Sabtu, Februari 27, 2021

Sikap Diam Israel dalam Krisis Suriah

Natal dan Teologi Cinta

Dulu saat masih remaja, saya (dan mungkin sebagian besar kita) dijejali dengan doktrin kebencian terhadap agama lain, terutama Kristen. Kalau melintasi gereja dan melihat...

Kontroversi Kriminalisasi Seks di Luar Nikah

Aliansi Cinta Keluarga (AILA) mengusulkan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk mengkriminalisasi pelaku seks di luar nikah. Ada beberapa revisi yang mereka usulkan....

Kiblat Refleks [Catatan dari Amerika]

Pagi itu, sekitar pukul 07.15 waktu Negara Bagian Massachusetts, atau 18.15 WIB, 22 Juni 2017, saya tiba di University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat....

Kaleidoskop 2017: Bara Timur Tengah yang Tetap Menyala

Peristiwa-peristiwa di dunia Arab atau Timur Tengah secara umum sepanjang 2017 mencerminkan pelik dan kompleksnya persoalan di kawasan itu, tingginya potensi konflik, dan lemahnya...
Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah

suriah-damaskus
Seorang bocah dirawat di rumah sakit darurat setelah terjadi serangan udara di wilayah pemberontak Douma, Damaskus, Suriah, Senin (12/9). ANTARA FOTO/REUTERS/Bassam Khabieh

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) selalu membangun narasi jihad bahwa Israel merupakan target utamanya. Mereka mengklaim peperangan ISIS di Suriah digemborkan sebagai sebuah jalan yang mesti dilakoni sebelum menghadapi Israel. “Pandangan kami tetap ke Al-Aqsha (Yerusalem),” pesan ini pernah saya dengar di salah satu video propaganda ISIS.

Tak sedikit pengamat yang percaya diri menyatakan bahwa dua entitas ini bermusuhan, ISIS adalah ancaman nyata bagi Israel, dan begitu juga sebaliknya.

Tetapi kenyataannya sangat berbeda. Israel bukan bagian dari koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS di Suriah. ISIS juga tidak pernah melakukan serangan berbahaya terhadap Israel.

Jadi, apakah Israel dan ISIS menunjukkan “sikap menahan diri” satu sama lain?

Sekian lama saya mengamati, faktanya propaganda ISIS tentang isu Israel memang tidak banyak, bahkan nadanya biasa-biasa saja, tak sebanding terhadap musuh ISIS lainnya seperti muslim Syiah, Alawite Suriah, rezim Teluk, dan negara Barat.

Bagaimana ISIS dalam setiap pesannya selalu memanggil Syiah dengan sebutan rendah “Rafidhah”; pemerintah Suriah dengan julukan rezim “Nusayriah”; pemimpin Arab dengan gelar “Thagut”; kaum Sunni divonis “murtad”, negara Barat dengan “Salibis”. ISIS sedikit sekali menyinggung Israel.

Para simpatisan pun tampak memahami ISIS yang tak kunjung melakukan serangan terhadap Israel, bahkan cenderung membenarkannya. ISIS dinilai memiliki kesabaran strategis, sengaja menunda pertarungannya dengan Israel untuk tahap berikutnya. “Ketika Khilafah telah mapan, dan waktunya akan tiba, bala tentara akan berbaris ke Yerusalem.” Begitulah keyakinan mereka.

Para analis di Barat menilai ISIS sebenarnya sama saja seperti kelompok militan yang telah bersumpah menghancurkan Israel seperti HAMAS, Hizbullah atau militan Jihad Islam di Gaza. Namun, kenapa sikap Israel seperti pada titik yang sama dengan ISIS? Israel terlihat seolah “menunda” entah “menahan diri” untuk memerangi ISIS di Suriah. Tidak seperti responsnya terhadap Hizbullah atau HAMAS.

Apakah kebijakan Israel terhadap ISIS ini terkait dengan sikap resminya yang menyatakan dirinya netral terhadap krisis yang terjadi Suriah?

Saya menangkap sikap netral Israel lebih dikarenakan faktor mengutamakan musuh yang jelas. Iran masih merupakan ancaman utama. Tak hanya isu nuklir, namun strategi hegemoni Iran di kawasan, dukungan berkelanjutan terhadap Hizbullah (Libanon), dan Jihad Islam di Gaza.

Semua tahu Iran secara khusus telah turun tangan membantu Damaskus dan berusaha memberangus “pemberontak moderat” dan garis keras seperti ISIS.

Tentang krisis Suriah, sepertinya Israel ingin tetap melihat Bashar al-Assad tetap “berkuasa” di Suriah. Kenapa demikian? Sebab, Assad adalah satu-satunya alasan kenapa para pemberontak enggan berunding dan memilih gigih bertempur menggulingkan Assad yang dilindungi Iran itu.

Perundingan dan pembicaraan masa depan Suriah seringkali buntu. Tidak mencapai titik temu karena kedua belah pihak sama-sama teguh memegang pendiriannya saat membahas transisi kepemimpinan Suriah. Sekutu Damaskus kukuh mempertahankan kedudukan Assad, sementara pemberontak yang didukung Barat dan teluk menginginkan masa depan Suriah tanpa Assad. Dengan begitu, gencatan senjata seringkali tak bertahan lama.

Intinya Israel senang melihat Suriah menjadi negara yang lemah secara alami karena peperangan dan keadaannya tidak meningkat selama beberapa dekade. Karenanya, Suriah bukan lagi menjadi ancaman Israel dalam waktu yang lama.

Kehadiran Moskow yang membela Damaskus juga dinilai positif bagi Israel untuk mengurangi dominasi Teheran di Damaskus.

Meski secara resmi menyatakan netral dalam perang Suriah, Israel tercatat beberapa kali melakukan serangan di wilayah Suriah, dengan dalih menggagalkan pengiriman senjata dari Damaskus ke Hizbullah yang dikhawatirkan mengancam keamanan nasional. Sampai di sini dapat dimengerti para pengamat yang memandang netralitas Israel di Suriah sejatinya sangat terkait dengan kepentingan domestik.

Israel tampaknya sangat menikmati terjadinya peperangan di negeri tetangganya itu; kemunculan dramatis ISIS yang menyapu sejumlah wilayah di Suriah dan Irak pada 2014 telah menguras perhatian Iran; juga Hizbullah yang menjadi ancaman Israel selama ini tersedot kekuatannya ke Suriah membela rezim. Begitu pula HAMAS yang sebelumnya mendapat fasilitas di Suriah harus angkat kaki dari Damaskus gara-gara krisis di negeri ini.

Saya membayangkan, di balik pagar perbatasan, Israel minum teh seraya menikmati pertunjukan akbar musuh-musuhnya baku hantam satu sama lain.

Avatar
Iqbal Kholidi
Penulis adalah pemerhati terorisme dan politik Timur Tengah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.