OUR NETWORK

Kenegarawanan dan Krisis

Jeffrey D. Sachs
Jeffrey D. Sachs

Oleh Jeffrey D. Sachs*

Jika kedua pemimpin bertemu sebagai negarawan, bagaimanapun, mereka akan menyelamat- kan Yunani, Eurozone, dan menggoyahkan semangat Eropa.

Krisis utang seperti di Yunani hanya dapat diselesaikan melalui langkah berani oleh debitur dan kreditor. Debitur membutuhkan sebuah awal baru melalui debt write-off; kreditor juga harus menemukan jalan keluar tanpa menimbulkan risiko perilaku buruk. Agar kesepakatan bisa disetujui, kebutuhan kedua belah pihak harus terpenuhi.

Untuk memulainya, pemerintah Yunani harus memperjelas tentang perlunya reformasi ekonomi yang mendesak. Perekonomian negara tak hanya runtuh, namun hampir mati secara struktural. Akar masalah Yunani meregang lebih jauh dari penghematan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2013, misalnya, resident investors di Jerman mengajukan 917 aplikasi paten untuk berjuta-juta penduduk. Sebaliknya, resident investors di Yunani, hanya mengajukan 69 aplikasi paten.

Jika Yunani menginginkan kemakmuran dengan teknologi maju, masuk ke dalam ekonomi abad ke-20, semua hal itu harus didapatkan dengan cara memproduksi produk-produk inovatif yang kompetitif di pasar dunia, seperti dilakukan Jerman.

Dalam hal ini, Jerman harus mengakui dahsyatnya kehancuran Yunani. Ekonomi Yunani yang menyusut sekitar 25% sejak 2009, dengan tingkat pengangguran 27%, dan didominasi pengangguran kaum muda hampir 50%. Ketika Jerman menghadapi kondisi yang sebanding pada awal 1930-an, kreditor “mengangkat bahu”, sehingga ketidakstabilan yang terjadi “mengizinkan” munculnya Adolf Hitler.

Bagaimanapun, setelah Perang Dunia II, utang Jerman telah hilang sehingga memungkinkan terjadinya pembangunan kembali. Mengingat pengalaman ini, harus dipahami seberapa penting pemotongan utang suatu negara ketika beban pelayanan tidak berkelanjutan.

Menawarkan keuangan yang “segar” bagi suatu negara dimulai dari segi ekonomi dan moral. Ini sulit dipahami banyak bankir, karena dalam industri mereka tidak mengenal moralitas. Politikus juga cenderung memiliki kompas moral yang dikalibrasi untuk mencari suara. Menemukan solusi moral yang efektif membutuhkan negarawan sejati, sesuatu yang amat langka selama krisis Euro.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras dan Kanselir Jerman Angela Merkel sekarang berkesempatan menjadi negarawan Eropa. Sejak pemilu pada Januari, pejabat Jerman hampir tak bisa menahan marah menerima kenyataan bahwa negara kecil dan bangkrut yang pemerintahannya dikuasai oleh sayap kiri, berani menantang salah satu negara besar di dunia. Menteri Keuangan Wolfgang Schäuble, misalnya, berkali-kali berusaha memprovokasi Yunani untuk meninggalkan eurozone.

Tanggapan Tsipras untuk provokasi semacam itu jelas dan konsisten: Yunani harus tetap di eurozone, dan diperlukan kondisi keuangan baru untuk melakukannya. Pada 5 Juli, orang-orang Yunani turut mendukung pemimpin muda dan karismatik mereka dengan pilihan No” pada tuntutan yang tak masuk akal dari kreditor negara mereka.

Keputusan mereka suatu hari akan diakui sebagai kemenangan bagi Eropa atas orang-orang yang lebih suka mengukir eurozone, ketimbang memberikan Yunani kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru.

Pertemuan Tsipras dengan Merkel di Brussels pekan lalu, taruhannya tak bisa lebih tinggi lagi. Biaya ekonomi dari kebuntuan telah menjadi bencana bagi Yunani dan menimbulkan ancaman serius untuk Eropa. Perincian negosiasi pekan lalu memicu kepanikan bank karena melihat ekonomi Yunani yang lumpuh dan bank-bank di ambang kebangkrutan.

Jika Tsipras dan Merkel bertemu sebagai politikus, hasilnya akan menjadi bencana sangat besar. Bank Yunani akan terdorong ke titik kegagalan, membuat biaya tabungan Yunani dan eurozone menjadi sangat tinggi. Jika kedua pemimpin bertemu sebagai negarawan, bagaimanapun, mereka akan menyelamatkan Yunani, eurozone, dan menggoyahkan semangat Eropa.

Dengan janji utang yang mendalam untuk Yunani dan pemulihan hubungan antara Yunani dan Jerman, kepercayaan ekonomi akan kembali. Deposit akan mengalir kembali ke bank-bank Yunani. Ekonomi akan hidup kembali.

Tsipras perlu meyakinkan Merkel bahwa Yunani akan hidup lebih berarti, bukan hanya sebagai bangsal kronis Eropa. Untuk memastikan hasil, utang tersebut dan reformasi harus terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu, sesuai jadwal yang disepakati, dengan tiap pihak menindaklanjuti komitmen, selama yang lain juga berkomitmen.

Merkel harus mengambil sikap berlawanan dengan sala satu menteri keuangannya. Schäuble adalah salah satu tokoh politik yang menjulang di Eropa, tapi strateginya untuk menyelamatkan eurozone dengan mendorong Yunani keluar adalah sesat. Merkel harus turun tangan untuk menyelamatkan Yunani sebagai bagian dari eurozone, dan itu berarti mengurangi beban utang negara.

Di Eropa, banyak pemimpin berpengaruh dan warga masih melihat pasar yang dibatasi oleh pertimbangan moral, seperti kebutuhan untuk meringankan penderitaan ekonomi. Ini aset yang tak ternilai.

Ide pendekatan etis untuk krisis Yunani mungkin terdengar tak masuk akal bagi para pembaca media keuangan, dan banyak politikus pasti akan mempertimbangkannya sebagai sesuatu yang naif. Namun sebagian besar warga Eropa bisa menerimanya sebagai solusi yang masuk akal.

Eropa bangkit dari puing-puing Perang Dunia II karena visi negarawan; yang sekarang telah dibawa ke ambang kehancuran oleh kesombongan sehari-hari, korupsi, dan sinisme dari para bankir dan politikus. Saatnya kenegarawanan kembali –demi generasi sekarang dan masa depan di Eropa dan dunia.

*Direktur The Earth Institute di Columbia University Project Syndicate

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…