Minggu, Januari 17, 2021

Menggelorakan Nasionalisme lewat Sea Games 2017

Semuanya Akan Made in China, Termasuk Sepakbola

Awal tahun menjadi periode sibuk kedua bagi sebagian besar klub sepakbola dalam aktivitas jual beli pemain. Periode transfer pemain sepanjang bulan pertama di awal...

Sepakbola, Olahraga Ndeso

Sepakbola adalah olahraga ndeso karena yang bebas memainkannya cuma orang-orang (yang tinggal di) ndeso.  Mereka, orang-orang ndeso, tidak punya beban pikiran untuk patungan sewa lapangan. Mereka bebas berkejaran menendang...

Arsenal Way: Cara Wenger Merawat Kuasa

Burnley hampir saja menodai pesta perayaan 20 tahun Arsene Wenger bersama Arsenal. Kado spesial berupa kemenangan nyaris gagal dipersembahkan para punggawa Arsenal di momen...

Energi 212 untuk Garuda [Catatan untuk Timnas Sepakbola]

Doa dan zikir bersama di lapangan Monas Jum'at kemarin yang juga dikenal dengan aksi 212 —merujuk pada tanggal 2 Desember—merupakan fenomena luar biasa. Bukan...
Ribut Lupiyanto
Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration); Penggemar Sepakbola

Pemain Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Ardiles Haay menyundul bola saat melawan Timnas Timor Leste U-22 dalam penyisihan grup B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Malaysia, Minggu (20/8). Indonesia menang 1-0 atas Timor Leste. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Pesta akbar kompetisi olahraga antar negara se-ASEAN (SEA Games) sedang berlangsung di Malaysia pada 19-31 Agustus 2017. Tahun ini merupakan perhelatan ke-29, di mana Malaysia menjadi tuang rumah yang keenam kalinya. Indonesia sendiri baru menjadi tuan rumah sebanyak 4 kali pada tahun 1979, 1987, 1997, dan 2011. Sebelas negara mengikuti ajang SEA Games 2017 ini.

SEA Games 2017 memiliki nilai keistimewaan tersendiri bagi Indonesia. Pertama, karena diselenggarakan bersamaan dengan peringatan HUT Kemerdekaan ke-72. Kedua, menjadi pemanasan jelang tuan rumah ASIAN Games 2018. Kedua keistimewaan ini memberikan spirit kuat bagi kontingen Indonesia guna berjuang mendapatkan hasil maksimal sesuai target yang di harapkan.

Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas menargetkan Indonesia membawa pulang 50-60 medali emas pada ajang multievent olahraga dua tahunan kali ini. Perolehan tersebut diprediksikan mampu mengantarkann Indonesia berada di peringkat keempat. Spirit nasionalisme penting digelorakan di dada para atlet dan suporter yang hadir di gelanggang sebagai motivasi mencapai target tersebut.

Statistik SEA Games

Indonesia pertama kali ambil bagian dalam SEA Games pada 1977 di Kuala Lumpur. Dengan demikian, Indonesia telah mengikuti 18 kali dengan 10 kali di antaranya menjadi juara umum.
Tren prestasi kontingen Indonesia menurun dalam kurun 1999 sampai 2009. Posisinya terpuruk hingga lima besar. Posisi terburuk juga terjadi pada SEA Games 2015 di Singapura, yaitu peringkat lima.

SEA Games 2017 mempertandingkan 38 cabang olahraga, dengan masing-masing 208 event kompetisi putra, 177 putri, dan ganda. Sebanyak 1.332 medali akan dibagikan dan 403 di antaranya adalah medali emas.

Indonesia total mengirimkan 616 atlet. Sebanyak 530 atlet dikirim oleh pemerintah, sedangkan 86 atlet lainnya diberangkatkan oleh pengurus besar cabang olahraganya sendiri. Tim Merah Putih akan tampil dalam 36 cabang olahraga.

Satuan Pelaksana mematok ada enam cabang olahraga  yang berpotensi dijadikan lumbung medali emas untuk Indonesia. Keenam cabang olahraga itu adalah atletik, balap sepeda, bulu tangkis, pencak silat, angkat besi, dan karate.

Sebagaimana diketahui, Malaysia memutuskan mempertandingkan tujuh cabang olahraga baru yang kurang familiar di Indonesia. Efeknya Indonesia berpotensi kehilangan banyak medali emas. Cabang-cabang olahraga yang dimasukkan adalah lawn ball, net ball, ski es, rugby seven, cricket, hoki es, dan petangue. Malaysia berpotensi mengambil 30 medali emas dari tujuh cabang olahraga ini.

