Rabu, Maret 3, 2021

Menulis Nonfiksi Kreatif

Desain Pembangunan Kawasan Perdesaan

Gemuruh pembangunan desa yang terjadi pasca-terbitnya UU Desa No. 6/2014 dan afirmasi fiskal dalam wujud Dana Desa (DD) telah mengubah banyak tatanan “politik” desa. Pertama,...

Pesan PKI untuk Ustadz Abdul Somad tentang Bom Bunuh Diri

Beberapa hari terakhir, khususnya usai peledakan bom bunuh diri di Surabaya, beredar rekaman ceramah Ustadz Abdul Somad tentang hukum bom bunuh diri. Dalam rekaman...

ISIS dan Realitas Terorisme Global

Satu-satunya cara mengalahkan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di planet ini adalah menyerang "pusat gravitasi" ISIS di Timur Tengah, yakni di...

Islam, Sekularisme, dan Pancasila

Masalah relasi agama dan negara di Indonesia telah menjadi tema yang selalu aktual. Bahkan peristiwa politik di mancanegara yang menyangkut isu hubungan negara, agama,...
Hamid Basyaib
Aktivis dan mantan wartawan; menerbitkan sejumlah buku tentang Islam, masalah-masalah sosial, dan politik internasional.

Kenapa menulis harus belajar? Kenapa menulis tidak bisa diperlakukan seperti bicara, yang setiap orang otomatis mampu melakukannya?

Jawabannya sederhana: bicara adalah bagian dari fitrah manusia, seperti makan-minum, tidur dan sebagainya. Menulis tidak termasuk dalam sifat-sifat dasar itu.

Menulis adalah gejala baru. Ia perangkat ekspresi pikiran yang belum lama ditemukan oleh umat manusia. Karena itu menulis harus dipelajari. Dan setiap keahlian yang hanya bisa didapat dengan belajar, harus dipelajari terus-menerus. Kabar baiknya: setiap keterampilan yang bisa dipelajari, akan bisa dikuasai.

Kemampuan menulis sangat penting untuk berbagai keperluan. Keahlian menulis bisa meningkatkan karir seseorang di organisasi, termasuk lembaga bisnis. Sebagai bawahan, sangat baik jika Anda mampu mengungkapkan pikiran dengan tulisan kepada atasan. Sebagai atasan, pesan dan perintah tertulis Anda kepada bawahan akan diterima dengan tepat, jika Anda mampu menuliskannya dengan jelas.

Kemampuan ini semakin relevan dengan kian tingginya arus komunikasi tertulis seperti sekarang. Tanpa memahami perangkat penulisan dengan baik, potensi kesalahpahaman semakin besar — dengan akibat yang bisa fatal.

Inilah inti aktifitas penulisan: mengorganisasikan pikiran. Keberhasilan pengorganisasian ini akan berdampak luas, termasuk pada kemampuan bicara secara terstruktur, bahkan pada proses pengambilan keputusan di berbagai bidang kehidupan. Hal sebaliknya — ketidakberesan — akan terjadi jika kita tidak mampu mengorganisasikan pikiran dengan benar.

Tapi, jika Anda ingin menulis artikel, esai, tulisan “ilmiah populer” atau apapun istilahnya, bagaimana cara memulainya? Elemen-elemen apa yang harus ada di sana, agar tulisan kita kuat dan memikat?

Bagaimana memilih diksi? Bolehkah kita meniru tulisan orang lain? Bolehkah kita menyisipkan ide jenaka dalam tulisan serius? Apa yang dimaksud penulisan pretensius dan mengapa kita tidak perlu melakukannya?

Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan gamblang, disertai contoh-contoh dalam kursus ini. Ia berlaku untuk semua jenis tulisan nonfiksi — artikel, esai, laporan penelitian, makalah ilmiah, buku, bahkan rilis pers, yang umumnya tidak dikerjakan dengan baik.

Kursus berlangsung selama sebulan, peserta menerima 15 kuliah yang padat, dikirimkan setiap dua hari melalui email. Ini setara dengan kuliah satu semester; atau 45 jam pertemuan.

“Menulis Nonfiksi Kreatif” merupakan kursus pertama dalam jenisnya di Indonesia; suatu kuliah penulisan yang lengkap, dengan perspektif luas, mencakup semua elemen penting dalam penulisan nonfiksi, tapi sekaligus berorientasi praktis. Tujuannya untuk membuat peserta memahami perangkat-perangkat penulisan, kemudian mampu menerapkannya dengan baik dalam tulisan yang memikat dan berkualitas. Kursus dimulai 7 Oktober 2020. Biaya kursus ini mahal. Bagi yang berminat, silakan hubungi:Hamid Basyaib di WA 0819 94 0307 62. Penting untuk staf kantor.

Hamid Basyaib
Aktivis dan mantan wartawan; menerbitkan sejumlah buku tentang Islam, masalah-masalah sosial, dan politik internasional.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.