Senin, Maret 1, 2021

Jurus Akhlak Erick Thohir Membenahi BUMN

6 Tahun PSI, Politik Gagasan dan Optimisme

Anak kecil kok dilawan, yang lebih tua memang harus mengalah dengan anak kecil. Alasannya sederhana, pengatahuan anak terhadap dinamika kehidupan belum utuh. Dunianya bermain...

Bersama K.H. Ma’ruf Amin, Apakah Jokowi Masih Dicap Anti Islam?

Ada segolongan orang yang selalu dengan enteng menuduh bahwa Jokowi itu menyingkirkan umat Islam. Inilah yang menyebabkan mereka sangat membenci Jokowi. Apa yang membuat...

Pendidikan Karakter Kita

Ivan Illich (1926 – 2002) pernah menyampaikan sindiran, “Nenekku ingin saya berpendidikan, maka beliau melarangku pergi ke sekolah”. Sedangkan dalam Sceptical Essays, Bertrand Russell...

Melawan Berita Bohong

Berita bohong harus kita lawan, karena dampaknya bagi kehidupan sosial dan politik sangat destruktif, bisa mengoyak keharmonisan bangsa dan menyuburkan tradisi yang buruk di...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang

Dalam rentang seratus hari pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo, gebrakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menjadi sorotan publik.

Kasus penyelundupan onderdil Moge Harley Davidson dan Sepeda Brompton yang melibatkan petinggi direksi maskapai Garuda Indonesia menjadi pintu masuk bagi Erick. Tanpa membuang waktu, Erick memecat jajaran direksi Garuda termasuk direktur utama, I Gusti Ngurah Akshara. Kasus penyelundupan menambah daftar karut-marut maskapai pelat merah tersebut, setelah sebelumnya didera skandal rekayasa laporan keuangan.

Sudah jamak bahwa praktik bisnis BUMN kerap tersandung persoalan, dari isu korupsi hingga dijadikan sapi perah bagi politisi dan partai politik. Setiap pergantian rezim selalu diiringi pengisian jajaran komisaris dan direksi dari para pendukung partai berkuasa.

Jika kita kilas balik pada awal berdirinya BUMN, sebagian besar didominasi perusahaan-perusahaan milik Belanda yang menjadi sasaran nasionalisasi semasa komando pembebasan Irian Barat pada 1958. Ada pula yang dinasionalisasi pada masa awal kemerdekaan, termasuk maskapai Garuda.

Bisa dikatakan bahwa sejarah BUMN lekat dengan semangat nasionalisme, kemandirian dari modal kolonial yang menguasai perekonomian Indonesia pasca-kemerdekaan. Meskipun secara resmi telah mengakui kemerdekaan Republik, perusahaan-perusahaan milik Belanda tetap beroperasi di Indonesia.

Momentum dekolonisasi Papua membakar semangat anti-neokolonialisme di Tanah Air. Keengganan Belanda melepas Papua kepada Republik dijawab dengan mobilisasi massa dan sukarelawan, disertai aksi-aksi pendudukan oleh serikat-serikat buruh atas perusahaan-perusahaan Belanda.

Sayangnya, cerita tentang korupsi di tubuh BUMN nyaris setua usia BUMN itu sendiri. Isu mafia migas di Pertamina misalnya terus berlangsung hingga memasuki era reformasi. Masih lekat dalam ingatan, bagaimana Jokowi memutuskan membubarkan anak usaha Petral sebagai bagian dari reformasi tata kelola migas.

Di tangan Jokowi, BUMN menjadi ujung tombak dalam berbagai proyek infrastruktur yang masif digeber di penjuru negeri. Pada kenyataannya, warisan persoalan dari masa-masa sebelumnya tetap membayangi kiprah BUMN, seperti tecermin dari kasus Garuda.

Penunjukan Erick sebagai menteri BUMN menjadi pertaruhan besar bagi Jokowi untuk melakukan pembenahan besar-besaran. Erick adalah figur dari kalangan swasta yang sukses membangun bisnis media hingga olahraga. Langkah Erick membeli klub Inter Milan mengundang decak kagum dunia.

Erick didaulat untuk memimpin gelaran Asian Games 2018, setelah sebelumnya Indonesia sekali menjadi tuan rumah pada masa Bung Karno. Keberhasilan di ajang olahraga tingkat Asia itu mengantarkan Erick ke jalur politik, dengan didapuk menjadi ketua tim kampanye nasional (TKN) pada Pilpres 2019 lalu.

Keputusan Jokowi mengambil orang-orang seperti Erick ke dalam jajaran pemerintah merupakan bagian dari upaya mereformasi birokrasi. Selama ini mesin birokrasi identik dengan kerja-kerja yang lambat dan miskin inovasi, tidak sejalan dengan semangat perubahan zaman yang serba cepat saat ini.

Terbukti, langkah cepat Erick untuk melakukan restrukturisasi dan memangkas birokrasi di Kementerian BUMN memberikan harapan baru bagi kebangkitan BUMN. Pengalaman Erick sebagai pengusaha menjadi modal kuat untuk memimpin perubahan besar pada institusi BUMN.

Kuatnya kepemimpinan (strong leadership) ditunjukkan Erick dengan sikap tegas untuk merampingkan birokrasi dan membubarkan anak-anak usaha BUMN yang tidak sesuai dengan core bisnis dan BUMN yang merugi.

Dalam sejumlah kesempatan, Erick menekankan bahwa akhlak menjadi kunci dari pengelolaan BUMN. Akhlak merupakan sumber dari moral, integritas, dan kejujuran. Dengan menjadikan akhlak sebagai panduan dalam mengelola sumber daya BUMN, praktik sapi perah dan korupsi dapat dihilangkan.

Buya Ahmad Syafii Maarif mengapresiasi pikiran dan langkah genuine Erick Thohir menjadikan akhlak sebagai kunci dan pondasi dalam pengelolaan BUMN.

Dalam satu kesempatan ketika penulis berbincang bersama Buya Syafii di kediamannya, Buya menyampaikan, Erick Thohir adalah sosok yang tepat untuk membenahi BUMN. Pikiran Erick Thohir tentang akhlak sebagai panduan moral dalam mengelola BUMN adalah pikiran yang bernas. Erick Thohir, sosok pemimpin muda yang tulus membenahi dan mengabdi kepada bangsa dan negaranya.

Sejatinya, perubahan dari budaya menjilat dan aji mumpung menjadi pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan tumbuh dari BUMN. Maka, penunjukkan direksi dan komisaris harus tepat, agar BUMN benar-benar menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Ini adalah pembuktian Erick kepada rakyat Indonesia. Jika berhasil, maka bangsa ini telah menemukan generasi bangsa yang akan membawa perubahan Indonesia ke depan.

Generasi muda selalu tampil menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Pada setiap masa, selalu lahir para pemimpin baru.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta dan Alumni Pesantren Kulliyatul Muballigien Muhammadiyah Padangpanjang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.