Rabu, Januari 20, 2021

“Lebih TNI dari TNI” Adalah Wujud Sayang Prabowo ke TNI

11 Tahun Munir

7 September 2004 - 7 September 2015 IA dibunuh dengan cara seperti yang kemudian diberitakan media: diracun. Lima bulan sebelum ia dibunuh, Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum...

Menjadi Orang Indonesia

Menjadi orang Indonesia adalah suatu proses, bukan peristiwa, apalagi suatu definisi, yakni sesuatu yang selesai, pasti, dan jelas. Menjadi orang Indonesia adalah kemenjadian seseorang...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Natal dan Spirit Kemuliaan

Natal adalah ritus keagamaan yang hendak memuliakan Yesus Kritus yang telah berjasa mengantarkan umat Kristiani ke jalan kehidupan yang penuh kasih dan damai. Kemuliaan...
Avatar
Nizar Zahro
Ketua DPP Gerindra, BPN

Sebagian besar polemik politik terjadi lantaran berita bohong. Sebagian besar berita bohong muncul lantaran ketidakmampuan memahami konteks sebuah pernyataan. Anggapan Pak Prabowo menghina TNI lantaran menyatakan “lebih TNI dari TNI” dalam debat keempat pekan lalu adalah salah satu polemik karena ketidakmampuan pihak tertentu memahami konteks pernyataan tersebut.

Menjadi prihatin, lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) termasuk yang salah kaprah menanggapi pernyataan tersebut. Beliau menyatakan di hadapan pendukungnya saat kampanye di Palembang, “jangan sampai ada yang menjelekkan TNI kita. Jangan sampai ada yang meremehkan TNI kita”, tiga hari setelah debat berlangsung dengan maksud menyindir Pak Prabowo.

Padahal beliau hadir sepanggung dengan Pak Prabowo dalam debat dan bisa dipastikan mendengarkan secara utuh konteksnya. Tidak seperti orang lain, yang mungkin mendengarnya sepintas dan sepotong dari berita atau potongan video debat. Sungguh teramat disayangkan.

Saya memahami, bahwa dalam pertarungan politik segala cara boleh saja dilakukan. Akan tetapi, tidak sampai pikiran saya Pak Jokowi yang diagung-agungkan pendukungnya sebagai sosok cerdas dan merakyat bisa tidak mengaburkan pernyataan Pak Prabowo sedemikian rupa. Apalagi Pak Jokowi sendiri kerap menggembar-gemborkan komitmen melawan hoaks.

Sebab pernyataan Pak Jokowi tersebut terlanjur diamplifikasi pendukungnya sedemikian rupa sehingga mendiskreditkan Pak Prabowo, maka sebagai Ketua DPP Gerindra, saya merasa perlu meluruskannya.

Apabila kita kembali melihat secara utuh proses perdebatan waktu itu, terang Pak Prabowo secara berulang menegaskan komitmennya menguatkan pertahanan negara ini yang belum terlalu tangguh untuk menjadi pengaman manusia, sumber daya alam, serta upaya diplomasi.

Salah satu indikatornya, adalah anggaran pertahanan kita yang masih minim. Hanya 0,3 persen dari PDB Indonesia. Jauh di bawah Singapura. Padahal secara teritori Indonesia jauh lebih luas ketimbang Singapura. Sehingga, masih banyak kawasan yang tidak mampu terjaga dengan baik.

Akibatnya, sumber daya negara ini rentan terhadap pencurian. Kapal ikan asing masih banyak yang lolos dari pengawasan mencuri dari laut kita jumlah kapal perang sedikit untuk mengawasi wilayah laut yang luas. Teritori udara kita belum berdaulat sepenuhnya karena jumlah pesawat tempur yang minim. Bahkan banyak dari pesawat tersebut yang sudah tua dan rusak.

Semua itu adalah fakta yang menjadi keprihatinan Pak Prabowo. Sebagai seorang yang sejak usia 18 tahun telah bersumpah setia kepada negara, Pancasila dan TNI, beliau merasa bertanggung jawab untuk terus menjaga sumpahnya. Salah satunya dengan menguatkan angkatan perang demi mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan itu, Pak Prabowo pun telah secara konkret menjelaskan caranya, yakni dengan mengerem potensi kebocoran uang negara sebesar Rp1000 triliun per tahun seperti halnya yang dikatakan Litbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut, nantinya sebagian digunakan untuk meningkatkan kemampuan alutsista Indonesia. Sementara sebagian lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan menghentikan kebocoran uang negara, menunjukkan pula komitmen Pak Prabowo memberantas korupsi di negeri ini. Seperti yang beliau katakan, masih banyak pejabat-pejabat korup di negeri ini yang hanya bekerja berlandaskan asal bapak senang, bukan demi rakyat. Mereka itu yang ingin disingkirkan Pak Prabowo. Sebagai mitigasi korupsi, Pak Prabowo juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan ASN dan aparat keamanan, termasuk TNI.

Lalu, di mana salahnya? Di mananya yang menghina TNI?   Tidak ada.

Sebaliknya, pernyataan “lebih TNI dari TNI” adalah ungkapan rasa sayang kepada institusi tersebut dari Pak Prabowo. Beliau ingin TNI kuat dan menjadi penjaga demokrasi dengan independensinya. Agar tidak bisa dimanfaatkan pihak tertentu. Beliau juga ingin TNI memiliki visi yang maju dalam melaksanakan tugas pertahanan negara ini. Karena, menurut beliau, saat ini banyak pihak yang salah kaprah dalam menyusun strategi penguatan kedaulatan negara.

Sebagai mantan prajurit yang pernah terjun langsung ke medan perang, beliau sangat paham strategi penguatan TNI sebagai alat pertahanan negara. Itulah yang ingin beliau berikan kepada TNI apabila terpilih menjadi presiden. Yang secara otomatis efeknya secara luas untuk keamanan seluruh rakyat Indonesia.

Maka, bisa saya simpulkan di sini, Pak Prabowo sama sekali tidak pernah beranjak dari komitmennya sebagai seorang nasionalis untuk menjaga NKRI. Pak Jokowi dalam debat saya kira juga telah mengakuinya. Ketika Pak Prabowo menanyakan apakah layak seorang yang telah bersumpah menjaga NKRI dianggap mendukung radikalisme, Pak Jokowi secara jelas menyatakan, “Pak Prabowo nasionalis sejati.” Dan akan lebih baik jika pengakuan mulia Pak Jokowi tersebut diamini pendukungnya.

Avatar
Nizar Zahro
Ketua DPP Gerindra, BPN
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Apa Itu Tasalsul? Mengapa Tasalsul Mustahil?

Berbeda halnya dengan para teolog (al-Mutakallimun) yang bersandar pada dalil al-Huduts (dalam kebaruan alam), para filsuf Muslim pada umumnya menggunakan dalil al-Imkan (dalil kemungkinan...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.