Cabang olahraga paling populer di setiap pesta olahraga adalah sepakbola. Indonesia sendiri tampil dengan beban berat karena hanya pernah sekali menggondol emas selama SEA Games. Awalan bagus dihasilkan dalam babak penyisihan grup. Tim Nasional Garuda sukses menahan tim terkuat Thailand dan mengalahkan Filipina. Target kali ini adalah masuk babak final.

Memompa Gelora

Indonesia merupakan negara terbesar dari segi geografis dan demografis di ASEAN. Posisinya juga selalu terdepan dalam berbagai aspek kehidupan. Olahraga menjadi salah satu simbol kebanggaan sekaligus penanda kemajuan suatu negara. Marwah olahraga mesti segera ditingkatkan melalui perbaikan prestasi mengembalikan masa-masa kejayaan silam.

Upaya mendongkrak dari posisi lima ke juara umum memang kurang realistis. Apalagi Indonesia tidak bertindak sebagai tuan rumah. Target yang dicanangkan pemerintah realistis. Harapannya dua hingga tiga kali perhelatan lagi juara umum dapat kita genggam. Konsentrasi Tim Merah Putih kini ada pada upaya memperoleh 50-60 medali emas.

Masing-masing cabang olahraga telah memasang strategi dan teknik guna mendapatkan hasil optimal. Semua pihak tentu memiliki peran sentral. Selain atlit, ada pelatih, organisasi cabang olahraga, tenaga medis, tenaga gizi, dan lainnya.

Hal yang perlu dioptimalkan adalah aspek nonteknis yang justru sering menjadi penentu. Tuan rumah akan selalu mengandalkan dominasi suporter. Indonesia tentu penting mengoptimalkan berbagai upaya guna memompa gelora nasionalisme para atlet. Gelora ini diyakini akan mampu mengakselerasi kemampuan teknis bertanding hingga beberapa kali lipat.

Spirit kemerdekaan yang berbasis nasionalisme mesti senantiasa terpatri dalam diri atlet saat berlaga. Persembahan prestasi bagi merah putih tentu memiliki nilai sama dengan perjuangan para pahlawan dulu ketika melawan penjajah. Atlet adalah pahlawan olahraga yang berjuang mengisi kemerdekaan dengan torehan prestasi internasional.

Gelora nasionalisme juga penting digemakan suporter berapa pun jumlahnya di gelanggang setiap pertandingan. Suporter itu minimal adalah atlet yang sedang tidak atau sudah selesai bertanding. Pemerintah penting mengoptimalkan jumlah TKI dan WNI yang banyak di Malaysia. Fasilitasi dapat diberikan seperti bantuan pembelian tiket, transportasi, atribut peraga, dan lainnya.

Suporter Indonesia terkenal dengan kreasi dan militansinya. Atribut bernuansa merah putih mesti diperbanyak di tribun penonton. Yel-yel pembakar semangat bernuansa nasionalisme juga mesti diperbanyak. Apa pun itu iklim sportivitas mesti dijunjung tinggi. Suporter juga mesti melek regulasi agar tidak kontraproduktif bagi capaian atlet itu sendiri.

Pemerintah memiliki peran sentral bagi fasilitasi dan dukungan dalam mengakselerasi energi para atlet. Janji bonus penting disampaikan sejak awal sebagai penyemangat yang realistis. Baik itu bonus kontan maupun penghidupan sebagai ASN dan lainnya. Bonus-bonus ini berpotensi dari berbagai sumber, seperti pemerintah pusat, kepengurusan cabang olahraga, pemerintah daerah, dan tentunya sponsor swasta yang mesti banyak digali.

Masing-masing atlet penting pula disediakan psikiater guna memberikan pendampingan psikologis. Tugas utamanya adalah menanamkan gelora nasionalisme hingga detik akhir pertandingan bagi setiap atlet. Pendekatan spiritualisme juga penting dilakukan.

Perjuangan atlet di medan pertandingan dapat diidentikkan dengan jihad karena membela tanah air. Keikhlasan penting ditanamkan dengan obsesi ibadah berpahala. Iklim sportivitas mesti dikuatkan agar memberikan bukti keteladanan bahwa Indonesia memiliki budaya damai dan ksatria, apa pun hasilnya. Hal yang harus disadarkan tugas atlet adalah berjuang maksimal, hasil diserahkan kepada Yang Maha Kuasa.

Ribut Lupiyanto
Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration); Penggemar Sepakbola
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.