Jumat, Januari 15, 2021

Menakar Jurus Fassone-Mirabelli, Duet Maut AC Milan

Alexis, Politik, dan Problem Soliditas

Dunia olah raga dan politik sebenarnya banyak memiliki kesamaan. Di dalam permainan olah raga, sebut saja sepak bola, seorang pemain diberikan keleluasaan untuk melakukan...

Jangan Mau Dibohongi Pakai Sepakbola

Kampanye yang diiringi dengan janji-janji adalah ritus yang menyebalkan. Bagaimana bisa orang-orang berteriak kegirangan mendengarkan seseorang di atas panggung mengobral janji-janji yang sekadar mimpi?...

Piala AFF 2016 dan Mimpi Sepakbola Indonesia

Piala AFF 2016 berlangsung di Myanmar dan Filipina pada 19 November sampai 17 Desember 2016. Kejuaraan Sepak Bola ASEAN yang ke-11 ini diikuti oleh 8 kesebelasan. Tim Nasional...

Berhentilah Menyalahkan Yama!

Rabu pagi, 16 November 2016, Irfan Bachdim mengunggah foto skuat timnas senior Indonesia lengkap dengan foto sang pelatih Alfred Riedl di laman akun Instagram...
Avatar
Muhammad Qomarudin
Penikmat sepakbola layar kaca dan sesekali menulis tentang sepakbola

Andrè Silva diapit Marco Fassone dan Massimiliano Mirabelli [Foto: acmilan.com]
Di saat beberapa klub rival masih tertegun dengan begitu cepatnya proses perpindahan Leonardo Bonucci dari Juventus ke AC Milan, tim berjuluk I Rossoneri ini kembali mendatangkan pemain anyar. Hanya berselang kurang dari 2 x 24 jam, AC Milan lagi-lagi resmi memperkenalkan Lucas Biglia sebagai bagian dari tim mereka. Bahkan tidak berhenti di situ. AC Milan dikabarkan masih berburu striker berkelas sebagai puncak dari aktivitas belanja pemain di awal musim ini.

 

Beberapa hari sebelum Leonardo Bonucci dan Lucas Biglia merapat, AC Milan sejatinya juga sudah mendatangkan tujuh muka baru. Hakan Çalhanoğlu, Fabio Borini, Franck Kessié, Mateo Musacchio, Ricardo Rodríguez, Andrea Conti dan André Silva adalah nama-nama pemain yang sukses didatangkan Milan dalam waktu relatif singkat dan nyaris tanpa hambatan berarti.

Capaian manis AC Milan di bursa transfer juga semakin lengkap setelah sang anak emas mereka, Gianluigi Donnarumma, resmi menandatangani perpanjangan kontrak setelah sebelumnya santer dikabarkan bakal hijrah.

Musim ini AC Milan memang sedang menyusun dinasti barunya di bawah naungan taipan asal Tiongkok, Yonghong Li. Sebagai pemilik baru, sejak awal Li memang sudah berjanji akan habis-habisan dalam urusan belanja pemain. Agresivitas Milan di bursa transfer sekaligus menjadi bukti keseriusannya untuk mengembalikan nama besar klub yang dalam beberapa tahun belakangan ini meredup.

Perubahan besar-besaran yang dilakukan Yonghong Li juga tidak serampangan. Meski terkesan gegabah dalam urusan merekrut pemain, nyatanya Li tidak demikian. Dalam urusan belanja pemain, Milan saat ini memiliki dua aktor kunci. Tanpa bermaksud mengurangi peran sang allenatore Vincenzo Montella, di balik kesuksesan Milan mendatangkan banyak pemain baru, nama Marco Fassone dan Massimiliano Mirabelli layak dikedepankan.

Sebagai CEO, Fassone terkenal piawai dalam urusan negosiasi. Kelincahan komunikasi yang dimiliki Fassone semakin lengkap seiring penunjukan Massimiliano Mirabelli sebagai direktur olahraga AC Milan sejak April silam. Duet Fassone dan Mirabelli belakangan bahkan sukses membuat murka agen kawakan macam Mino Raiola. Agen pemain yang terkenal licik dalam urusan melepas pemainnya ini marah besar setelah Gianluigi Donnarumma memutuskan bertahan di Milan.

