Rabu, Maret 3, 2021

Melawan Berita Bohong

Simalakama Laporan Pelecehan Seksual Sopir Grab

Sejumlah laporan pelecehan seksual yang dilakukan sopir Grab beredar di media sosial. 7 Oktober lalu, akun Instagram @dearcatcallers.id mengunggah beberapa screenshot pembicaraan salah satu...

Perjumpaan dengan Kaum Pembaharu Muslim

Pada tahun 1980-1990-an, Bapak dan Ibu saya yang seorang guru PNS dan aktivis Muhammadiyah dan Aisyiyah di desa, berlangganan majalah kaum pembaharu, reformis dan...

Di Balik Teror Bom Sarinah

Hanya dalam hitungan jam setelah teror bom Thamrin/Sarinah di Jakarta, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merilis pernyataan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Rilis...

Masih tentang Calon Perseorangan dalam Pilkada

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mesti berpacu dengan waktu. Waktu yang sangat singkat harus dimaksimalkan oleh pemerintah dan DPR untuk menuntaskan revisi Undang-Undang Nomor...

Berita bohong harus kita lawan, karena dampaknya bagi kehidupan sosial dan politik sangat destruktif, bisa mengoyak keharmonisan bangsa dan menyuburkan tradisi yang buruk di tengah kehidupan masyarakat.

Berita bohong menjadi menjadi topik yang terus-menerus diperbincangkan, terlebih setelah “tragedi” Ratna Sarumpaet. Peristiwa Ratna kita sebut tragedi karena melibatkan banyak kalangan. Hampir semua tokoh yang berada di barisan oposisi terlibat dalam tragedi ini. Tragedi nasional yang unik yang sejatinya tidak masuk akal.

Betapa tidak, tokoh-tokoh sekaliber Prabowo Subianto, Amien Rais, dan lain-lain terjebak dalam drama yang benar-benar naif, sulit diterima nalar. Mengapa terjadi seperti itu? Banyak dugaan. Mungkin ada skenario besar yang memang melibatkan orang-orang itu, dan skenario inilah yang tengah dilacak kebenarannya.

Mudah-mudahan saja tidak sejauh itu. Sekadar untuk memenangkan kompetisi politik, terlalu besar risiko yang harus ditanggung jika ternyata dugaan itu benar adanya. Bukan risiko harta atau yang bersifat material lainnya, tapi soal etika, soal karakter bangsa yang dikorbankan demi segenggam kekuasaan. Ini tragedi yang luar biasa.

Dugaan lain, mungkin karena tokoh-tokoh itu terlalu mempercayai dan bersimpati pada Ratna, dibarengi keinginan besar untuk mendiskreditkan lawan, sehingga tanpa check and recheck terlebih dahulu, langsung percaya dan mendesak kepolisian untuk segera mengusut pelakunya.

Untungnya, aparat kepolisian bergerak cepat (bahkan kecepatannya di luar dugaan) dan berhasil mengungkap kebohongan Ratna sehingga “memaksa” yang bersangkutan, tanpa pilihan lain, untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada publik berikut orang-orang yang terlibat dalam lingkaran drama yang telah dibuatnya.

Terlepas ada apa di balik tragedi Ratna dan bagaimana babak selanjutnya, yang terpenting bagi kita adalah bagaimana agar berita bohong serupa tidak terulang dan tidak berdampak destruktif bagi bangsa kita. Berita bohong harus kita lawan dengan langkah-langkah yang sistematis, strategis, dan taktis.

Pertama, langkah sistematis bisa melalui pendidikan politik yang melibatkan semua stakeholders pendidikan yang ada di Indonesia. Kementerian pendidikan dan kebudayaan bisa menjadi leading sector dengan memasukkan kurikulum pendidikan anti berita bohong dengan guru-guru yang mengerti betul apa dan bagaimana cara berita bohong diproduksi dan disebarluaskan. Guru-guru juga harus bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya.

Langkah sistematis ini berjangka panjang, hasilnya tidak bisa dilihat seketika, tapi bisa berdimensi luas dan komprehensif karena didukung oleh infrastruktur pendidikan berikut perangkat-perangkatnya. Terintegrasi dengan sistem pendidikan secara umum.

Kedua, langkah strategis bisa dilakukan melalui diskusi-diskusi, seminar, workshop, atau temu wicara di berbagai media yang membahas bahaya berita bohong dan dilakukan secara masif sehingga makin tertutup ruang gerak orang-orang yang memiliki kegemaran menyebar berita bohong, baik yang dilakukan karena adanya kepentingan politik, atau pun sekadar iseng yang berpotensi mengeruhkan suasana.

Ketiga, langkah taktis, bisa dilakukan dengan membentuk hoaks hanter (pemburu berita bohong) dengan melibatkan komponen masyarakat. Hoaks hanter ini dalam melakukan aksinya bisa bekerjasama dengan aparat kepolisian, terutama satuan cyber crime yang tugasnya menelisik setiap berita bohong yang tersebar di berbagai media, terutama media sosial.

Yang tidak kalah penting, upaya melawan berita bohong yang sangat efektif adalah melalui penegakkan hukum yang dilakukan secara pro aktif, tidak sekadar menunggu laporan dari masyarakat. Pembuat dan penyebar berita bohong adalah kejahatan kriminal yang dalam penindakannya tidak membutuhkan pengaduan masyarakat.

Ada atau tidak adanya korban berita bohong tidak menjadi pertimbangan yang urgen dalam melakukan penindakan, karena berita bohong sudah pasti akan membahayakan kohesi sosial. Keutuhan bangsa bisa terkoyak karena hoaks. Infrastruktur sosial politik yang kita bangun, terutama sejak era reformasi, bisa kembali porak poranda, karena penyebaran berita bohong sudah pasti akan melahirkan masyarakat tuna kepercayaan (distrust society).

Sudah banyak contoh berita bohong yang berkembang sehingga memicu perang. Sejak zaman nabi-nabi, hingga kehidupan di era modern saat ini, bahaya berita bohong tidak pernah surut oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, melawan berita bohong adalah kewajiban setiap orang.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.