Selasa, Maret 9, 2021

Menakar Konsistensi Real Madrid dan Juventus di Lapangan

Soal Neymar dan Sepakbola: Qatar 3 – UAE 0

Banyak analis sepakbola yang mencoba menguak motif kepindahan Neymar da Silva Santos Junior dari Barcelona ke Paris Saint-Germain. Alasannya macam-macam, mulai dari mencari gaji...

Sulitnya Mengganti Ketua Umum [Catatan Sepakbola Indonesia 2016]

Merenovasi 50 ribu stadion barangkali jauh lebih mudah ketimbang mereformasi struktur kepengurusan FIFA. Lalu, sebuah serbuan ke tempat menginap para pejabat FIFA di Swiss...

Derby Manchester: Perebutan Tiga Angka yang Tak Biasa

Sejak pertengahan pekan ini, obrolan tentang laga dua tim satu kota bertajuk derby Manchester menjadi komsumsi rutin pecinta sepakbola seluruh dunia. Gaung derby Manchester...

Cristiano Lucarelli, Pesepakbola Komunis yang Berbahaya

Nama Cristiano Lucarelli tidak dikenal karena deretan trofi yang ia simpan dalam lemari. Bukan juga karena ia berhaluan kiri. Lebih dari itu, Lucarelli dikenang...
Avatar
Didid Haryadi
Meraih Master Sosiologi di Istanbul University, Turki. Penggila sepak bola.

“Sakla samanı, gelir zamanı”. Ini peribahasa Turki yang dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan menjadi “make hay while the sun shines”. Pesannya kurang-lebih begini: kita harus memanfaatkan kesempatan apa pun yang kita miliki dengan maksimal.

Nampaknya, peribahasa yang saya sebutkan di atas setidaknya dapat menjelaskan fakta yang terjadi di lapangan. Salah satunya adalah laga perempat final Liga Champions antara Real Madrid dengan Juventus.

Seperti diketahui, leg pertama antara kedua tim yang digelar pekan lalu berakhir dengan kemenangan telak Real Madrid, dengan skor 0-3! Dua gol kemenangan Los Galacticos (julukan Real Madrid) dicetak oleh Cristiano Ronaldo. Satu gol lainnya oleh Marcelo.

Sementara itu, pada laga dini hari tadi (12/04), Juventus mampu mencuri perhatian dan hampir saja membuat kejutan terhadap juara bertahan Liga Champions, Real Madrid. Skor akhir pertandingan, 1-3 untuk kemenangan La Vecchia Signora (si Nyonya Tua), Juventus.

Strategi Gol Cepat

Jamak diketahui dan banyak diperbincangkan oleh para pengamat sepak bola bahwa salah satu strategi terbaik untuk menekan lawan adalah mencetak gol cepat. Hal ini tentu saja memiliki alasan yang kuat, mengingat penetrasi pada menit-menit awal akan membuat pihak lawan panik dan hilang konsentrasi.

Kondisi serupa juga terjadi pada laga sengit Real Madrid kontra Juventus. Gol cepat yang dilesakkan oleh penyerang Juventus, Mario Mandzukic, mampu membakar semangat tim asal Italia tersebut. Strategi ini menular dan dipertegas pada menit ke-37 saat pemain berkebangsaan Kroasia tersebut mengoyak gawang Real Madrid yang dikawal Navas untuk kedua kalinya. Sekaligus menutup babak pertama dengan skor 0-2.

Juventus yang ngotot meraih kemenangan dengan selisih gol lebih dari 3, akhirnya mampu menambah koleksi gol pada menit ke-60 lewat Blaise Matuidi. Situasi ini semakin menambah kepercayaan diri tim asuh Massimiliano Allegri. Agresivitas gol pun kini sama, 3-3.

Ini artinya Juventus hanya perlu satu gol tambahan untuk lolos ke babak semifinal. Dengan catatan, Real Madrid tidak mencetak gol. Atau sebaliknya, jika Real Madrid mampu megubah skor, maka tim asal Ibu Kota Spanyol-lah yang akan melaju ke fase semifinal.

Sepak bola tentu saja bukan hitungan matematika. Atau mungkin lebih rumit dari rumus fisika. Fakta di lapangan dan hasil akhir pertandingan selalu menampilkan kekecewaan bagi pihak lawan. Hal serupa juga terjadi kepada Juventus.

Cristiano Ronaldo akhirnya mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-90+7. Sekaligus mengubur harapan Juventus untuk melaju ke tahap semifinal.