Raiola menuduh Mirabelli bermain di belakang meja karena sempat menjalin komunikasi dengan ayah Donnarumma. Raiola merasa statusnya sebagai agen Donnarumma telah dilecehkan Mirabelli. Bahkan dia mengancam jika dirinya akan membalas perlakukan Mirabelli dengan cara mempersulit proses transfer semua pemain miliknya yang di kemudian hari diminati Milan.

Namun, lagi-lagi Milan beruntung memiliki sosok negosiator ulung macam Fassone. Dia dikabarkan langsung bereaksi atas ancaman Raiola. Tanpa menunggu waktu lama, Fassone berinisiatif menemui Raiola. Pertemuan antara keduanya terjadi dengan khidmat. Masalah selesai. Dan ancaman yang dilayangkan Raiola seolah menguap begitu saja tanpa mengganggu proses perburuan pemain yang dilakukan Mirabelli.

Lupakan sejenak nama Mino Raiola. Namanya sudah tak terlalu menarik diperbincangkan di musim transfer kali ini. Ada baiknya kita kembali pada sosok Massimiliano Mirabelli yang sukses menghadirkan senyum bagi fans AC Milan, setidaknya hingga kompetisi belum bergulir.

Untuk urusan mendatangkan pemain baru, Massimiliano Mirabelli jelas punya peran lebih dominan di Milan. Tugasnya lebih spesifik karena dia adalah orang yang memantau langsung pemain incarannya di lapangan. Fassone sebagai CEO hanya tinggal menunggu hasil pantauan dari Mirabelli lalu mendiskusikannya sebelum memutuskan merekrut atau tidak.

Kejelian Mirabelli dalam memilah pemain tentu menjadi faktor kunci sukses tidaknya rekrutan anyar di kemudian hari. Jika menengok nama-nama rekrutan anyar Milan, acungan jempol memang layak diberikan pada Mirabelli. Dia jelas punya pertimbangan sangat matang dalam menentukan pemain. Selain memang pas dengan kebutuhan tim, semua pemain yang ia datangkan tentunya sangat berkualitas.

Berbekal pengalaman dua puluh tahun lebih di dunia pencarian bakat, Mirabelli tentu sudah punya kriteria khusus dalam hal menilai pemain. Pria berusia 47 tahun ini bahkan terkenal rajin duduk di bangku penonton untuk menyaksikan langsung penampilan pemain incarannya.

Laman Calcio Mercato sempat menulis jika Mirabelli semasa masih menjadi kepala pemantau bakat di Inter Milan pernah menghabiskan waktu dua bulan di Amerika Selatan hanya untuk memantau langsung salah satu pemain incarannya.

Keseriusan Mirabelli dalam menyeleksi pemain incaran mestinya bakal berbanding lurus dengan hasil yang akan didapatkan Milan. Franck Kessié, Mateo Musacchio, Ricardo Rodríguez, Andrea Conti dan André Silva mestinya adalah sosok-sosok potensial yang nantinya akan punya peran besar untuk mengembalikan kejayaan AC Milan mengingat meraka adalah pemain-pemain yang lolos verifikasi ketat dari Mirabelli. Tinggal bagaimana Montella mampu atau tidak meracik strategi yang tepat untuk bakat-bakat potensial yang ia miliki.

Kerja Mirabelli di periode transfer kali ini belum selesai. AC Milan masih mengincar sosok striker berkelas untuk melengkapi komposisi tim impian mereka. Nama-nama striker papan atas seperti Andrea Belotti, Alvaro Morata dan “si anak hilang” Pierre-Emerick Aubameyang sudah masuk dalam radar Milan.

Duet Fassone-Mirabelli kembali diuji kesaktiannya. Jika Milan mampu mendatangkan satu dari tiga nama di atas, label penguasa lantai bursa transfer sangat layak kiranya disematkan pada duet Fassone-Mirabelli.

Baca juga:

Semuanya Akan Made in China, Termasuk Sepakbola

Avatar
Muhammad Qomarudin
Penikmat sepakbola layar kaca dan sesekali menulis tentang sepakbola
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.