tidak dijual terlebih dahulu, sekor bek kiri akan menumpuk. Jika sudah menumpuk, akan ada pemain yang menit bermainnya menjadi tidak terjamin. Jika sudah begini, ke depannya, justru hanya akan melahirkan masalah: pemain yang gusar karena jarang bermain.

Menjual pemain juga berhubungan dengan ketersediaan gaji. Empat pemain di atas tentu akan menyedot pengeluaran porsi gaji United. Jika Shaw tak segera dilepas di sisa empat hari ini, pekerjaan United akan menumpuk.

Membeli Danny Rose bukan urusan mudah. Tottenham Hotspur cukup alot ketika berlaga di meja perundingan. Yang akan terjadi justru United “dipaksa” harus membayar uang melebihi yang seharusnya mereka sediakan. Negosiasi dalam waktu empat hari tentu pekerjaan yang amat rumit.

Situasi lebih “enak” untuk United terkait Alex Sandrodan Ghoulam. Bek Juventus ini tengah berada dalam posisi mengambang setelah Chelsea, peminat sebelumnya, justru mengalihkan target kepada Emerson Palmieri, bek AS Roma. Padahal, Alex Sandro sempat begitu dekat dengan pindah ke Chelsea.

Ghoulam sendiri akhirnya diizinkan untuk hengkang oleh Napoli. Alasannya, Napoli sudah hampir mendapatkan Grimaldo dari Benfica, klub Portugal. Artinya, membeli Alex Sandro dan Ghoulam akan lebih mudah ketimbang memaksa membeli Danny Rose.

Ryan Sesessgnon? Bek belia asal Inggris ini tengah menjadi fenomena baru. Namun, usianya yang masih 18 tahun membuat Sessegnon bukan solusi cepat untuk menjadi pendamping Ashley Young.

Kepastian Lini Tengah

Sama seperti situasi di bek kiri, lini tengah juga butuh perhatian ekstra dan kepastian. Terutama, dan yang mungkin paling penting, menjual pemain.

Pertama, memastikan depan Michael Carrick. Gelandang asal Inggris ini sudah kembali berlatih bersama tim utama seusai menjalani operasi minor pada jantungnya. Namun, hingga sekarang, belum ada kepastian tanggal Carrick bisa kembali bermain. Jika tak ada kepastian, meskipun terdengar frontal, United perlu pengganti.

Situasi yang sama juga berlaku untuk Marouane Flamini dan Ander Herrera. Ketika Morinho bermain dengan double pivot, pilihan pertama jelas Nemanja Matic dan Paul Pogba. Masalahnya, ketika mendapatkan kesempatan, baik Fellaini dan Herrera justru tampil di bawah standar. Kontrak Fellaini akan habis di akhir musim. Ketimbang kehilangan pemain asal Belgia ini secara gratis, melepasnya sekarang juga jauh lebih menguntungkan.

Meski tak akan laku dengan nilai jual yang tinggi, pemasukan dari hasil melego Fellaini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan modal membeli satu gelandang sentral lagi. Ada selentingan kabar bahwa United tengah mempertimbangkan Mateo Kovacic, gelandang Real Madrid.

Bergegas adalah syarat mendapatkan Kovacic. Tentu saja karena jendela transfer tinggal empat hari. Kedua, Madrid tak akan melepas Kovacic begitu saja. Meski bukan pilihan utama, Kovacic adalah gelandang berkualitas yang berguna demi kedalam tim. Melepas Kovacic tentu butuh kerja ekstra untuk membekuk Madrid. Untungnya, hubungan United dan Madrid sudah terjalin dengan baik. Sedikit banyak, hubungan ini akan membantu.

Masih ada dua lini yang perlu dibenahi. Masih bisa bertambah, apabila Matteo Darmian akhirnya pulang ke Italia. Jadi, mulai hari Sabtu jam 12 malam WIB, United sudah harus mengalihkan hulu ledak mereka kepada target baru. Ayo, United! Bergegas!

Kolom terkait:

Siapa Bakal Tersingkir Setelah MU Membeli Alexis Sanchez?

Mou dan Harapan “Setan Merah” 

Di Sepakbola, Maaf Hanyalah Kata Belaka

Avatar
Muhammad Qomarudin
Penikmat sepakbola layar kaca dan sesekali menulis tentang sepakbola
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.