Gianlugi Buffon, kapten sekaligus pemain senior yang kini berusia 40 tahun, mungkin saja orang yang paling menelan kekecewaan. Betapa tidak, pada menit ke-90+3 dirinya harus mendapatkan kartu merah lantaran melakukan protes keras terhadap wasit Michael Oliver.

Sebelum situasi genting tersebut, wasit Premier Leageue (Liga Inggris) itu terlebih dahulu memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid usai pelanggaran yang dilakukan Benatia kepada Vazquez. Skor akhir 1-3 untuk kemenangan Juventus. Namun, Real Madrid unggul agresivitas gol (4-3) dan otomatis lolos ke babak semifinal.

Akankah Buffon pensiun di musim ini? Tiga kali menembus final Liga Champions, 2002/2003, 2014/2015, dan 2016/2017, penjaga gawang terbaik di dunia itu pun harus menerima kekalahan (baca: Kesempatan Terakhir Gianluigi Bbuffon).

Keajaiban dan Hal Tak Terduga

Final Piala Dunia 1954 antara Jerman Barat dan Hungaria mungkin saja menjadi laga terbaik di jagat ini. Tampil sebagi juara, Jerman Barat tidak saja mengangkat trofi, namun juga mencatat banyak sejarah. Salah satunya adalah lahirnya frasa “Bola Itu Bundar!” yang tenar hingga medio sekarang.

Istilah ini dilontarkan pertama kali oleh Sepp Herberger, pelatih Jerman Barat, di perhelatan yang sama. “Frasa itu pun dijadikan penggambaran betapa sepak bola tak pernah bisa ditebak akhirnya. Kesebelasan yang di atas kertas lebih superior sering kali harus takluk oleh tim yang dianggap biasa saja” (Keajaiban dan Bola itu Bundar). 

Pertandingan sepak bola selalu menampilkan keajaiban dan kejutan. Gol cepat pada menit-menit awal salah satunya. Selain pertandingan Real Madrid vs Juventus, statistik ini dipertegas dalam laga lain, misalnya Manchester City kontra Liverpool. Tim besutan Pep Guardiola mampu menghentak pada menit ke-2 lewat gol Gabriel Jesus. Sampai akhirnya Muhammed Salah dan Roberto Firmino mengubur mimpi para The Citizens.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, kiranya peribahasa yang saya sebutkan di awal tulisan ini bisa menjadi renungan dan bahan pembelajaran. Kerja keras, perjuangan, dan kesolidan tim adalah kuncinya. Sambil menunggu keberuntungan dan membangun kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Seperti dilansir media Inggris, Metro (Gianluigi Buffon), Buffon menyatakan rasa kecewanya atas keputusan wasit. Sekaligus ia menyampaikan harapan kepada Los Galacticos, “Real Madrid layak untuk melangkah, saya berharap yang terbaik dan selalu menjadi kehormatan bagi saya untuk menghadapi klub ini. Akan tetapi, secara obyektif setidaknya kami berhak untuk mendapatkan waktu tambahan pada pertandingan tadi malam.”

Akankah drama lain tersaji pada babak semifinal nanti? Keempat tim yang lolos, Liverpool, AS Roma, Real Madrid, dan Bayern Muenchen adalah pentas lain yang layak ditunggu sebelum helatan Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Vakit nakittir”, begitu kira-kira ujar orang-oran di Turki. Yang berarti, waktu adalah uang!

Kolom terkait:

Di Sepakbola, Maaf Hanyalah Kata Belaka

Madrid, Juventus, dan Takhayul-Takhayul Itu

Avatar
Didid Haryadi
Meraih Master Sosiologi di Istanbul University, Turki. Penggila sepak bola.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Harap-Harap Cemas Putusan MK pengujian Perubahan UU KPK

Sudah setahun lebih setelah UU No. 19 Tahun 2019 (perubahan UU KPK) disahkan dan bentuk penolakan pun masih senantiasa digulirkan. Salah satu bentuk penolakan...

Mereformulasi Pengaturan Hukum Mitigasi Bencana

Bencana alam seringkali tidak dapat diprediksikan. Dimana jenis bencana alam yang terjadi tersebut turut menimbulkan korban jiwa, kerugian materil ataupun kerugian imateril kepada masyarakat...

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Injil Muslim: Kontroversi Barnabas Revisited

Minggu ini saya mengajar topik "A Muslim Gospel" (Injil Muslim) dalam mata kuliah "Islam and Christian Theology". Saya menugaskan mahasiswa untuk membaca The Gospel...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.